Siswi MTsN 2 Sawahlunto Ciptakan Alat Sensor Gas Metana Berbasis IoT
Rabu, 06 September 2023 - 12:35 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: SMAN Unggulan MH Thamrin Antarkan DKI Jakarta Juara Umum OSN 2023
Kedua siswi MTsN 2 Sawahlunto ini pun mengembangkan alat pendeteksi yang bisa langsung tersambung pada ponsel untuk memberikan peringatan. Alat sensor ini berbasis IoT yakni teknologi yang mampu menghubungkan beberapa objek benda dalam hal sensor, piranti chip dan elektronik memalui jaringan internet, jadi penggunaannya sangat tergantung ada tidaknya jaringan internet. Untuk mengatasi keterbatasan internet di dalam tambang batu bara, maka solusi yang dilakukan adalah dengan memasukkan kabel LAN ke dalam tambang.
Kepala MTs 2 Kota Sawahlunto Tatis Arni mengaku sangat mendukung yang dilakukan siswanya. “Hasilnya nanti seperti apa, menang atau kalah tidak mengapa. Terpenting apa yang telah dilakukan ini merupakan prestasi sebab menghasilkan suatu karya yang semoga nantinya bermanfaat, juga menjadi pengalaman dalam berkompetisi,” ungkapnya.
Senada dengan Tatis, guru pembimbing, Seprian Yusril mengaku sangat bangga dengan hasil karya yang dihasilkan peserta didiknya ini. "Walaupun masih dalam tahap pengembangan untuk menyempurnakan alat ini, tapi sudah kita lakukan uji coba langsung di tambang-tambang yang ada di daerah kita," pungkas Seprian.
Kedua siswi MTsN 2 Sawahlunto ini pun mengembangkan alat pendeteksi yang bisa langsung tersambung pada ponsel untuk memberikan peringatan. Alat sensor ini berbasis IoT yakni teknologi yang mampu menghubungkan beberapa objek benda dalam hal sensor, piranti chip dan elektronik memalui jaringan internet, jadi penggunaannya sangat tergantung ada tidaknya jaringan internet. Untuk mengatasi keterbatasan internet di dalam tambang batu bara, maka solusi yang dilakukan adalah dengan memasukkan kabel LAN ke dalam tambang.
Kepala MTs 2 Kota Sawahlunto Tatis Arni mengaku sangat mendukung yang dilakukan siswanya. “Hasilnya nanti seperti apa, menang atau kalah tidak mengapa. Terpenting apa yang telah dilakukan ini merupakan prestasi sebab menghasilkan suatu karya yang semoga nantinya bermanfaat, juga menjadi pengalaman dalam berkompetisi,” ungkapnya.
Senada dengan Tatis, guru pembimbing, Seprian Yusril mengaku sangat bangga dengan hasil karya yang dihasilkan peserta didiknya ini. "Walaupun masih dalam tahap pengembangan untuk menyempurnakan alat ini, tapi sudah kita lakukan uji coba langsung di tambang-tambang yang ada di daerah kita," pungkas Seprian.
(nnz)
Lihat Juga :