Keren, Anak Driver Ojol Ini Jadi Lulusan Terbaik dan Diterima di 9 Kampus Terbaik Dunia

Jum'at, 31 Mei 2024 - 12:42 WIB
loading...
Keren, Anak Driver Ojol Ini Jadi Lulusan Terbaik dan Diterima di 9 Kampus Terbaik Dunia
Farhan Agus Ferdiansyah saat wisuda dan menjadi lulusan terbaik SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, Jawa Tengah, Sabtu (25/5/2024). Foto/Ist.
A A A
JAKARTA - Anak driver ojek online (ojol) Farhan Agus Ferdiansyah menjadi inspirasi karena tak hanya menjadi lulusan terbaik di sekolahnya. Namun ia dengan keterbatasan finansial ternyata mampu menembus 9 universitas terbaik dunia.

Farhan adalah lulusan terbaik SMA Unggulan CT Arsa Foundation Sukoharjo, Jawa Tengah. Ia adalah anak pengemudi ojol bernama Zaky Ryan Isnaini dan ibu bernama Lia Diana.

Diterima di 9 Kampus Top Dunia, Jatuhkan Hati ke Australia


Meski berasal dari keluarga sederhana nyatanya Farhan berhasil diterima tidak hanya di satu universitas namun sembilan universitas top mancanegara. Kabar ini pun menjadi kabar yang membanggakan dan menggembirakan bagi keluarganya tercinta.

Baca juga: Keren, Lulusan SWA 100 Persen Diterima di Kampus Top Dunia

Dengan berbagai pertimbangan, Farhan akhirnya memilih untuk berkuliah di University of Sydney di Australia. Di Negeri Kangguru itu Farhan akan mengambil studi Teknik Elektro.

"Insya Allah saya akan berangkat ke University of Sydney di Australia bulan Juni nanti," kata Farhan melalui siaran pers, dikutip Jumat (31/5/2024).

Minat Besar ke Sainstek


Jurusan Teknik Elektro ia pilih karena memang sejak kecil ia memiliki minat besar dengan dunia sains dan teknologi. Beranjak dewasa ia hobi mengutak atik komputer bahkan memperbaiki alat-alat elektronik yang rusak.

Baca juga: Keren! Anak Petani Asal Brebes Ini Diterima 13 Universitas Terbaik Dunia

"Jadi electrical engineering saya rasa adalah hal yang pas buat saya," tutur Farhan.

Gemar Ikut Kompetisi Sains


Farhan mengaku awalnya tidak pernah terbayang belajar di perguruan tinggi di luar negeri. Minatnya belajar di mancanegara baru muncul setelah mengikuti berbagai kompetisi sains.

"Tapi seiring berjalannya waktu, sering ikut olimpiade, saya tertarik belajar di luar negeri," katanya.

Ia pun berterima kasih kepada sekolah tersebut yang sudah memberi kesempatan untuk mengenyam pendidikan berkualitas secara cuma-cuma. Selain belajar dari guru-guru terbaik, jiwa kompetitif Farhan juga makin terasah selama belajar di SMA tersebut.

Baca juga: Diterima di 5 Kampus Top Dunia, Firila Mantap Pilih University of British Columbia

"Saya mendapatkan banyak kesempatan mengikuti lomba-lomba seperti OSN, dan berbagai universitas. Alhamdulillah mendapat beberapa juara dan beberapa juga ada yang hanya finalis," katanya.

Tekad dan Dukungan Orang Tua


Zaky, ayah Farhan, tak pernah menyangka sang anak akan menimba ilmu di luar negeri. Terlebih, kondisi ekonomi keluarga saat itu sedang terpuruk. Usaha Zaky bangkrut, harta habis, dan rumah disita bank.

Namun, kesulitan ekonomi tak menyurutkan semangat Zaky dan sang istri untuk memberikan pendidikan terbaik bagi Farhan. Mereka menyekolahkan Farhan di SMP negeri dan mendorongnya berprestasi agar diterima di SMA Unggulan CT Arsa Foundation.

Lia, ibu Farhan, terinspirasi dari buku biografi Chairul Tanjung "Si Anak Singkong". Ia ingin Farhan sukses dan bermanfaat bagi orang lain.

Baca juga: Daftar 10 Universitas Terbaik Dunia, Cocok Buat Lanjut Kuliah di Luar Negeri

"Saya ingin Farhan bisa seperti Pak CT, membantu anak-anak kurang mampu," kata Lia.

Lia pun mendorong anaknya terus mengejar prestasi. Farhan memang tidak pernah dituntut untuk menjadi juara, tapi ia diharuskan berusaha semaksimal mungkin.

"Harus semaksimal mungkin. Kalau kamu mau kuliah, kamu harus cari beasiswa. Karena orang tua memang tidak mampu," ucap dia.

Tekad sang ibu dan semangat Farhan membuahkan hasil. Farhan berhasil mendapatkan beasiswa penuh untuk kuliah di luar negeri.

Selain Farhan, dua siswa lainnya juga menjadi lulusan terbaik SMA tersebut. Mereka juga berhasil mendapatkan beasiswa di perguruan tinggi ternama di luar negeri.

Muhammad Satriyo Wening, anak dari kenek truk tangki berhasil diterima di Wageningen University and Research, Belanda dan akan mengambil studi Ilmu Lingkungan.

Sementara Mochammad Fajar Maulana Sidik yang ayahnya bekerja menjadi penjual mie toprak akan berkuliah di University of Sydney dan kuliah di jurusan Teknik Sipil.
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Baca Berita Terkait Lainnya
Copyright © 2024 SINDOnews.com
All Rights Reserved
read/ rendering in 0.1885 seconds (0.1#10.140)
pixels