Kemendikbudristek Luncurkan Matching Fund 2024 dengan Skema Multiyears
Minggu, 29 Oktober 2023 - 11:18 WIB
loading...
A
A
A
Masih menurut Beny, dari sisi dana padanan kolaborasi yang dikeluarkan, baik oleh DUDI maupun Direktorat Jenderal Pendidikan Vokasi, juga terus mengalami peningkatan, dengan dana dari DUDI yang lebih tinggi.
“Tahun 2023 total ada sekitar Rp200 miliar dana kolaborasi yang dikelola melalui program Matching Fund, di mana dana dari industri lebih besar dari dana yang diberikan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi,” kata Beny.
Dengan tren yang terus positif tersebut, Beny berharap ke depannya program Matching Fund Vokasi dapat terus berjalan meskipun tidak lagi mendapat bantuan dana dari pemerintah.
Sementara itu, tiga tahun pelaksanaan Matching Fund atau Dana Padanan telah memberikan dampak peningkatan yang signifikan pada Global Innovation Index (GII) atau Indeks Inovasi Indonesia serta Score University-Industry Collaboration atau skor kolaborasi antara industri dan universitas di Indonesia.
Pada 2021, GII yang menilai tingkat produktivitas dan inovasi, menempatkan Indonesia di peringkat 87. Akan tetapi, peringkat tersebut kemudian naik ke peringkat 75 pada tahun 2022 dan semakin naik ke peringkat 61 dari 132 negara di tahun 2023.
Tidak hanya GII, program Matching Fund juga berdampak pada peningkatan signifikan skor dari University-Industry Collaboration. Pada 2020 skor University-Industry Collaboration Indonesia adalah 53.5. Sementara itu, pada tahun 2023 skor Indonesia mencapai 87.4 atau meningkat 38%.
“Tahun 2023 total ada sekitar Rp200 miliar dana kolaborasi yang dikelola melalui program Matching Fund, di mana dana dari industri lebih besar dari dana yang diberikan oleh Ditjen Pendidikan Vokasi,” kata Beny.
Dengan tren yang terus positif tersebut, Beny berharap ke depannya program Matching Fund Vokasi dapat terus berjalan meskipun tidak lagi mendapat bantuan dana dari pemerintah.
Sementara itu, tiga tahun pelaksanaan Matching Fund atau Dana Padanan telah memberikan dampak peningkatan yang signifikan pada Global Innovation Index (GII) atau Indeks Inovasi Indonesia serta Score University-Industry Collaboration atau skor kolaborasi antara industri dan universitas di Indonesia.
Pada 2021, GII yang menilai tingkat produktivitas dan inovasi, menempatkan Indonesia di peringkat 87. Akan tetapi, peringkat tersebut kemudian naik ke peringkat 75 pada tahun 2022 dan semakin naik ke peringkat 61 dari 132 negara di tahun 2023.
Tidak hanya GII, program Matching Fund juga berdampak pada peningkatan signifikan skor dari University-Industry Collaboration. Pada 2020 skor University-Industry Collaboration Indonesia adalah 53.5. Sementara itu, pada tahun 2023 skor Indonesia mencapai 87.4 atau meningkat 38%.
(nnz)
Lihat Juga :