Jadi Ujung Tombak Perubahan, Ini Sederet Persoalan yang Masih Dihadapi Guru
Kamis, 09 Mei 2024 - 09:59 WIB
loading...
A
A
A
Sesi hari pertama diawali oleh Rizal selaku pendiri GSM dengan materi guru adalah kurikulum itu sendiri, lalu dilanjutkan dengan paparan materi Novi tentang implementasi Ruang Ketiga dalam pendidikan.
Pada hari kedua materi lebih terfokuskan pada bagaimana otak manusia bekerja, dan pendekatan Phenomenon Based Approach untuk mengatasi persoalan pendidikan. Pendekatan ini diharapkan akan menguatkan kesadaran guru-guru untuk berani keluar dari persoalan-persoalan yang menimpanya selama ini.
Peserta juga diajak untuk terlibat dalam kegiatan interaktif yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan pendekatan Phenomenon Based Approach.
Para guru menyelesaikan permasalahan nyata dan mencari solusi secara kolaboratif. Selain itu, para penggerak komunitas GSM juga membagikan pengalaman dan wawasan mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
Rizal dalam paparannya menekankan pentingnya peran guru dalam mengasah berpikir kritis siswa-siswi mereka.
“Sesi awal ketika para guru tadi berdiskusi dan berkelompok untuk menyelesaikan persoalan adalah agar para guru mendapatkan solusi dari hasil kesimpulannya sendiri,” ungkap Rizal.
Rizal mengajak para guru untuk memilah dan menimbang berbagai argumen yang diperolehnya baik melalui wawancara dengan dinas pendidikan, atasannya, kelompok lain atau membaca pemikiran-pemikiran sebelumnya.
Lalu bisa menyikapi berbagai literasi tersebut untuk menemukan pemikiran para guru sendiri yang mereka yakini untuk dilakukan. Kegiatan itu adalah agar para guru mengasah berpikir kritis yang harapannya akan ditularkan ke murid-muridnya atau di lingkungan kerjanya.
Pada hari kedua materi lebih terfokuskan pada bagaimana otak manusia bekerja, dan pendekatan Phenomenon Based Approach untuk mengatasi persoalan pendidikan. Pendekatan ini diharapkan akan menguatkan kesadaran guru-guru untuk berani keluar dari persoalan-persoalan yang menimpanya selama ini.
Peserta juga diajak untuk terlibat dalam kegiatan interaktif yang bertujuan untuk mengasah kemampuan berpikir kritis dengan menggunakan pendekatan Phenomenon Based Approach.
Para guru menyelesaikan permasalahan nyata dan mencari solusi secara kolaboratif. Selain itu, para penggerak komunitas GSM juga membagikan pengalaman dan wawasan mereka dalam menghadapi tantangan pendidikan saat ini.
Rizal dalam paparannya menekankan pentingnya peran guru dalam mengasah berpikir kritis siswa-siswi mereka.
“Sesi awal ketika para guru tadi berdiskusi dan berkelompok untuk menyelesaikan persoalan adalah agar para guru mendapatkan solusi dari hasil kesimpulannya sendiri,” ungkap Rizal.
Rizal mengajak para guru untuk memilah dan menimbang berbagai argumen yang diperolehnya baik melalui wawancara dengan dinas pendidikan, atasannya, kelompok lain atau membaca pemikiran-pemikiran sebelumnya.
Lalu bisa menyikapi berbagai literasi tersebut untuk menemukan pemikiran para guru sendiri yang mereka yakini untuk dilakukan. Kegiatan itu adalah agar para guru mengasah berpikir kritis yang harapannya akan ditularkan ke murid-muridnya atau di lingkungan kerjanya.
Lihat Juga :