Raih Hibah Kemendikbud, Universitas BTH Edukasi Siswa SMP tentang Kesehatan Reproduksi
Senin, 19 Agustus 2024 - 19:35 WIB
loading...
A
A
A
"Berkaitan dengan hal tersebut diperlukan upaya untuk memberikan edukasi pentingnya menjaga kesehatan organ reproduksi remaja terutama pada remaja putri, sehingga dapat memberikan kontribusi terhadap kebersihan diri dan nantinya akan menjadi bekal untuk menjalani kehidupan sebagai perempuan yang sehat," ujarnya, melalui siaran pers, Senin (19/8/2024).
Baca juga: Polemik Alat Kontrasepsi bagi Remaja, PBNU: Jangan Sampai Isu Seks Aman Jadi Legalisasi yang Tidak Halal
Dia menjelaskan, pemberian penyuluhan dengan media kuis interaktif ini diharapkan dapat menarik minat baik para guru maupun siswa sehingga proses penyampaian materi menjadi mudah untuk dipahami dab menyenangkan.
"Melalui kuis yang disampaikan, siswa dapat berinteraksi melalui media audi visual yang disesuiikan dengan perkembangan teknologi. Siswa dapat mengetahui dan mencari informasi mengenai hal yang ingin diketahuinya berkaiatan dengan Kesehatan reproduksi, tanpa harus merasa malu dan tabu," ucapnya.
Proses evaluasi disampaikan melalui dua tahap, yaitu pre dan post test. Hasil pre-test (kondisi sebelum diberikan penyuluhan) menunjukkan nilai sebesar 58,3% yang menunjukkan sasaran kurang mengetahui informasi tentang kesehatan repsroduksi yang sehat sehat serta tingkat kesadaran untuk melakukannya juga dalam kategori rendah.
Baca juga: Polemik Alat Kontrasepsi bagi Remaja, PBNU: Jangan Sampai Isu Seks Aman Jadi Legalisasi yang Tidak Halal
Dia menjelaskan, pemberian penyuluhan dengan media kuis interaktif ini diharapkan dapat menarik minat baik para guru maupun siswa sehingga proses penyampaian materi menjadi mudah untuk dipahami dab menyenangkan.
"Melalui kuis yang disampaikan, siswa dapat berinteraksi melalui media audi visual yang disesuiikan dengan perkembangan teknologi. Siswa dapat mengetahui dan mencari informasi mengenai hal yang ingin diketahuinya berkaiatan dengan Kesehatan reproduksi, tanpa harus merasa malu dan tabu," ucapnya.
Proses evaluasi disampaikan melalui dua tahap, yaitu pre dan post test. Hasil pre-test (kondisi sebelum diberikan penyuluhan) menunjukkan nilai sebesar 58,3% yang menunjukkan sasaran kurang mengetahui informasi tentang kesehatan repsroduksi yang sehat sehat serta tingkat kesadaran untuk melakukannya juga dalam kategori rendah.
Lihat Juga :