Dosen Ubaya Beri Pelatihan Mengolah Tanaman Obat kepada Warga di Kabupaten Sidoarjo
Rabu, 19 Juni 2024 - 13:53 WIB
loading...
A
A
A
Nikmatul juga menekankan pentingnya menjaga kualitas tanaman sejak penanaman hingga pengolahan menjadi simplisa. "Proses pencucian dan pengeringan adalah merupakan tahap yang sangat krusial dalam pembuatan simplisa. Pencucian yang tidak baik menyebabkan jumlah mikroba dan cemaran zat asing masing tinggi (terutama untuk simplisia yang berasal dari tanah seperti rimpang dan akar)," tambahnya.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Wage, Mashudan, ST, yang berharap pelatihan serupa bisa rutin diadakan. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Pelatihan ini memang diawali pada ibu-ibu kader ASMAN TOGA, kedepannya agar kader ASMAN TOGA bisa membantu ibu-ibu lainnya dalam pemanfaatan TOGA" kata Mashudan.
Mashudan juga berterima kasih karena Ubaya telah melakukan pendampingan pada beberapa kader ASMAN TOGA sejak tahun 2022 sehingga pada tahun 2023 Desa Wage memperoleh penghargaan dalam kelompok ASMAN TOGA terbaik se- Kabupaten Sidoarjo.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dan berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Saya tertarik untuk membuat Tisane (olahan teh herbal) ternyata pembuatannya mudah seperti membuat simplisia," ungkap Bunga, peserta lainnya.
Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan kader ASMAN TOGA dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pemanfaatan tanaman obat yang ada di sekitar mereka. Harapan lainnya adalah, semoga membuka wawasan ibu-ibu terkait pembuatan produk herbal yang bermutu dan bernilai ekonomis.
Kegiatan ini mendapat dukungan penuh dari Kepala Desa Wage, Mashudan, ST, yang berharap pelatihan serupa bisa rutin diadakan. "Kami berkomitmen untuk terus mendukung kegiatan yang bermanfaat bagi masyarakat, terutama yang dapat meningkatkan kesehatan dan kesejahteraan. Pelatihan ini memang diawali pada ibu-ibu kader ASMAN TOGA, kedepannya agar kader ASMAN TOGA bisa membantu ibu-ibu lainnya dalam pemanfaatan TOGA" kata Mashudan.
Mashudan juga berterima kasih karena Ubaya telah melakukan pendampingan pada beberapa kader ASMAN TOGA sejak tahun 2022 sehingga pada tahun 2023 Desa Wage memperoleh penghargaan dalam kelompok ASMAN TOGA terbaik se- Kabupaten Sidoarjo.
Para peserta tampak antusias mengikuti setiap sesi pelatihan dan berharap ilmu yang didapat bisa diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. "Saya tertarik untuk membuat Tisane (olahan teh herbal) ternyata pembuatannya mudah seperti membuat simplisia," ungkap Bunga, peserta lainnya.
Dengan diadakannya pelatihan ini, diharapkan kader ASMAN TOGA dapat lebih mandiri dalam menjaga kesehatan keluarga melalui pemanfaatan tanaman obat yang ada di sekitar mereka. Harapan lainnya adalah, semoga membuka wawasan ibu-ibu terkait pembuatan produk herbal yang bermutu dan bernilai ekonomis.
(wyn)
Lihat Juga :