GSM Dorong Sekolah di Pinggiran Yogyakarta Berkualitas Internasional
Selasa, 05 Desember 2023 - 18:56 WIB
loading...
A
A
A
Akan tetapi, di sisi lain terlihat kesenjangan yang semakin menguak ke permukaan karena pada akhirnya hanya orang-orang yang mempunyai sumber kapita tinggi yang bisa menikmati berbagai inovasi itu.
Rizal kemudian mengajukan pertanyaan kepada audiens, "Kira-kira siapa yang akan menikmati kemajuan-kemajuan tersebut?” Tentu saja orang-orang yang bisa menikmatinya adalah masyarakat dari kelas atas yang mampu berpikir kritis dan memiliki sumber kapita yang tinggi. Lalu bagaimana caranya masyarakat dari kelas bawah bisa menang?," tanya dia, dalam keterangan resmi, Selasa (5/12/2023).
Rizal melanjutkan, salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan kebahagiaan dalam berbagai aspek termasuk pendidikan.
Kebahagiaan ini, ujarnya, yang luput dari pendidikan di Indonesia.
Data yang ditemukan di lapangan menunjukkan angka hampir 87% dari mereka tidak lulus SD hingga SMA dan bahkan hanya 13% saja yang bisa lulus D3 hingga sarjana.
Salah satu cara untuk mengubah topografi tersebut adalah dengan menjadikan sekolah-sekolah Non RTO yang terabaikan menjadi sekolah yang menyenangkan untuk belajar. Oleh karena itu, salah satu sorotan utama acara ini adalah pemaparan dari Rizal mengenai peran guru dalam membangun suasana kelas yang menyenangkan bagi siswa sehingga mereka merasa senang dan dihargai di sekolah.
Baca juga: Membangun Pembelajaran Menyenangkan agar Anak Mencintai Sekolah
Suasana tersebut diharapkan dapat mengurangi kasus bullying, kekerasan, ketidak-aktifan di sekolah, dan perilaku tidak baik lainnya yang menjadi persoalan utama pada sekolah-sekolah Non RTO.
Rizal mencoba memberikan perbandingan dengan memaparkan kondisi sekolah di Australia. "Ciri sekolah di Australia, apabila guru bertanya sontak para siswa berebut untuk menjawab," ungkapnya.
Rizal kemudian mengajukan pertanyaan kepada audiens, "Kira-kira siapa yang akan menikmati kemajuan-kemajuan tersebut?” Tentu saja orang-orang yang bisa menikmatinya adalah masyarakat dari kelas atas yang mampu berpikir kritis dan memiliki sumber kapita yang tinggi. Lalu bagaimana caranya masyarakat dari kelas bawah bisa menang?," tanya dia, dalam keterangan resmi, Selasa (5/12/2023).
Rizal melanjutkan, salah satu caranya adalah dengan menumbuhkan kebahagiaan dalam berbagai aspek termasuk pendidikan.
Kebahagiaan ini, ujarnya, yang luput dari pendidikan di Indonesia.
Data yang ditemukan di lapangan menunjukkan angka hampir 87% dari mereka tidak lulus SD hingga SMA dan bahkan hanya 13% saja yang bisa lulus D3 hingga sarjana.
Salah satu cara untuk mengubah topografi tersebut adalah dengan menjadikan sekolah-sekolah Non RTO yang terabaikan menjadi sekolah yang menyenangkan untuk belajar. Oleh karena itu, salah satu sorotan utama acara ini adalah pemaparan dari Rizal mengenai peran guru dalam membangun suasana kelas yang menyenangkan bagi siswa sehingga mereka merasa senang dan dihargai di sekolah.
Baca juga: Membangun Pembelajaran Menyenangkan agar Anak Mencintai Sekolah
Suasana tersebut diharapkan dapat mengurangi kasus bullying, kekerasan, ketidak-aktifan di sekolah, dan perilaku tidak baik lainnya yang menjadi persoalan utama pada sekolah-sekolah Non RTO.
Rizal mencoba memberikan perbandingan dengan memaparkan kondisi sekolah di Australia. "Ciri sekolah di Australia, apabila guru bertanya sontak para siswa berebut untuk menjawab," ungkapnya.
Lihat Juga :