Rekam Jejak Pendidikan 9 Hakim Konstitusi, 5 Orang Bergelar Profesor
Kamis, 12 Oktober 2023 - 12:15 WIB
loading...
A
A
A
Pria yang lahir di Semarang, 3 Februari 1956 ini menamatkan SD hingga SMAnya di Kota Lumpia tersebut. Kemudian dia kuliah jenjang S1 di Fakultas Hukum Undip pada 1980.
Bintang Mahaputera Adipradana yang awalnya menjadi dosen dan dekan di Undip ini kemudian memberanikan diri mendaftar sebagai hakim MK melalui jalur DPR.
Baca juga: 8 Jurusan Teknik yang Diklaim Mudah Lolos Interview Kerja di Pertamina
Arief yang juga aktif menulis dan hingga kini sudah menelurkan puluhan karya ilmiah ini lalu meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Undip pada 2006.
Anggota Hakim Konstitusi ini lahir di Palembang, 17 Januari 1954 dan menempuh pendidikan dasar di SDN Pulau Gemantung pada 1966.
Wahid yang dididik dengan pendidikan agama yang kuat oleh kedua orang tuanya ini lalu mengenyam pendidikan tinggi di Ilmu Peradilan Islam, Fakultas Syariah di Institut Agama Islam Negeri Jakarta (kini UIN Jakarta).
Mantan Dirjen Peraturan Perundangan-Undangan Kemenkum HAM ini lalu menamatkan kuliah S2 dan S3 di UIN Jakarta bidang Hukum Islam. Dia pun sempat studi De Postdoctorale Cursus Wetgevingsleer di Leiden, Belanda pada 1987.
Wahid bahkan memparipurnakan pendidikannya dengan mengambil program S1 di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah demi meraih gelar SH (sarjana hukum) tahun 2005 setelah ia meraih gelar doktor.
Mantan Ketua PN Jakarta DSelaran, Ketua PN Pontianak, dan Ketua PN Praya ini menempuh kuliah S1 di Universitas Islam Indonesia. Kemudian dia melanjutkan kuliah S2 di Universitas Tarumanagara, dan S3 di Universitas Jayabaya.
Manahan Malontinge Pardamean Sitompul terpilih menggantikan Hakim Konstitusi Muhammad Alim yang memasuki masa purna jabatan April 2015. Dia lahir di Tarutung, 8 Desember 1953.
Anak kedua dari 10 bersaudara ini menamatkan pendidikan dasarnya di SDN IX Sibolga dan lanjut ke SMP Nasrani Medan yang kemudian menamatkan SMA di SMA Negeri 1 Medan.
Manahan selepas SMA mengikuti tes di Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara dan diterima di jurusan Flight Services Officer (FSO) dan menjadi PNS Golongan IIA dan menjalani ikatan dinas selama 3 tahun.
Manahan lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) kelas karyawan dan lulus pada 1982. Selanjutnya karier hakimnya dimulai sejak dilantik di PN Kabanjahe pada 1986.
Bintang Mahaputera Adipradana yang awalnya menjadi dosen dan dekan di Undip ini kemudian memberanikan diri mendaftar sebagai hakim MK melalui jalur DPR.
Baca juga: 8 Jurusan Teknik yang Diklaim Mudah Lolos Interview Kerja di Pertamina
Arief yang juga aktif menulis dan hingga kini sudah menelurkan puluhan karya ilmiah ini lalu meraih gelar doktor Ilmu Hukum di Undip pada 2006.
4. Dr. Wahiduddin Adams
Anggota Hakim Konstitusi ini lahir di Palembang, 17 Januari 1954 dan menempuh pendidikan dasar di SDN Pulau Gemantung pada 1966.
Wahid yang dididik dengan pendidikan agama yang kuat oleh kedua orang tuanya ini lalu mengenyam pendidikan tinggi di Ilmu Peradilan Islam, Fakultas Syariah di Institut Agama Islam Negeri Jakarta (kini UIN Jakarta).
Mantan Dirjen Peraturan Perundangan-Undangan Kemenkum HAM ini lalu menamatkan kuliah S2 dan S3 di UIN Jakarta bidang Hukum Islam. Dia pun sempat studi De Postdoctorale Cursus Wetgevingsleer di Leiden, Belanda pada 1987.
Wahid bahkan memparipurnakan pendidikannya dengan mengambil program S1 di Fakultas Hukum Universitas Muhammadiyah demi meraih gelar SH (sarjana hukum) tahun 2005 setelah ia meraih gelar doktor.
5. Dr. Suhartoyo
Hakim pada Pengadilan Tinggi Denpasar Suhartoyo terpilih menjadi Hakim Konstitusi menggantikan Ahmad Fadlil Sumadi yang habis masa jabatannya sejak 7 Januari 2015 lalu. Pada 17 Januari 2015, pria kelahiran Sleman ini mengucap sumpah di hadapan Presiden Jokowi.Mantan Ketua PN Jakarta DSelaran, Ketua PN Pontianak, dan Ketua PN Praya ini menempuh kuliah S1 di Universitas Islam Indonesia. Kemudian dia melanjutkan kuliah S2 di Universitas Tarumanagara, dan S3 di Universitas Jayabaya.
6. Dr. Manahan M.P Sitompul
Manahan Malontinge Pardamean Sitompul terpilih menggantikan Hakim Konstitusi Muhammad Alim yang memasuki masa purna jabatan April 2015. Dia lahir di Tarutung, 8 Desember 1953.
Anak kedua dari 10 bersaudara ini menamatkan pendidikan dasarnya di SDN IX Sibolga dan lanjut ke SMP Nasrani Medan yang kemudian menamatkan SMA di SMA Negeri 1 Medan.
Manahan selepas SMA mengikuti tes di Lembaga Pendidikan Perhubungan Udara dan diterima di jurusan Flight Services Officer (FSO) dan menjadi PNS Golongan IIA dan menjalani ikatan dinas selama 3 tahun.
Manahan lalu melanjutkan kuliah di Fakultas Hukum Universitas Sumatera Utara (USU) kelas karyawan dan lulus pada 1982. Selanjutnya karier hakimnya dimulai sejak dilantik di PN Kabanjahe pada 1986.
Lihat Juga :