Sosok Ega Ayu, Peraih KIP Kuliah yang Lulus Cum Laude dari UNY
Jum'at, 01 Maret 2024 - 16:20 WIB
loading...
A
A
A
“Saya sangat bersyukur bisa mendapat bantuan pendidikan KIP Kuliah. Karena itu saya tidak akan menyia-nyiakan waktu kuliah saya” jujur Ega.
Baca juga: 4 Perbedaan Gelar Cumlaude, Magna Cumlaude, Summa Cumlaude, dan Maxima Cumlaude
Masuk semester 6, warga Jabung, Pandowoharjo, Sleman tersebut menjadi guru les mengajar calistung untuk anak PAUD dan TK. Ia juga mengajar anak-anak SD untuk semua mata pelajaran dengan sistem door to door ke rumah muridnya.
Selama masa skripsi, Ega juga sudah bekerja menjadi guru honorer di salah satu SMP swasta. Selain untuk mencari biaya tambahan dan mengisi waktu yang cukup luang, pekerjaan ini menjadi satu langkah pertama untuk meraih cita-citanya sebagai seorang guru.
Ega juga membagikan tips belajar dan membagi waktu di sela-sela kesibukan kuliah dan organisasinya.
“Kalau ada tugas sebisa mungkin dicicil walaupun sedikit. Misalnya deadline tugas 2 minggu, setiap hari harus membuka file tugas tersebut agar tetap ada progress, jangan mepet deadline. Trik tersebut membantu saya dalam membagi waktu karena saya sendiri merupakan tipe pembelajar yang harus bikin skala prioritas," imbuhnya.
Ega berharap setelah lulus dapat melanjutkan Program Profesi Guru (PPG) agar bisa mengikuti tes PPPK dan menjadi guru yang professional di bidangnya.
Baca juga: 4 Perbedaan Gelar Cumlaude, Magna Cumlaude, Summa Cumlaude, dan Maxima Cumlaude
Masuk semester 6, warga Jabung, Pandowoharjo, Sleman tersebut menjadi guru les mengajar calistung untuk anak PAUD dan TK. Ia juga mengajar anak-anak SD untuk semua mata pelajaran dengan sistem door to door ke rumah muridnya.
Selama masa skripsi, Ega juga sudah bekerja menjadi guru honorer di salah satu SMP swasta. Selain untuk mencari biaya tambahan dan mengisi waktu yang cukup luang, pekerjaan ini menjadi satu langkah pertama untuk meraih cita-citanya sebagai seorang guru.
Ega juga membagikan tips belajar dan membagi waktu di sela-sela kesibukan kuliah dan organisasinya.
“Kalau ada tugas sebisa mungkin dicicil walaupun sedikit. Misalnya deadline tugas 2 minggu, setiap hari harus membuka file tugas tersebut agar tetap ada progress, jangan mepet deadline. Trik tersebut membantu saya dalam membagi waktu karena saya sendiri merupakan tipe pembelajar yang harus bikin skala prioritas," imbuhnya.
Ega berharap setelah lulus dapat melanjutkan Program Profesi Guru (PPG) agar bisa mengikuti tes PPPK dan menjadi guru yang professional di bidangnya.
(nnz)
Lihat Juga :