Hadirkan KSP Moeldoko, UPNVJ Gelar Kuliah Umum Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045
Kamis, 14 Maret 2024 - 21:38 WIB
loading...
A
A
A
KSP Moeldoko menjelaskan dalam kuliah umum kali ini bahwa mengelola negara sebesar Indonesia tidak mudah, karena berhadapan dengan berbagai tantangan kompleks. Dia menyoroti perubahan yang cepat di dunia, termasuk terkait dampak pandemi Covid-19 dan konflik geopolitik global seperti Perang Rusia-Ukraina dan konflik berkepanjangan Palestina-Israel yang turut berimbas ke Indonesia.
"Dalam menghadapi tantangan ini, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama. Indonesia perlu fokus pada pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta transformasi ekonomi menuju green economy," jelas KSP Moeldoko.
Visi Indonesia Emas 2045
![Hadirkan KSP Moeldoko, UPNVJ Gelar Kuliah Umum Komitmen Menuju Indonesia Emas 2045]()
Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menekankan pentingnya penyiapan SDM sebagai strategi utama dalam memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncak pada 2030 menuju Indonesia Emas 2045.
Menyoroti potensi Indonesia, KSP Moeldoko menekankan bahwa negara ini memiliki modal besar dalam bentuk sumber daya alam, infrastruktur, modal ekonomi, serta modal sosial dan manusia. Dia menegaskan pentingnya memanfaatkan kreativitas, inovasi, dan semangat kepemimpinan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
"Dalam menghadapi tantangan ini, peningkatan kualitas SDM menjadi kunci utama. Indonesia perlu fokus pada pembangunan infrastruktur, penyederhanaan regulasi dan birokrasi, serta transformasi ekonomi menuju green economy," jelas KSP Moeldoko.
Visi Indonesia Emas 2045

Moeldoko mengatakan bahwa Presiden Joko Widodo telah menekankan pentingnya penyiapan SDM sebagai strategi utama dalam memanfaatkan bonus demografi yang diperkirakan mencapai puncak pada 2030 menuju Indonesia Emas 2045.
Menyoroti potensi Indonesia, KSP Moeldoko menekankan bahwa negara ini memiliki modal besar dalam bentuk sumber daya alam, infrastruktur, modal ekonomi, serta modal sosial dan manusia. Dia menegaskan pentingnya memanfaatkan kreativitas, inovasi, dan semangat kepemimpinan untuk mengoptimalkan potensi tersebut.
Lihat Juga :