Sekolah Online Masih Bermasalah

Kamis, 30 Juli 2020 - 06:19 WIB
loading...
Sekolah Online Masih...
Foto/Koran SINDO
A A A
JAKARTA - Sistem pembelajaran jarak jauh (PJJ) di masa pendemi virus corona (Covid-19) masih belum menemukan formula yang tepat. Sejumlah masalah kerap temukan, terutama terkait ketersediaan alat komunikasi beserta paket data internet untuk mendukung proses belajar mengajar.

Persoalan ini harus segera diselesaikan mengingat jumlah kasus akibat pandemi Covid-19 belum menunjukkan tanda-tanda penurunan. Alhasil, metode sekolah secara online diprediksi terus berlangsung dalam waktu lama di daerah yang masih termasuk zona kuning, oranye dan merah.

Di Jakarta misalnya. Kawasan ini dipastikan masih akan menerapkan belajar online karena kini seluruh daerahnya masuk zona merah penyebaran Covid. Bahkan, kawasan Kepulauan Seribu, yang semula masuk zona tidak terdampak, kini menjadi zona risiko sedang.

Kondisi tersebut mau tidak mau membuat sistem PJJ menjadi pilihan paling rasional untuk dilaksanakan. Jika tidak, risiko besar akan mengancam sektor pendidikan yang notabene di dalamnya terdapat anak-anak sekolah.

Namun bagi sebagaian kalangan pelaksanaan sekolah secara online ini justru memberatkan. Bukan hanya karena harus memiliki perangkat yang mumpuni, termasuk paket data internetnya, dalam pelaksanannya perlu pendampingan ekstra dari orang tua. Di sisi lain, tidak sedikit kalangan orang tua yang sudah mulai aktif bekerja di kantor sehingga kesulitan memantau anak-anaknya. (Baca: Prioritas PJJ, PB PGRI Minta Organisasi Penggerak Ditunda)

Yang lebih miris, ada kasus di mana anak-anak terpaksa harus ikut orang tuanya mencari nafkah, demi mendapatkan bimbingan selama belajar. SINDO Media sempat bertemu seorang anak yang terpaksa belajar di samping lapak jualan kali lima milik orang tuanya di Jalan Bukit Duri Tanjakan, Jakarta Selatan, Selasa (28/7/2020). Meski demikian, anak bernama Kesya (8), itu mengaku tetap semangat belajar demi masa depannya.

Selain Kesya, masih banyak anak-anak lain yang juga kurang beruntung saat menjalani pembelajaran online. Di Sumatera Selatan, persisnya di Kabupaten OKU, bahkan ada siswa sekolah yang harus rela berjalan jauh ke perbukitan untuk sekadar mencari sinyal internet.

Melihat berbagai kondisi yang dialami para siswa yang kurang beruntung tersebut, pengamat pendidikan Indra Charismiadji mengatakan bahwa pemerintah terkesan tidak melakukan apa-apa untuk menyelesaikan permasalahan sekolah online. Padahal, kata dia, sejak pandemi Covid di awal Maret hingga masa liburan sekolah Juni lalu, seharusnya merupakan waktu yang cukup untuk menyiapkan metoda yang cocok untuk PJJ.

Menurutnya, pemerintah sebenarnya telah mengeluarkan Surat Keputusan Bersama (SKB) Empat Menteri Tentang Panduan Penyelenggaraan Pembelajaran Tahun Ajaran 2020/2021. Salah satu yang diatur, pembukaan sekolah hanya boleh dilakukan di zona hijau. Hanya saja, untuk belajar secara online belum terakmodasi.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemendikdasmen Resmikan...
Kemendikdasmen Resmikan PJJ Pendidikan Menengah, Sasar 3.500 Anak Tidak Sekolah
Kemenag DKI Jakarta...
Kemenag DKI Jakarta Instruksikan Madrasah Belajar Secara Daring pada 1 September 2025
Prof. Dr. Ali Muktiyanto...
Prof. Dr. Ali Muktiyanto Resmi Dilantik sebagai Rektor UT Periode 2025–2030
Kemenag Sediakan Beasiswa...
Kemenag Sediakan Beasiswa S1 PJJ untuk Guru di UIN Siber Cirebon
Efisien dan Tepat Sasaran:...
Efisien dan Tepat Sasaran: Mekanisme Tunjangan Langsung ke Rekening, Banjir Pujian Para Guru
PJJ Magister PAI UIN...
PJJ Magister PAI UIN SSC 2025 Dibuka, Berikut Jadwal dan Syarat Pendaftaran
Hemat BBM, Pemerintah...
Hemat BBM, Pemerintah Bahas Skema WFA bagi ASN dan Belajar Daring bagi Pelajar
Cuaca Ekstrem Ganggu...
Cuaca Ekstrem Ganggu Mobilitas, Hipmi Jaya Dukung PJJ dan WFH Situasional
SMAN 72 Jakarta Gelar...
SMAN 72 Jakarta Gelar Kegiatan Belajar secara Daring, Fokus Pemulihan Psikologis
Rekomendasi
Mayoritas Penduduk di...
Mayoritas Penduduk di 36 Negara Anggap Israel Tidak Baik
Klarifikasi Purbaya...
Klarifikasi Purbaya soal Isu Mundur: Sebagian Informasinya Betul, Sebagian Salah
Imigrasi Nonaktifkan...
Imigrasi Nonaktifkan Pejabat yang Diperiksa KPK, Pastikan Pelayanan Publik Tetap Berjalan
Berita Terkini
Youth ESG Maritime 2026...
Youth ESG Maritime 2026 Dorong Generasi Muda Ciptakan Solusi Nyata bagi Krisis Lingkungan Laut
FK Unair Kukuhkan Profesor...
FK Unair Kukuhkan Profesor University of Melbourne sebagai Adjunct Professor
Prabowo Terbitkan Aturan...
Prabowo Terbitkan Aturan Baru untuk Perkuat Peran Indonesia di UNESCO
MNC University Umumkan...
MNC University Umumkan Penerima MNCU Future Leader Scholarship Batch 2
Lowongan Sekolah Rakyat...
Lowongan Sekolah Rakyat 2026 untuk 5.127 PPPK Tendik, Ini Syarat dan Link Pendaftarannya
Tiga Lulusan Kedokteran...
Tiga Lulusan Kedokteran UGM Lulus dengan IPK 4,00, Simak Perjuangan dan Cita-citanya
Infografis
15 PTN Masih Buka Jalur...
15 PTN Masih Buka Jalur Mandiri 2025, Kesempatan Kedua yang Gagal SNBT
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved