Skripsi Tidak Wajib Syarat Lulus, Mahasiswa UNJ Ini Lebih Memilih Magang
Kamis, 31 Agustus 2023 - 20:34 WIB
loading...
A
A
A
"Saya sih lebih memilih tugas akhir itu magang. Karena kita kuliah kan untuk bisa bekerja, ya pasti lebih cocoknya langsung praktik saja tanpa skripsi lagi," jelas Eka.
"Tetapi saya sangat terbuka kalau semisal skripsi tetap dibutuhkan sebagai syarat kelulusan. Saya tidak keberatan kok," lanjut Eka.
Lebih lanjut, mahasiswi UNJ program studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Zia (20) mengungkapkan skripsi tidak menjadi pilihan utama dalam mengukur keahlian di bidang studinya. Senada dengan Eka, Zia menilai magang lebih efektif digunakan untuk mengukur kompetensi kelulusannya.
"Kita tidak perlu skripsi sih, apalagi jurusan saya kan Pendidikan Bahasa Jerman ya, dimana semuanya tentang bahasa. Jadi lebih difokuskan ke magang atau praktik bekerja saja," kata Zia.
Zia menjelaskan, program magang sebagai tugas akhir yang diharapkannya itu disesuaikan dengan jurusannya. Karena latar belakangnya dalam studi di dunia pendidikan bahasa, dia berharap bisa magang sebagai guru atau bekerja di lembaga pemerintahan.
Baca juga: Apakah Universitas Luar Negeri Mewajibkan Skripsi? Apa Bedanya dengan Indonesia?
"Lebih baik memang skripsi jadi opsi pilihan saja. Soalnya kan banyak opsi kelulusan yang bisa dipilih. Nah kalau magang menjadi tugas akhir, harapannya saya bisa ambil program magang selama satu tahun untuk syarat kelulusan," jelas Zia.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemberitaan UNJ, Syaifudin menjelaskan, meski pihaknya menyambut positif atas kebijakan Kemendikbudristek, mereka khawatir akan adanya dampak negatif dari kebijakan tersebut.
"Tetapi saya sangat terbuka kalau semisal skripsi tetap dibutuhkan sebagai syarat kelulusan. Saya tidak keberatan kok," lanjut Eka.
Lebih lanjut, mahasiswi UNJ program studi Pendidikan Bahasa Jerman, Fakultas Bahasa dan Seni, Zia (20) mengungkapkan skripsi tidak menjadi pilihan utama dalam mengukur keahlian di bidang studinya. Senada dengan Eka, Zia menilai magang lebih efektif digunakan untuk mengukur kompetensi kelulusannya.
"Kita tidak perlu skripsi sih, apalagi jurusan saya kan Pendidikan Bahasa Jerman ya, dimana semuanya tentang bahasa. Jadi lebih difokuskan ke magang atau praktik bekerja saja," kata Zia.
Zia menjelaskan, program magang sebagai tugas akhir yang diharapkannya itu disesuaikan dengan jurusannya. Karena latar belakangnya dalam studi di dunia pendidikan bahasa, dia berharap bisa magang sebagai guru atau bekerja di lembaga pemerintahan.
Baca juga: Apakah Universitas Luar Negeri Mewajibkan Skripsi? Apa Bedanya dengan Indonesia?
"Lebih baik memang skripsi jadi opsi pilihan saja. Soalnya kan banyak opsi kelulusan yang bisa dipilih. Nah kalau magang menjadi tugas akhir, harapannya saya bisa ambil program magang selama satu tahun untuk syarat kelulusan," jelas Zia.
Sementara itu, Kepala Divisi Pemberitaan UNJ, Syaifudin menjelaskan, meski pihaknya menyambut positif atas kebijakan Kemendikbudristek, mereka khawatir akan adanya dampak negatif dari kebijakan tersebut.
Lihat Juga :