Penurunan Kognitif Atau Pola Pikir Umum Dialami Lansia, Ini Tips Edukatifnya
Kamis, 11 Juli 2024 - 19:38 WIB
loading...
A
A
A
“Dalam menjaga kesehatannya, penting bagi seorang lansia untuk juga memiliki gaya hidup yang aktif, dalam hal ini, berolah raga secara rutin dan teratur, lanjut Nida. Selain faktor kognitif yang menurun, perubahan umum lain yang terjadi pada lansia adalah penurunan kondisi fisik, berkurangnya aktivitas dan kegiatan yang akhirnya juga memicu perubahan secara psikologis dan mental.
Salah satu kondisi kesehatan dengan prevalensi tinggi pada lansia adalah osteoporosis, terutama paling sering terjadi pada wanita. Data Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 23% pada wanita usia 50 – 80 tahun dan lebih dari dua kali lipat, yaitu 53% pada wanita berusia 80 tahun ke atas.
“Tulang yang sehat adalah harta yang berharga, terutama bagi kaum lansia. Kami di Perwatusi memiliki visi untuk Indonesia melawan osteoporosis. Bagi warga lansia, kami merancang program senam yang dapat dilakukan dengan mudah oleh para warga lansia dari rumah.” kata Anita Hutagalung, Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia – PERWATUSI.
Sementara itu jumlah populasi lansia yang cukup signifikan di Indonesia ini tentunya menimbulkan segmen tersendiri baik dari segi akses pada pelayanan kesehatan, nutrisi, olah raga, serta berbagai produk dan layanan yang menunjang peningkatan kualitas hidup kaum lansia.
“Sebagai sebuah kegiatan pameran yang menghadirkan produk dan layanan khusus bagi kesehatan dan kebugaran lansia, SENIOR EXPO diselenggarakan sebagai wadah bagi industri untuk memperkenalkan produk dan layanannya, untuk berinteraksi dengan buyers dan users, warga lansia, keluarganya dan caregivernya,.” kata Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa, penyelenggara SENIOR EXPO.
Salah satu kondisi kesehatan dengan prevalensi tinggi pada lansia adalah osteoporosis, terutama paling sering terjadi pada wanita. Data Kemenkes RI mencatat prevalensi osteoporosis di Indonesia adalah 23% pada wanita usia 50 – 80 tahun dan lebih dari dua kali lipat, yaitu 53% pada wanita berusia 80 tahun ke atas.
“Tulang yang sehat adalah harta yang berharga, terutama bagi kaum lansia. Kami di Perwatusi memiliki visi untuk Indonesia melawan osteoporosis. Bagi warga lansia, kami merancang program senam yang dapat dilakukan dengan mudah oleh para warga lansia dari rumah.” kata Anita Hutagalung, Ketua Umum Perkumpulan Warga Tulang Sehat Indonesia – PERWATUSI.
Sementara itu jumlah populasi lansia yang cukup signifikan di Indonesia ini tentunya menimbulkan segmen tersendiri baik dari segi akses pada pelayanan kesehatan, nutrisi, olah raga, serta berbagai produk dan layanan yang menunjang peningkatan kualitas hidup kaum lansia.
“Sebagai sebuah kegiatan pameran yang menghadirkan produk dan layanan khusus bagi kesehatan dan kebugaran lansia, SENIOR EXPO diselenggarakan sebagai wadah bagi industri untuk memperkenalkan produk dan layanannya, untuk berinteraksi dengan buyers dan users, warga lansia, keluarganya dan caregivernya,.” kata Teddy Halim, Direktur PT Media Artha Sentosa, penyelenggara SENIOR EXPO.
(wyn)
Lihat Juga :