Peneliti Pustral UGM Keluarkan Hasil Riset Soal Transportasi, Ini Hasilnya

Rabu, 05 Agustus 2020 - 11:52 WIB
loading...
Peneliti Pustral UGM...
Pengguna setia Gojek dua setengah (2,5) kali lebih tinggi dibanding kompetitornya. Ini terkait peran ojol dan taksi online (taksol) sebagai pelengkap. Foto/Istimewa
A A A
JAKARTA - Pengguna setia Gojek dua setengah (2,5) kali lebih tinggi dibandingkan kompetitornya. Ini terkait peran ojek online (ojol) dan taksi online (taksol) sebagai pelengkap (komplementer) integrasi antar-moda transportasi publik.

(Baca juga: Indonesia Peringkat 20 Kematian Covid-19 di Kawasan Asia)

Data riset berjudul Ojek Online Ancaman atau Pelengkap atau Nothing bagi Bus TJ?” memaparkan keberadaan transportasi online telah menjadi pelengkap dari transportasi publik. Terutama TransJakarta (TJ), MRT, dan Commuter Line seperti di Jabodetabek.
Peneliti Pustral UGM Keluarkan Hasil Riset Soal Transportasi, Ini Hasilnya

Riset tersebut dilakukan Muhammad Zudhy Irawan, pengajar di Fakultas Teknik Universitas Gadjahmada (UGM) dan Peneliti Pusat Studi Transportasi dan Logistik (Pustral) UGM periode 2019-2020.

(Baca juga: Enam Kasus Baru, Total 1.264 WNI di Luar Negeri Terkonfirmasi Covid-19)

Secara lebih rinci, Gojek unggul dari sisi ketersediaan driver, perilaku driver ke pengguna layanan, kemudahan penggunaan aplikasi, serta keamanan dan keselamatan. Meskipun dari sisi diskon kalah dari kompetitornya.

Data riset tersebut menjadi salah satu data dipaparkan dalam diskusi media bertajuk 'Gojek dan Masa Depan Integrasi Antar-Moda Transportasi Publik di Jabodetabek', Selasa 4 Agustus 2020.

Sekretaris Jenderal Masyarakat Transportasi Indonesia (MTI) Harya S Dillon mengungkapkan, dari berbagai data riset terlihat kesan kompetisi antar-moda transportasi sudah berakhir. Termasuk dengan transportasi online.

"Data menunjukkan tidak ada kompetisi. Justru komplementer antar kendaraan ojek online dengan kendaraan umum," kata Harya dalam pers rilis, Rabu (5/8/2020).

Dari riset lanjut Harya, sekitar 45% pengguna transportasi publik di Jabodetabek telah memfungsikan ojek online sebagai solusi first-mile-last-mile (sarana penghubung awal dan akhir perjalanan).

Debat MRT vs TJ juga sudah berakhir. TJ sempat rekor satu juta penumpang per hari. Pada saat yang sama, grafik atau jumlah penumpang MRT juga meningkat. Harya mengatakan, surplus konsumen semakin tinggi. "Harusnya sekarang ini, mobillitas tinggi. preferensi masyarakat untuk naik transportasi publik semakin tinggi," ujarnya.

Kunci keberhasilan integrasi antar-moda transportasi terdiri atas beberapa hal. Pertama, kata Harya, responsif. Layanan yang beroritentasi konsumen. Kedua, terencana dan terlembagakan. "Tidak kalah penting adalah tidak ada hambatan regulasi dan birokrasi. Dengan begitu efisiensi akan lebih mudah terwujud," ucapnya.

Head of Transport Gojek Group, Raditya Wibowo memaparkan, rangkaian solusi Gojek termasuk layanan GoRide dan GoCar menjadi pilihan utama sarana penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) bagi pengguna transportasi publik di Jabodetabek.

Jumlah perjalanan dengan Gojek dari dan menuju hub transportasi meningkat 46% setiap tahunnya. "Kenaikan tersebut menunjukkan kehadiran layanan GoRide dan GoCar telah menjadi bagian penting yang melengkapi transportasi publik guna memenuhi kebutuhan mobilitas masyarakat di wilayah urban seperti Jabodetabek," ungkap Raditya.

Data internal Gojek mencatat satu dari dua pelanggan Gojek pernah menggunakan layanan Gojek dari atau menuju hub transportasi. Kemudian, jumlah pengguna yang menggunakan layanan GoRide dan GoCar untuk mencapai stasiun MRT pada Desember 2019 meningkat hampir tujuh (7) kali lipat sejak MRT diluncurkan.

Sebelas (11) lokasi stasiun KRL Commuter Line dan Kereta Jarak Jauh juga menjadi titik berangkat dan tujuan yang paling sering dipesan pengguna layanan GoRide di Jabodetabek.

Raditya menjelaskan, masyarakat yang menggunakan GoRide dan GoCar sebagai penghubung awal dan akhir perjalanan (first-mile-last-mile) ke pusat transportasi publik juga menghemat waktu perjalanan hingga 40%.

Fitur dan layanan GoRide Instan mampu memangkas waktu tunggu pengguna hingga 40% di berbagai titik hubung transportasi publik seperti Stasiun MRT, KRL, dan Transjakarta.
(maf)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Pusing Nganggur? Transjakarta...
Pusing Nganggur? Transjakarta Buka Lowongan untuk Lulusan SMA/SMK, Buruan Daftar!
Mau Jadi PNS Bidang...
Mau Jadi PNS Bidang Transportasi? Pilih 6 Sekolah Kedinasan Kemenhub Sepi Peminat Ini
Mahasiswa Universitas...
Mahasiswa Universitas Pertamina Gagas Solusi untuk Mengurangi Waktu Tunggu Transjakarta
Gelar Seminar Internasional,...
Gelar Seminar Internasional, PIP Semarang Siapkan SDM Bidang Transportasi Profesional
Survei BPS: Sebagian...
Survei BPS: Sebagian Besar Siswa/Mahasiswa Pakai Kendaraan Pribadi ke Sekolah dan Kampus
8 PTN yang Punya Bus...
8 PTN yang Punya Bus Kampus, Solusi Kurangi Polusi Udara
Pembangunan Transportasi...
Pembangunan Transportasi Publik Mampu Sejahterakan Warga Daerah
Potret Transportasi...
Potret Transportasi Tradisional untuk Menyeberangi Sungai Cisadane
Pramono Buka Peluang...
Pramono Buka Peluang Tambah Golongan Penerima Tarif Gratis Transportasi Umum
Rekomendasi
Bolehkah Menggabungkan...
Bolehkah Menggabungkan Niat Puasa Sunnah?
Indonesia Tak Lagi Bergantung...
Indonesia Tak Lagi Bergantung Impor Minyak Timur Tengah
PLN EPI Dorong UMKM...
PLN EPI Dorong UMKM Naik Kelas lewat Budidaya Madu Kelulut
Berita Terkini
Reuni Harmoni Lintas...
Reuni Harmoni Lintas Generasi
UNJ Berkolaborasi dengan...
UNJ Berkolaborasi dengan DMI Perkuat Gerakan Air Bersih untuk Jakarta
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota...
OSN SMA Tingkat Kabupaten/Kota 2026 Segera Dimulai, Simak Tata Tertibnya
Perbedaan SPMB Bersama...
Perbedaan SPMB Bersama dan PMB Sekolah Swasta Gratis Jakarta 2026, Simak Syarat dan Jadwalnya
SPMB Banten 2026 Jenjang...
SPMB Banten 2026 Jenjang SMK Dibuka Hari Ini, Berikut Cara Daftarnya
Peneliti UNEJ Ungkap...
Peneliti UNEJ Ungkap Keunikan Puyuh Gonggong, Fauna Endemik Jember yang Rentan Punah
Infografis
Jakarta Gencar Bersih-bersih...
Jakarta Gencar Bersih-bersih Ikan Sapu-sapu, Ini Alasannya
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved