Semangat Menyala Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dari Hulu Sungai Kapuas
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 00:32 WIB
loading...
A
A
A
”Itu yang awalnya memotivasi saya ikut PBG ini. Mau ukur kemampuan, sebenarnya saya masih mampu atau tidak ya, karena sudah lama tidak ikut pelatihan,” tutur Tafik menceritakan awal dirinya ikut program PBG di sela-sela dirinya mengajar di TK Pembina Kubu Raya Kecamatan Kubu Kabupaten Kubu Raya, Kalbar, Jumat (13/9/2023)
Tatik menceritakan, motivasi untuk terus mengasah kemampuan sebagai guru-lah yang kemudian membuatnya tanpa pikir panjang mendaftar program PBG yang digagas Pemkab Kubu Raya bersama PSF. Gayung bersambut, selain pendaftaranya sebagai peserta PBG diterima, sang suaminya pun memberi dukungan dirinya mengikuti pelatihan sebagai anggota PBG
Meski restu dari sang suami telah dikantongi, ikhtiar Tafik menambah ilmu sebagai seorang guru tak berjalan mudah. Wanita yang kini diberi amanah menjadi Plt Kepala Sekolah di TK Pembina Kubu Raya ini wajib mengikuti pelatihan sebagai anggota PBG dengan menempuh perjalanan sekitar dua jam dari desanya menuju tempat pelatihan di pusat kota Kabupaten Kubu Raya. Pelatihan PBG sendiri terkadang dilakukan seminggu dua kali. Itu artinya selama mengikuti pelatihan PBG dirinya harus menempuh perjalanan selama 4 jam pulang pergi.
Untuk menuju tempat pelatihan PBG di pusat Kota Kubu Raya sebenarnya ada dua alternatif bagi Tafik. Pertama melewati jalan darat dengan sepeda motor selama dua jam. Atau satunya menggunakan kapal speed boad melewati Sungai Kapuas Hulu yang bisa diakses di dekat tempat tinggal Tafik di Kecamatan Kubu. Lalu lintas menggunakan speed boad selama ini memang akrab bagi warga sekitar Sungai Kapuas. Tapi karena dari segi biaya lebih irit, Tafik memutuskan memilih menggunakan jalan darat.
Berbekal sepeda motor, Tafik rela pulang pergi selama 4 jam untuk mengikuti pelatihan PBG. Motivasinya yang besar untuk menambah ilmu di PBG mengalahkan rasa lelah dari rutinitasnya pulang pergi menggunakan sepeda motor selama pelatihan. Bahkan hujan sekalipun tak menjadi penghalang.
“Pernah suatu ketika waktu di jalan turun hujan, saya tidak mau berhenti untuk berteduh. Selama masih pakai helm, saya tidak takut hujan dan akan terus memacu motor saya,”cerita perempuan yang sudah memiliki dua anak ini bersemangat.
Bahkan Tafik juga mengaku pernah keguguran karena aktivitasnya yang padat dan tak kenal lelah mengikuti pelatihan PBG. “Ya mungkin dengan kejadian itu, tuhan mau menunjukkan sesuatu yang baik untuk saya.Mungkin juga sudah jalannya seperti itu,” ujar wanita yang mendapatkan gelar SPd dari Universitas Tanjung Pura ini tanpa penyesalan.
Tatik menceritakan, motivasi untuk terus mengasah kemampuan sebagai guru-lah yang kemudian membuatnya tanpa pikir panjang mendaftar program PBG yang digagas Pemkab Kubu Raya bersama PSF. Gayung bersambut, selain pendaftaranya sebagai peserta PBG diterima, sang suaminya pun memberi dukungan dirinya mengikuti pelatihan sebagai anggota PBG
Meski restu dari sang suami telah dikantongi, ikhtiar Tafik menambah ilmu sebagai seorang guru tak berjalan mudah. Wanita yang kini diberi amanah menjadi Plt Kepala Sekolah di TK Pembina Kubu Raya ini wajib mengikuti pelatihan sebagai anggota PBG dengan menempuh perjalanan sekitar dua jam dari desanya menuju tempat pelatihan di pusat kota Kabupaten Kubu Raya. Pelatihan PBG sendiri terkadang dilakukan seminggu dua kali. Itu artinya selama mengikuti pelatihan PBG dirinya harus menempuh perjalanan selama 4 jam pulang pergi.
Untuk menuju tempat pelatihan PBG di pusat Kota Kubu Raya sebenarnya ada dua alternatif bagi Tafik. Pertama melewati jalan darat dengan sepeda motor selama dua jam. Atau satunya menggunakan kapal speed boad melewati Sungai Kapuas Hulu yang bisa diakses di dekat tempat tinggal Tafik di Kecamatan Kubu. Lalu lintas menggunakan speed boad selama ini memang akrab bagi warga sekitar Sungai Kapuas. Tapi karena dari segi biaya lebih irit, Tafik memutuskan memilih menggunakan jalan darat.
Berbekal sepeda motor, Tafik rela pulang pergi selama 4 jam untuk mengikuti pelatihan PBG. Motivasinya yang besar untuk menambah ilmu di PBG mengalahkan rasa lelah dari rutinitasnya pulang pergi menggunakan sepeda motor selama pelatihan. Bahkan hujan sekalipun tak menjadi penghalang.
“Pernah suatu ketika waktu di jalan turun hujan, saya tidak mau berhenti untuk berteduh. Selama masih pakai helm, saya tidak takut hujan dan akan terus memacu motor saya,”cerita perempuan yang sudah memiliki dua anak ini bersemangat.
Bahkan Tafik juga mengaku pernah keguguran karena aktivitasnya yang padat dan tak kenal lelah mengikuti pelatihan PBG. “Ya mungkin dengan kejadian itu, tuhan mau menunjukkan sesuatu yang baik untuk saya.Mungkin juga sudah jalannya seperti itu,” ujar wanita yang mendapatkan gelar SPd dari Universitas Tanjung Pura ini tanpa penyesalan.
Lihat Juga :