Cikal Bakal Munculnya Akreditasi Perguruan Tinggi di Indonesia, Ini Sejarahnya
Selasa, 29 Agustus 2023 - 10:58 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga:Era Baru Akreditasi
Total angka ini kemudian dibuat menjadi huruf tadi. Adapun kriteria penilaian dari akreditasi untuk ruang lingkup perguruan tinggi adalah sebagai berikut:
Setiap penyelenggara pendidikan diwajibkan memiliki susunan rencana untuk ikut berkontribusi menjaga dan mengembangkan mutu pendidikan tinggi nasional.
Maka pihak mereka memiliki kewajiban untuk menyusun visi, misi, dan tujuan. Kemudian menetapkan sasaran, dan disusul dengan menyusun strategi pencapaian. Yakni strategi yang membantu kampus mewujudkan visi, misi, dan tujuan tadi.
Setiap kampus wajib memiliki tata kelola SDM dan sistem yang baik dalam menyelenggarakan pendidikan. Tata kelola SDM, termasuk pengangkatan pimpinan kampus (rektor) dan jabatan struktural lainnya adalah dengan melihat kualitas SDM tersebut. Kemudian kampus juga wajib memiliki sistem pengelolaan yang baik. Misalnya sistem data mahasiswa yang sudah online dan realtime.
Prestasi akademik mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ikut berkontribusi dalam meningkatkan nilai akreditasi. Kampus yang mampu mengirimkan perwakilan dari kalangan mahasiswa di ajang lomba akademik nasional dan internasional dan meraih juara. Tentu menjadi bukti kampus tersebut mampu menyelenggarakan pendidikan dengan baik.
Selanjutnya adalah kualitas lulusan, dimana tingginya angka kelulusan dengan IPK bagus juga mempengaruhi nilai akreditasi. Sekaligus pencapaian lulusan tersebut, semakin banyak yang bisa langsung bekerja maka semakin membuktikan kampus mampu membekali mereka dengan banyak ilmu dan keterampilan.
Dimana semua bekal ini dibutuhkan oleh industri. Sehingga banyak perusahaan menerima alumni kampus tersebut karena sesuai kebutuhan dan kriteria mereka. Jadi, kualitas lulusan juga akan dinilai oleh BAN-PT.
BAN-PT akan menilai kualitas seluruh SDM di sebuah kampus. Misalnya dosen, semakin banyak dosen lulusan S3 dan memangku jabatan Guru Besar atau mungkin Lektor Kepala. Maka kemungkinan nilai akreditasi tinggi bisa diperoleh. Sebab SDM berkualitas mendukung sistem pendidikan yang bermutu.
Bagaimana kampus bisa memastikan mahasiswanya cerdas dan berprestasi jika kurikulumnya amburadul? Kemudian suasana di kampus tidak mendukung karena terlalu bising, panas, kotor, dan lain-lain? Jadi, kurikulum dan suasana akademik mempengaruhi penilaian akreditasi.
Aspek pembiayaan, sarana dan prasarana, dan sistem informasi kampus juga menjadi kriteria penilaian akreditasi. Sebab sistem informasi yang sudah online dan mudah diakses jauh lebih transparan dan jauh lebih baik.
Selain itu, sarana dan prasarana akan mendukung mahasiswa dalam belajar. Jika sarana lengkap dan berkualitas maka suasana belajar menjadi nyaman. Pemahaman mahasiswa tentang ilmu yang disampaikan dosen bisa maksimal. Mereka kemudian menjadi alumni berkualitas.
Kontribusi kampus dalam mendukung Tri Dharma juga masuk kriteria penilaian akreditasi. Mencakup penelitian, pengabdian masyarakat, dan kerjasama. Semakin banyak penelitian dan publikasi semakin bagus nilai akreditasinya.
Hal serupa juga berlaku untuk pengabdian masyarakat dan kerjasama. Hal tersebut membuktikan kampus aktif mendukung dan berkontribusi langsung dalam perkembangan IPTEK di Indonesia dan dunia. Sehingga membuktikan juga fasilitas yang mereka sediakan lengkap dan mumpuni.
Kriteria Penilaian Dalam Proses Akreditasi
Dalam menentukan apakah suatu kampus memperoleh akreditasi A atau B atau malah C, pihak BAN-PT tentu membutuhkan kriteria penilaian, setiap poin kriteria menghasilkan angka yang nanti dijumlahkah.Total angka ini kemudian dibuat menjadi huruf tadi. Adapun kriteria penilaian dari akreditasi untuk ruang lingkup perguruan tinggi adalah sebagai berikut:
1. Visi, Misi, Tujuan, Sasaran, dan Strategi Pencapaian
Setiap penyelenggara pendidikan diwajibkan memiliki susunan rencana untuk ikut berkontribusi menjaga dan mengembangkan mutu pendidikan tinggi nasional.
Maka pihak mereka memiliki kewajiban untuk menyusun visi, misi, dan tujuan. Kemudian menetapkan sasaran, dan disusul dengan menyusun strategi pencapaian. Yakni strategi yang membantu kampus mewujudkan visi, misi, dan tujuan tadi.
2. Tata Pamong, Kepemimpinan, Sistem Pengelolaan, dan Penjaminan Mutu
Setiap kampus wajib memiliki tata kelola SDM dan sistem yang baik dalam menyelenggarakan pendidikan. Tata kelola SDM, termasuk pengangkatan pimpinan kampus (rektor) dan jabatan struktural lainnya adalah dengan melihat kualitas SDM tersebut. Kemudian kampus juga wajib memiliki sistem pengelolaan yang baik. Misalnya sistem data mahasiswa yang sudah online dan realtime.
3. Mahasiswa dan Lulusan
Prestasi akademik mahasiswa di sebuah perguruan tinggi ikut berkontribusi dalam meningkatkan nilai akreditasi. Kampus yang mampu mengirimkan perwakilan dari kalangan mahasiswa di ajang lomba akademik nasional dan internasional dan meraih juara. Tentu menjadi bukti kampus tersebut mampu menyelenggarakan pendidikan dengan baik.
Selanjutnya adalah kualitas lulusan, dimana tingginya angka kelulusan dengan IPK bagus juga mempengaruhi nilai akreditasi. Sekaligus pencapaian lulusan tersebut, semakin banyak yang bisa langsung bekerja maka semakin membuktikan kampus mampu membekali mereka dengan banyak ilmu dan keterampilan.
Dimana semua bekal ini dibutuhkan oleh industri. Sehingga banyak perusahaan menerima alumni kampus tersebut karena sesuai kebutuhan dan kriteria mereka. Jadi, kualitas lulusan juga akan dinilai oleh BAN-PT.
4. Sumber Daya Manusia
BAN-PT akan menilai kualitas seluruh SDM di sebuah kampus. Misalnya dosen, semakin banyak dosen lulusan S3 dan memangku jabatan Guru Besar atau mungkin Lektor Kepala. Maka kemungkinan nilai akreditasi tinggi bisa diperoleh. Sebab SDM berkualitas mendukung sistem pendidikan yang bermutu.
5. Kurikulum Pembelajaran dan Suasana Akademik
Bagaimana kampus bisa memastikan mahasiswanya cerdas dan berprestasi jika kurikulumnya amburadul? Kemudian suasana di kampus tidak mendukung karena terlalu bising, panas, kotor, dan lain-lain? Jadi, kurikulum dan suasana akademik mempengaruhi penilaian akreditasi.
6. Pembiayaan, Sarana, dan Prasarana, Serta Sistem Informasi
Aspek pembiayaan, sarana dan prasarana, dan sistem informasi kampus juga menjadi kriteria penilaian akreditasi. Sebab sistem informasi yang sudah online dan mudah diakses jauh lebih transparan dan jauh lebih baik.
Selain itu, sarana dan prasarana akan mendukung mahasiswa dalam belajar. Jika sarana lengkap dan berkualitas maka suasana belajar menjadi nyaman. Pemahaman mahasiswa tentang ilmu yang disampaikan dosen bisa maksimal. Mereka kemudian menjadi alumni berkualitas.
7. Penelitian, Pengabdian Masyarakat, dan Kerjasama
Kontribusi kampus dalam mendukung Tri Dharma juga masuk kriteria penilaian akreditasi. Mencakup penelitian, pengabdian masyarakat, dan kerjasama. Semakin banyak penelitian dan publikasi semakin bagus nilai akreditasinya.
Hal serupa juga berlaku untuk pengabdian masyarakat dan kerjasama. Hal tersebut membuktikan kampus aktif mendukung dan berkontribusi langsung dalam perkembangan IPTEK di Indonesia dan dunia. Sehingga membuktikan juga fasilitas yang mereka sediakan lengkap dan mumpuni.
(wyn)
Lihat Juga :