Vokasi UI Edukasi Warga Olah Limbah Organik Menjadi Eco Enzyme
Jum'at, 14 Juni 2024 - 14:20 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mahasiswa Vokasi UI Sukses Gelar Kompetisi Nasional Kehumasan PRAction 2024
Auliya memberikan cara untuk membuat eco enzyme. Pertama, siapkan wadah yang bersih dan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti air, gula, dan sisa sayur atau buah yang sudah dibersihkan.
"Campurkan bahan-bahan tersebut dengan perbandingan 1:3:10, yaitu 1 bagian gula, 3 bagian sisa sampah organik dan 10 bagian air. Simpan wadah tersebut di tempat kering dan sejuk, dan buka tutup wadah setiap hari pada minggu pertama untuk menghilangkan gas hasil fermentasi," tuturnya.
"Kemudian, buka tutup wadah setiap dua hari sekali pada minggu kedua dan ketiga, dan tutup terus sampai tiga bulan penyimpanan sebelum siap dipanen. Setelah tiga bulan, eco enzyme siap digunakan," imbuh Auliya.
Ia berkata, eco enzyme memiliki berbagai manfaat seperti sebagai pembersih serbaguna, pupuk alami, pengusir hama, dan mengandung probiotik yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi kulit manusia.
"Kami sebagai tim pengabdian masyarakat juga memberikan hasil Eco Enzyme yang telah dibuat sebelumnya kepada masyarakat di Desa Pentingsari, sehingga masyarakat dapat langsung menggunakannya dalam berbagai kegiatan secara efektif dan efisien di rumah masing-masing," ucap Auliya.
Ia berkata, tujuan pembagian dan owlatihan pembuatan eco enzyme ditujukan agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan mereka secara langsung.
Auliya memberikan cara untuk membuat eco enzyme. Pertama, siapkan wadah yang bersih dan bahan-bahan yang dibutuhkan, seperti air, gula, dan sisa sayur atau buah yang sudah dibersihkan.
"Campurkan bahan-bahan tersebut dengan perbandingan 1:3:10, yaitu 1 bagian gula, 3 bagian sisa sampah organik dan 10 bagian air. Simpan wadah tersebut di tempat kering dan sejuk, dan buka tutup wadah setiap hari pada minggu pertama untuk menghilangkan gas hasil fermentasi," tuturnya.
"Kemudian, buka tutup wadah setiap dua hari sekali pada minggu kedua dan ketiga, dan tutup terus sampai tiga bulan penyimpanan sebelum siap dipanen. Setelah tiga bulan, eco enzyme siap digunakan," imbuh Auliya.
Ia berkata, eco enzyme memiliki berbagai manfaat seperti sebagai pembersih serbaguna, pupuk alami, pengusir hama, dan mengandung probiotik yang dapat memberikan manfaat kesehatan bagi kulit manusia.
"Kami sebagai tim pengabdian masyarakat juga memberikan hasil Eco Enzyme yang telah dibuat sebelumnya kepada masyarakat di Desa Pentingsari, sehingga masyarakat dapat langsung menggunakannya dalam berbagai kegiatan secara efektif dan efisien di rumah masing-masing," ucap Auliya.
Ia berkata, tujuan pembagian dan owlatihan pembuatan eco enzyme ditujukan agar masyarakat dapat meningkatkan kualitas lingkungan dan kesehatan mereka secara langsung.
Lihat Juga :