Platform Kedaireka Buka Peluang Kolaborasi Inovasi Kampus dan Industri
Rabu, 16 Agustus 2023 - 15:25 WIB
loading...
A
A
A
"Ini merupakan jembatan bagi industri dan perguruan tinggi guna menghasilkan inovasi-inovasi perguruan tinggi yang bisa dihasilkan untuk bisa direalisasi," kata Arif didampingi salah satu dosen IPB yang juga inovator penerima hibah kedaireka, Dr.Roza Yusfiandani.
Menurut Roza, hibah Kedaireka yang dia terima senilai Rp1 miliar pada 2021 menghasilkan karya inovasi rumpon portable, yakni alat bantu untuk nelayan guna menarik ikan-ikan berkumpul di sekitar sehingga para nelayan dapat langsung melakukan penangkapan ikan.
Pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan dan dihiliriasi oleh start up Sahabat Nelayan. "Rumpon portable telah digunakan di 8 daerah seperti di Aceh, Lampung, Banten, Papua, Kalimantan, Kepulauan Seribu, Pelabuhan Ratu, dan Bangka Belitung," ujarnya.
Menurutnya, kelebihan rumpon portable ini mudah dibawa saat naik kapal atau perahu nelayan di perairan dan juga menggunakan frekuensi suara.
"Saat langsung diturunkan, suara berbunyi kemudian menarik perhatian ikan berdatangan. Sehingga nelayan tinggal melakukan penangkapan," ungkap Roza yang juga Wakil Kepala Tani dan Nelayan Center.
Harga rumpon portable ini per unit Rp12 juta hingga ratusan juta. Atas keberhasilan karya inovasinya ini, Roza mengaku mendapat undangan ke ke Madagaskar untuk presentasi dan membuat rumpon portable nelayan di sana.
Menurut Roza, hibah Kedaireka yang dia terima senilai Rp1 miliar pada 2021 menghasilkan karya inovasi rumpon portable, yakni alat bantu untuk nelayan guna menarik ikan-ikan berkumpul di sekitar sehingga para nelayan dapat langsung melakukan penangkapan ikan.
Pihaknya telah bekerja sama dengan perusahaan dan dihiliriasi oleh start up Sahabat Nelayan. "Rumpon portable telah digunakan di 8 daerah seperti di Aceh, Lampung, Banten, Papua, Kalimantan, Kepulauan Seribu, Pelabuhan Ratu, dan Bangka Belitung," ujarnya.
Menurutnya, kelebihan rumpon portable ini mudah dibawa saat naik kapal atau perahu nelayan di perairan dan juga menggunakan frekuensi suara.
"Saat langsung diturunkan, suara berbunyi kemudian menarik perhatian ikan berdatangan. Sehingga nelayan tinggal melakukan penangkapan," ungkap Roza yang juga Wakil Kepala Tani dan Nelayan Center.
Harga rumpon portable ini per unit Rp12 juta hingga ratusan juta. Atas keberhasilan karya inovasinya ini, Roza mengaku mendapat undangan ke ke Madagaskar untuk presentasi dan membuat rumpon portable nelayan di sana.
(nnz)
Lihat Juga :