Pakar Undip Gandeng Pemkab Grobogan Kelola Limbah Tahu dan Ternak Jadi Energi Listrik
Senin, 18 Maret 2024 - 08:30 WIB
loading...
A
A
A
Pembangunan IPAL untuk 22 UKM dilakukan melalui program Matching Fund Kedaireka KemdikbudDikti pada tahun 2022 lalu, bertujuan mengurangi cemaran air dalam rangka konservasi air dan pemanfaatan digester untuk biogas sebagai energi yang ramah lingkungan.
Tim Undip juga melakukan penguatan pengetahuan dan kelembagaan dalam mendukung konservasi air dan energi di desa Sugihmanik. Termasuk melakukan penanaman pohon bersama.
Tahun 2023, tim Undip melakukan proses daur ulang limbah lainnya menjadi produk yang bermanfaat, antara lain mengolah limbah cair tahu menjadi pupuk organik dan nata de soya serta mengolah limbah padat menjadi kompos.
Untuk mengoptimalkan biogas yang dihasilkan oleh IPAL, Pemkab Grobogan mengajak tim Undip untuk turut serta menambah pemanfaatan biogas dalam bentuk tambahan 5 kompor biogas dan konversi biogas menjadi energi listrik yang dimanfaatkan untuk penerangan jalan umum.
Dengan adanya potensi limbah sapi yang ada di sekitar IPAL, maka dilakukan penambahan digester untuk limbah tahu dan limbah ternak sapi. Program optimalisasi biogas oleh Prof Dr. Sri Hartini, S.T., M.T. bersama timnya yang beranggotakan Dr. Muchammad, S.T., M.T.; Dr. Diana Puspita Sari; dan Dr. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si. juga turut menggandeng tim dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), yaitu Dr. Suroto Munahar, S.T., M.T. dan Bagiyo Condro Purnomo, S.T., M.Eng.
“Kami berharap masyarakat bisa memelihara IPAL dengan baik. Bagaimanapun hasil listrik dan nyala api yang dihasilkan sangat terkait dengan kualitas biogas. Biogas yang dihasilkan dipengaruhi oleh kualitas pemeliharaan IPAL,” ujar Sri Hartini seperti dikutip laman resmi Undip, Jumat (15/3/2024)
Tim Undip juga melakukan penguatan pengetahuan dan kelembagaan dalam mendukung konservasi air dan energi di desa Sugihmanik. Termasuk melakukan penanaman pohon bersama.
Tahun 2023, tim Undip melakukan proses daur ulang limbah lainnya menjadi produk yang bermanfaat, antara lain mengolah limbah cair tahu menjadi pupuk organik dan nata de soya serta mengolah limbah padat menjadi kompos.
Untuk mengoptimalkan biogas yang dihasilkan oleh IPAL, Pemkab Grobogan mengajak tim Undip untuk turut serta menambah pemanfaatan biogas dalam bentuk tambahan 5 kompor biogas dan konversi biogas menjadi energi listrik yang dimanfaatkan untuk penerangan jalan umum.
Dengan adanya potensi limbah sapi yang ada di sekitar IPAL, maka dilakukan penambahan digester untuk limbah tahu dan limbah ternak sapi. Program optimalisasi biogas oleh Prof Dr. Sri Hartini, S.T., M.T. bersama timnya yang beranggotakan Dr. Muchammad, S.T., M.T.; Dr. Diana Puspita Sari; dan Dr. Cahya Setya Utama, S.Pt., M.Si. juga turut menggandeng tim dari Universitas Muhammadiyah Magelang (UNIMMA), yaitu Dr. Suroto Munahar, S.T., M.T. dan Bagiyo Condro Purnomo, S.T., M.Eng.
“Kami berharap masyarakat bisa memelihara IPAL dengan baik. Bagaimanapun hasil listrik dan nyala api yang dihasilkan sangat terkait dengan kualitas biogas. Biogas yang dihasilkan dipengaruhi oleh kualitas pemeliharaan IPAL,” ujar Sri Hartini seperti dikutip laman resmi Undip, Jumat (15/3/2024)
(wyn)
Lihat Juga :