Koleksi Manuskrip Sunda Perpusnas Capai 1.003 Naskah, Terbanyak di Dunia
Rabu, 07 Agustus 2024 - 18:04 WIB
loading...
A
A
A
Sementara itu, dalam gelar wicara, Principal Investigator DREAMSEA Oman Fathurahman menyampaikan program DREAMSEA memiliki fokus pada inventarisasi dan digitalisasi manuskrip yang rentan dengan pendekatan proaktif.
“Sejak 2017, DREAMSEA telah mengubah pendekatan menjadi lebih proaktif. Kami tidak lagi menunggu proposal datang, tetapi mencari dan menginventarisasi manuskrip yang membutuhkan bantuan digitalisasi, dengan mendatangi komunitas lokal yang memiliki manuskrip berharga tetapi tidak memiliki akses untuk melestarikannya,” jelasnya.
Selama tujuh tahun terakhir, program yang didukung oleh filantropis Arcadia Fund ini telah mendatangi 168 pemilik manuskrip di berbagai wilayah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Dari upaya ini, kami telah berhasil menyelamatkan 8.570 manuskrip melalui proses digitalisasi," terangnya.
Kurator utama British Library Annabel Teh Gallop menjelaskan selama sepuluh tahun terakhir, sekitar 500 naskah Nusantara di British Library telah didigitalkan.
“Kami memulai proyek ini tahun 2013-2023. Di British Library tidak anggaran khusus untuk digitalisasi, sehingga harus dicari melalui anggaran dari luar seperti yayasan maupun penderma,” pungkasnya.
“Sejak 2017, DREAMSEA telah mengubah pendekatan menjadi lebih proaktif. Kami tidak lagi menunggu proposal datang, tetapi mencari dan menginventarisasi manuskrip yang membutuhkan bantuan digitalisasi, dengan mendatangi komunitas lokal yang memiliki manuskrip berharga tetapi tidak memiliki akses untuk melestarikannya,” jelasnya.
Selama tujuh tahun terakhir, program yang didukung oleh filantropis Arcadia Fund ini telah mendatangi 168 pemilik manuskrip di berbagai wilayah di Asia Tenggara, termasuk Indonesia.
"Dari upaya ini, kami telah berhasil menyelamatkan 8.570 manuskrip melalui proses digitalisasi," terangnya.
Kurator utama British Library Annabel Teh Gallop menjelaskan selama sepuluh tahun terakhir, sekitar 500 naskah Nusantara di British Library telah didigitalkan.
“Kami memulai proyek ini tahun 2013-2023. Di British Library tidak anggaran khusus untuk digitalisasi, sehingga harus dicari melalui anggaran dari luar seperti yayasan maupun penderma,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :