GMNI dan HMI, Organisasi Ekstra Kampus yang Diikuti Ganjar Pranowo dan Anies Baswedan, Kamu Gabung Mana?
Sabtu, 15 Juli 2023 - 09:55 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:PB HMI Apresiasi Kinerja Kapolri dalam Mengatasi Pandemi
Polarisasi itu berdampak pada PMY karena kebanyakan pengurusnya berorientasi pada Partai Sosialis. Sementaa mahasiswa lain yang masih idealis menolak keras polarisasi itu masuk ke dunia mahasiswa. Hal ini mendorong beberapa orang membentuk organisasi baru, termasuk dari mahasiswa-mahasiswa yang memegang nilai Islam.
HMI diprakarsai oleh H Lafran Pane, seorang mahasiswa tingkat I Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Islam (sekarang Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII). Rapat-rapat dilakukan, tapi tidak menghasilkan kesepakatan. Hingga pada akhirnya pada 5 Februari 1947 digelarlah rapat pembentukan HMI di Sekolah Tinggi Islam di Jalan Suryodiningratan 30 Yogyakarta yang sekarang bernama Jalan Senopati.
HMI terus berkembang hingga saat ini memiliki 20 Badan Koordinasi, 233 cabang, dan 51 komisariat.Salah satunya Anies Baswedan yang aktif ketika ia menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Sekadar catatan, HMI terpecah menjadi dua yakni HMI-MPO dan HMI Himpunan Mahasiswa Islam Diponegoro (HMI-DIPO).
Pada kongres tahun 1999, PB HMI yang dikenal sebagai HMI-DIPO mengembalikan asas organisasi menjadi berlandaskan Islam.
Dalam kongres HMI tahun 2008, dibacakan komitmen islah HMI-DIPO dan HMI-MPO dengan disaksikan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) dan mantan Ketua DPR Rl Akbar Tandjung. Namun, hingga kini masing-masing HMI tetap memiliki sistem dan kepengurusan organisasi yang berbeda.
Polarisasi itu berdampak pada PMY karena kebanyakan pengurusnya berorientasi pada Partai Sosialis. Sementaa mahasiswa lain yang masih idealis menolak keras polarisasi itu masuk ke dunia mahasiswa. Hal ini mendorong beberapa orang membentuk organisasi baru, termasuk dari mahasiswa-mahasiswa yang memegang nilai Islam.
HMI diprakarsai oleh H Lafran Pane, seorang mahasiswa tingkat I Fakultas Hukum Sekolah Tinggi Islam (sekarang Fakultas Hukum Universitas Islam Indonesia (FH-UII). Rapat-rapat dilakukan, tapi tidak menghasilkan kesepakatan. Hingga pada akhirnya pada 5 Februari 1947 digelarlah rapat pembentukan HMI di Sekolah Tinggi Islam di Jalan Suryodiningratan 30 Yogyakarta yang sekarang bernama Jalan Senopati.
HMI terus berkembang hingga saat ini memiliki 20 Badan Koordinasi, 233 cabang, dan 51 komisariat.Salah satunya Anies Baswedan yang aktif ketika ia menjadi mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Gadjah Mada. Sekadar catatan, HMI terpecah menjadi dua yakni HMI-MPO dan HMI Himpunan Mahasiswa Islam Diponegoro (HMI-DIPO).
Pada kongres tahun 1999, PB HMI yang dikenal sebagai HMI-DIPO mengembalikan asas organisasi menjadi berlandaskan Islam.
Dalam kongres HMI tahun 2008, dibacakan komitmen islah HMI-DIPO dan HMI-MPO dengan disaksikan Wakil Presiden HM Jusuf Kalla (JK) dan mantan Ketua DPR Rl Akbar Tandjung. Namun, hingga kini masing-masing HMI tetap memiliki sistem dan kepengurusan organisasi yang berbeda.
(wyn)
Lihat Juga :