Semangat Menyala Pahlawan Tanpa Tanda Jasa dari Hulu Sungai Kapuas
Sabtu, 14 Oktober 2023 - 00:32 WIB
loading...
A
A
A
Beratnya rutinitas mengikuti pelatihan program PBG terkadang juga membuat Tafik hampir patah semangat. Pernah suatu ketika terlintas di pikirannya untuk berhenti mengikuti pelatihan karena tugasnya sebagai seorang istri dan juga ibu bagi dua anaknya mau tidak mau juga ikut terganggu.
“Sebenarnya apa yang saya cari dengan berangkat pagi untuk ikut pelatihan meninggalkan suami dan anak? Pikiran itu sempat terlintas. Tapi dukungan teman-teman dan juga niatan saya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain membuat saya membuang jauh pikiran-pikiran tersebut,” tutur Tafik yang mengaku dirinya merupakan keluarga transmigran asal Jember, Jawa Timur.
Suka duka perjuangan Tafik mengikuti pelatihan PBG akhirnya mulai terbayar Dan kini hasilnya sudah ia rasakan dengan bertambahnya kemampuan dan kompetensinya sebagai guru.
Sebagai anggota guru inti PBG, dirinya juga menjadi salah satu guru pelopor yang akan diberi tanggung jawab Pemkab Kubu Raya untuk menularkan ilmu yang didapatkan di PBG ke rekan seprofesinya baik itu guru jenjang PAUD, SD maupun SMP.
“Selama saya bisa bermanfaatkan bagi orang lain, saya akan terus menambah ilmu. Saya tidak memikirkan hasilnya nanti seperti apa, pokoknya ikhlas saja,”katanya.
Chairman, Board of Executive PSF, George Yudistira Irawan menyebutkan, selama pelaksanaan PBG di Kubu Raya, PSF telah memberdayakan 35 Guru Inti dan 10 pengelola PBG sebagai agen perubahan untuk percepatan pemerataan pendidikan.
“Dengan semangat dari guru, oleh guru, dan untuk guru, PBG kami harapkan bisa menjembatani akses jarak, informasi, dan biaya agar guru-guru di Kubu Raya mendapatkan pengalaman pembelajaran praktis yang berkualitas,” kata George.
“Sebenarnya apa yang saya cari dengan berangkat pagi untuk ikut pelatihan meninggalkan suami dan anak? Pikiran itu sempat terlintas. Tapi dukungan teman-teman dan juga niatan saya untuk bisa bermanfaat bagi orang lain membuat saya membuang jauh pikiran-pikiran tersebut,” tutur Tafik yang mengaku dirinya merupakan keluarga transmigran asal Jember, Jawa Timur.
Suka duka perjuangan Tafik mengikuti pelatihan PBG akhirnya mulai terbayar Dan kini hasilnya sudah ia rasakan dengan bertambahnya kemampuan dan kompetensinya sebagai guru.
Sebagai anggota guru inti PBG, dirinya juga menjadi salah satu guru pelopor yang akan diberi tanggung jawab Pemkab Kubu Raya untuk menularkan ilmu yang didapatkan di PBG ke rekan seprofesinya baik itu guru jenjang PAUD, SD maupun SMP.
“Selama saya bisa bermanfaatkan bagi orang lain, saya akan terus menambah ilmu. Saya tidak memikirkan hasilnya nanti seperti apa, pokoknya ikhlas saja,”katanya.
Chairman, Board of Executive PSF, George Yudistira Irawan menyebutkan, selama pelaksanaan PBG di Kubu Raya, PSF telah memberdayakan 35 Guru Inti dan 10 pengelola PBG sebagai agen perubahan untuk percepatan pemerataan pendidikan.
“Dengan semangat dari guru, oleh guru, dan untuk guru, PBG kami harapkan bisa menjembatani akses jarak, informasi, dan biaya agar guru-guru di Kubu Raya mendapatkan pengalaman pembelajaran praktis yang berkualitas,” kata George.
(wyn)
Lihat Juga :