Mengenal Prof Pitoyo, Diaspora Indonesia Di Balik Terciptanya Robot Gundam Raksasa di Jepang
Minggu, 03 September 2023 - 10:26 WIB
loading...
A
A
A
Dia bercerita, proyek ini dimulai sejak 2014. Saat ini robot tersebut telah di pamerkan hingga tahun depan. "Kita bekerja sama dengan sembilan perusahaan. Kita baru menyelesaikan ini 2020, yang seharusnya diselesaikan sebelum Olympiade Tokyo 2019, tapi karena banyak sekali halangan dan tanggung jawab saya kita molor setahun. Kita akan memamerkan robot ini sampai Maret tahun depan," ungkapnya.
Tantangan itu, Pitoyo menyebutkan, ada di kendala non-teknis di mana pihaknya kesulitan mencari perusahaan yang menjual motor. "Untuk mencari perusahaan yang mau, saya butuh waktu 2 tahun dan meyakinkan mesin saya bisa berjalan," katanya.
Sedangkan, tantangan teknisnya, pihaknya harus bertarung melawan kekuatan gravitasi, karena robot gundam ini besar sehingga sangat sulit menggerakkan gundam ini.
"Tentu saja, robot ini tidak bisa digerakan secepat yang ada di animasi, hal ini karena kita hidup di dunia fisika, di mana ada moment of inersia, yang menghukum kita," jelasnya.
Baca juga: Bersaing dengan 40 Negara, Sekolah Interkultural Mentari Jakarta Raih Juara Umum di WSC 2023
Tantangan saat Membuat Robot Gundam
Dia menerangkan, robot ini memiliki berat 20 ton, dan mempunyai 34 sendi untuk bergerak, sementara di manusia ada kira-kira ada 200 sendi. Dalam perjalanannya, banyak sekali hambatan untuk merealisasikan robot ini.Tantangan itu, Pitoyo menyebutkan, ada di kendala non-teknis di mana pihaknya kesulitan mencari perusahaan yang menjual motor. "Untuk mencari perusahaan yang mau, saya butuh waktu 2 tahun dan meyakinkan mesin saya bisa berjalan," katanya.
Sedangkan, tantangan teknisnya, pihaknya harus bertarung melawan kekuatan gravitasi, karena robot gundam ini besar sehingga sangat sulit menggerakkan gundam ini.
"Tentu saja, robot ini tidak bisa digerakan secepat yang ada di animasi, hal ini karena kita hidup di dunia fisika, di mana ada moment of inersia, yang menghukum kita," jelasnya.
Baca juga: Bersaing dengan 40 Negara, Sekolah Interkultural Mentari Jakarta Raih Juara Umum di WSC 2023
Lihat Juga :