Urgensi Pelajar Terapkan Etika dan Tata Krama saat Berinteraksi di Dunia Maya
Rabu, 25 Oktober 2023 - 12:45 WIB
loading...
Pengunaan etika atau tata krama dalam menggunakan internet (netiket) sangat penting bagi para pelajar untuk menghindari dampak negatif. Foto/kemenpora
A
A
A
JAKARTA - Pengunaan etika atau tata krama dalam menggunakan internet (netiket) sangat penting bagi para pelajar sebab proses interaksi di dunia maya terjadi antarmanusia.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat Suprianto mengatakan, interaksi di dunia maya bukan dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya. Karena itu dibutuhkan etika dan kompetensi literasi digital.
”Interaksi di dunia digital butuh kompetensi literasi digital terkait netiket. Yakni kompetensi mengakses informasi, menyeleksi dan menganalisis, paham netiket membentengi diri dari tindakan negatif, memproduksi dan mendistribusikan, memverifikasi pesan, partisipasi membangun relasi, dan kompetensi berkolaborasi data dan informasi dengan aman dan nyaman di platform digital,” jelas Suprianto dalam diskusi virtual bertajuk ”Etika Pelajar di Dunia Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (25/10).
Baca juga: Para Pelajar Harus Junjung Tinggi Etika dan Etiket di Dunia Digital
Diskusi untuk meningkatkan literasi dan pemahaman terkait teknologi digital bagi komunitas pendidikan itu diikuti secara nobar oleh siswa dari berbagai sekolah menengah di Sumbawa Barat. Di antaranya, SMPN 1 Jereweh, SMPN 1 Brang Rea, SMPN 1 Seteluk, SMPN 1 Brang Ene, SMPN 1 Taliwang, SMPN 3 Taliwang, SMPN 4 Taliwang, dan SMPN 5 Taliwang.
Suprianto mengingatkan, etika pelajar saat berada di dunia maya hendaknya mau menghindari berbagai konten negatif. ”Seperti pelanggaran kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan pengancaman, penyebaran berita bohong yang menyesatkan, serta penyebaran kebencian atau permusuhan berdasar SARA,” sebutnya.
Kepala Cabang Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Sumbawa Barat Suprianto mengatakan, interaksi di dunia maya bukan dengan deretan karakter huruf di layar monitor, namun dengan karakter manusia sesungguhnya. Karena itu dibutuhkan etika dan kompetensi literasi digital.
”Interaksi di dunia digital butuh kompetensi literasi digital terkait netiket. Yakni kompetensi mengakses informasi, menyeleksi dan menganalisis, paham netiket membentengi diri dari tindakan negatif, memproduksi dan mendistribusikan, memverifikasi pesan, partisipasi membangun relasi, dan kompetensi berkolaborasi data dan informasi dengan aman dan nyaman di platform digital,” jelas Suprianto dalam diskusi virtual bertajuk ”Etika Pelajar di Dunia Digital” yang digelar Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) bekerja sama dengan Kantor Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), Rabu (25/10).
Baca juga: Para Pelajar Harus Junjung Tinggi Etika dan Etiket di Dunia Digital
Diskusi untuk meningkatkan literasi dan pemahaman terkait teknologi digital bagi komunitas pendidikan itu diikuti secara nobar oleh siswa dari berbagai sekolah menengah di Sumbawa Barat. Di antaranya, SMPN 1 Jereweh, SMPN 1 Brang Rea, SMPN 1 Seteluk, SMPN 1 Brang Ene, SMPN 1 Taliwang, SMPN 3 Taliwang, SMPN 4 Taliwang, dan SMPN 5 Taliwang.
Suprianto mengingatkan, etika pelajar saat berada di dunia maya hendaknya mau menghindari berbagai konten negatif. ”Seperti pelanggaran kesusilaan, perjudian, penghinaan atau pencemaran nama baik, pemerasan dan pengancaman, penyebaran berita bohong yang menyesatkan, serta penyebaran kebencian atau permusuhan berdasar SARA,” sebutnya.
Lihat Juga :