Kisah Haru, Anak Buruh Harian Ini Tembus Teknik Kimia UGM dan Kuliah Gratis
Selasa, 18 Juli 2023 - 15:04 WIB
loading...
A
A
A
Berasal dari keluarga yang kurang mampu, Indah sadar diri bila dirinya tidak bisa sama dengan teman lainnya. Ia pun cukup bersyukur bisa mendapatkan beasiswa PT MHK Foundation saat duduk di kelas X dan XI. Dengan beasiswa itu ia bisa membiayai sendiri sekolahnya. Sedangkan saat di kelas XII, ia diuntungkan adanya peraturan dari Pemerintah Daerah Bukittinggi yang menyatakan untuk seluruh siswa kelas XII tidak dipungut biaya alias gratis.
“Lumayan di kelas X dan XI dapat beasiswa 350 ribu per bulan. Bisa bayar uang sekolah 170 ribu, ada sisa Indah tabung. Ini pun untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendesak dari sekolah,” akunya.
Meraih dan mempertahankan prestasi akademik bukan persoalan mudah. Indah harus belajar secara konsisten dan ekstra. Jika teman lainnya terkadang jam 15 sudah pulang sekolah, ia baru jam 17 karena kesibukan berorganisasi dan bermacam kegiatan.
Baca juga: 10 Program Studi S2 UGM dengan Biaya Kuliah Paling Murah, Apa Saja?
Sesampai di rumah Indah mengaku sering beristirahat dengan tidak melakukan apa-apa. Sehabis salat Magrib, ia baru sibuk kembali untuk belajar hingga pukul 22.00. Secara rutin hal itu ia lakukan setiap hari dan di hari Minggu atau libur ia akan tetap menyempatkan belajar meskipun tidak seperti di hari-hari biasa.
“Minggu tetap belajar tapi jamnya lebih sedikit daripada hari biasa. Maklum tidak bisa ikut bimbel harus ngejar ekstra. Alhamdullilah di dua bulan terakhir sebelum ujian kelulusan, sekolahan mendatangkan bimbel ke sekolah jadi bisa fokus di materi-materi UTBK. Tapi Alhamdullilah ternyata tidak harus sampai ujian sudah diterima,” ungkapnya.
Keinginan untuk merubah nasib keluarga dan mengangkat harkat keluarga memang menjadi motivasi Indah untuk selalu belajar lebih dibanding orang lain. Bagi Indah hal itu wajib, apapun dia maksimalkan termasuk memanfaatkan ruang-ruang perpustakaan sekolah. Meskipun terkadang hanya membaca novel setidaknya bisa menghiburnya dan memperkaya dalam membuat script untuk hobinya di sinematografi.
Indah tidak akan melupakan guru-gurunya, utamanya guru BK-nya di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Merita Nelviardi dan Elvita Putri. Kedekatan dengan keduanya seolah seperti orang tuanya sendiri, tak segan dirinya menumpahkan masalah dan kesulitan yang ia hadapi.
“Indah bersyukur banyak guru yang baik banget selalu memberi perhatian dan ketika Indah merasa kesulitan Guru BK langsung ngerti dan bantu mencarikan solusinya,” ucapnya.
Apapun aktivitas yang pernah lakukan di saat SMA, Indah berencana akan melanjutkan di UGM. Ia berniat untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan di UGM, misal dengan BEM dan organisasi lainnya.
“Kalau yang akademik kan harus karena sebagai penerima beasiswa nilai akademik tetap dituntut tinggi. Di luar itu pengin sih nantinya tetap bisa gabung dengan klub-klub sinematografi,” pungkasnya.
“Lumayan di kelas X dan XI dapat beasiswa 350 ribu per bulan. Bisa bayar uang sekolah 170 ribu, ada sisa Indah tabung. Ini pun untuk jaga-jaga kalau ada keperluan mendesak dari sekolah,” akunya.
Cara Belajar yang Konsisten Antarkan Indah ke UGM
Meraih dan mempertahankan prestasi akademik bukan persoalan mudah. Indah harus belajar secara konsisten dan ekstra. Jika teman lainnya terkadang jam 15 sudah pulang sekolah, ia baru jam 17 karena kesibukan berorganisasi dan bermacam kegiatan.
Baca juga: 10 Program Studi S2 UGM dengan Biaya Kuliah Paling Murah, Apa Saja?
Sesampai di rumah Indah mengaku sering beristirahat dengan tidak melakukan apa-apa. Sehabis salat Magrib, ia baru sibuk kembali untuk belajar hingga pukul 22.00. Secara rutin hal itu ia lakukan setiap hari dan di hari Minggu atau libur ia akan tetap menyempatkan belajar meskipun tidak seperti di hari-hari biasa.
“Minggu tetap belajar tapi jamnya lebih sedikit daripada hari biasa. Maklum tidak bisa ikut bimbel harus ngejar ekstra. Alhamdullilah di dua bulan terakhir sebelum ujian kelulusan, sekolahan mendatangkan bimbel ke sekolah jadi bisa fokus di materi-materi UTBK. Tapi Alhamdullilah ternyata tidak harus sampai ujian sudah diterima,” ungkapnya.
Keinginan untuk merubah nasib keluarga dan mengangkat harkat keluarga memang menjadi motivasi Indah untuk selalu belajar lebih dibanding orang lain. Bagi Indah hal itu wajib, apapun dia maksimalkan termasuk memanfaatkan ruang-ruang perpustakaan sekolah. Meskipun terkadang hanya membaca novel setidaknya bisa menghiburnya dan memperkaya dalam membuat script untuk hobinya di sinematografi.
Indah tidak akan melupakan guru-gurunya, utamanya guru BK-nya di SMA Negeri 1 Bukittinggi, Merita Nelviardi dan Elvita Putri. Kedekatan dengan keduanya seolah seperti orang tuanya sendiri, tak segan dirinya menumpahkan masalah dan kesulitan yang ia hadapi.
“Indah bersyukur banyak guru yang baik banget selalu memberi perhatian dan ketika Indah merasa kesulitan Guru BK langsung ngerti dan bantu mencarikan solusinya,” ucapnya.
Apapun aktivitas yang pernah lakukan di saat SMA, Indah berencana akan melanjutkan di UGM. Ia berniat untuk bergabung dengan organisasi kemahasiswaan di UGM, misal dengan BEM dan organisasi lainnya.
“Kalau yang akademik kan harus karena sebagai penerima beasiswa nilai akademik tetap dituntut tinggi. Di luar itu pengin sih nantinya tetap bisa gabung dengan klub-klub sinematografi,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :