Inovasi Tiga Mahasiswa Universitas Pertamina Dongkrak Produksi Sumur Migas Tua

Minggu, 27 Agustus 2023 - 15:32 WIB
loading...
Inovasi Tiga Mahasiswa...
Tiga mahasiswa Universitas Pertamina Rafif Atallah, Osama Aji Abdurrahman, dan Ferdiansyah Rahman. Foto/Humas UPER.
A A A
JAKARTA - Melalui penerapan metode Geophysics, Geology and Reservoir (GGR), tiga sekawan mahasiswa Universitas Pertamina berhasil meningkatkan produksi dan efisiensi sumur migas tua. Inovasi mereka pun telah berhasil meraih juara.

Lifting migas Indonesia pada semester I 2023 mencapai 93 persen untuk minyak bumi dan 86 persen untuk gas bumi dari target APBN 2023. Direktur Jenderal (Dirjen) Migas Kementerian ESDM Tutuka Ariadji mengungkapkan, sebagian besar sumur migas yang ada di Indonesia sudah memasuki masa uzur.

Guna meningkatkan hasil produksi, sejumlah perusahaan migas berupaya memaksimalkan jumlah produksi migas melalui pemanfaatan sumur produksi yang sudah ada.

Latar belakang inilah yang menjadi dasar inovasi Rafif Atallah, Osama Aji Abdurrahman dan Ferdiansyah Rahman, mahasiswa Fakultas Teknologi Eksplorasi dan Produksi (FTEP). Inovasi mereka mampu mendongkrak produksi sumur tua hingga 14,9 persen atau setara 2,4 juta barel.

Baca juga: Pertamina Group Buka Ratusan Lowongan Pegawai Tetap dan Kontrak, Apa Jurusan yang Dicari?

Solusi mereka juga mampu menekan biaya produksi sebesar 18,2 persen serta mendapatkan Net Present Value (NPV) 5,76 juta USD.

Berkat inovasi tersebut, Rafif dan tim berhasil menyabet gelar juara pertama dalam ajang PetroCup Student Mini Competition: Field Development Plan yang diselenggarakan oleh Indonesian Petroleum Association (IPA) pada Juli 2023 lalu. Tim UPER berhasil mengalahkan belasan peserta lainnya.

“Dalam perlombaan tersebut, kami mendapatkan data yang harus diolah untuk meningkatkan produksi migas dari lapangan yang sudah ada. Studi GGR tersebut kami pergunakan dalam interpretasi struktural ketebalan pada sedimen patahan, selain itu juga mengukur kedalaman sumur dengan jenis litologi yang dijadikan reservoir," kata Rafif, melalui siaran pers, Minggu (27/8/2023).

Rafif mengatakan, di sini disiplin ilmu geofisika dan geologi sangat membantu. Setelah itu dari analisis data yang di dapat, mereka mengkalkulasi Original Oil in Place (OOIP) untuk strategi pengembangan dan eksploitasi.

Analisis yang diperoleh, Rafif dan tim berhasil memangkas biaya produksi serta berpeluang mendapatkan profitabilitas dari proses produksi migas yang lebih maksimal. Keberhasilan tersebut juga didukung oleh proses pembelajaran di kelas.

Baca juga: 5 Fakta Menarik Jurusan Astronomi ITB, Langka dan Satu-Satunya di Asia Tenggara

FTEP UPER membekali mahasiswa dalam pengetahuan secara teoritis dan praktikal melalui dukungan dosen ahli dan dosen praktisi hingga laboratorium teknologi.

“FTEP UPER mempersiapkan para ahli bidang migas melalui kurikulum dan laboratorium berteknologi yang sesuai dengan lapangan migas, yang berguna untuk proses belajar," ujar Prof. Dr. Ir. Wawan Gunawan A. Kadir MS, Rektor Universitas Pertamina.

Rektor melanjutkan, laboratorium FTEP memiliki software PETREL yang merupakan software pengolahan data bawah tanah sehingga para ahli bisa memetakan keberadaan sumber migas.

Selain mendukung dalam proses belajar, UPER juga menyiapkan para lulusannya melalui bimbingan karier seperti melalui Program Lulusan Merah Putih, dimana para lulusan langsung dimentori oleh para ahlinya dan dipersiapkan untuk bekerja di Pertamina Group dan mitra UPER.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Disertasi Doktor Komunikasi...
Disertasi Doktor Komunikasi Ungkap Bahaya Ketergantungan pada AI Smartwatch
President University...
President University Cetak 359 Inovasi Mahasiswa Lewat Economic Survival Exhibition 2026
Kemendiktisaintek Luncurkan...
Kemendiktisaintek Luncurkan Program Bestari Saintek 2026, Danai 122 Tim Riset
Mahasiswa UNEJ Buktikan...
Mahasiswa UNEJ Buktikan Reaktor Nuklir Bisa Dimanfaatkan untuk Terapi Kanker
Dari Ruang Kuliah ke...
Dari Ruang Kuliah ke Solusi Nyata: Mahasiswa Rancang Prototipe Inovasi untuk Masyarakat
Sebaran Riset 2025 IPB...
Sebaran Riset 2025 IPB University: Pangan 43,5%, Kesehatan dan Rekayasa Keteknikan 16,8%
DPR: Swasembada Migas...
DPR: Swasembada Migas Sama Pentingnya dengan Swasembada Pangan
Skandal Riset Palsu...
Skandal Riset Palsu Internasional, Mendiktisaintek Ungkap 4 Terduga Pelaku Lulusan UNY
Jadi Sekolah Unggulan,...
Jadi Sekolah Unggulan, SMA Al Hikmah Surabaya Bangun Pembelajaran Berbasis Riset-Karakter
Rekomendasi
Menpora Erick Kecam...
Menpora Erick Kecam Pelecehan Seksual terhadap Atlet Menembak, Tegaskan Dukungan bagi Korban
Pacu Sektor Pariwisata,...
Pacu Sektor Pariwisata, TikTok GO Integrasikan Konten Kreator dengan Sistem Pemesanan Tiket
Trump Peringatkan Iran,...
Trump Peringatkan Iran, Tarif Selat Hormuz Tak Dapat Diterima
Berita Terkini
CIMB Niaga Gelar Sustainability...
CIMB Niaga Gelar Sustainability Masterclass, 20 Jurnalis Berkontribusi Aksi Keberlanjutan
UKM Malaysia Tembus...
UKM Malaysia Tembus Peringkat 7 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026
Rekrutmen Penggerak...
Rekrutmen Penggerak HAM 2026 Resmi Diperpanjang, Daftar di Link Ini
Sekolah Garda Terdepan...
Sekolah Garda Terdepan Pencegahan dan Penanganan Kekerasan di Lingkungan Belajar
Tak Kenal Menyerah,...
Tak Kenal Menyerah, Maryanti Jadi Lulusan Terbaik UNY 2026 Meski Kuliah Sambil Berwirausaha
UGM Masuk Peringkat...
UGM Masuk Peringkat 41 Dunia THE Sustainability Impact Ratings 2026, Naik Signifikan
Infografis
20 Universitas Terbaik...
20 Universitas Terbaik di Indonesia Versi QS WUR 2027
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved