75 Madrasah Terpilih Jadi Sampel PISA 2025

Rabu, 28 Agustus 2024 - 08:33 WIB
loading...
75 Madrasah Terpilih...
Sebanyak 75 madrasah terpilih menjadi sampel untuk PISA 2025. PISA selama ini dipakai menjadi rujukan penilaian kualitas sistem pendidikan di dunia, termasuk Indonesia. Foto/BKHM.
A A A
JAKARTA - Sebanyak 75 madrasah terpilih menjadi sampel untuk PISA 2025. PISA selama ini dipakai menjadi rujukan penilaian kualitas sistem pendidikan di dunia, termasuk Indonesia.

Programme for International Student Assessment (PISA) adalah suatu studi internasional di bidang pendidikan yang diselenggarakan OECD (Organisation for Economic Co-operation and Development). Kemampuan siswa usia 15 tahun diukur dari literasi membaca, matematika, dan sains.

Baca juga: 6 Negara Paling Pintar di Dunia Berdasarkan Skor PISA, Tetangga Indonesia Ini Juaranya

Kementerian Agama (Kemenag) menjalin sinergi dengan Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) dalam rangka persiapan pelaksanaan Programme for International Student Assessment (PISA) 2025.

Kemendikbudristek telah menggelar sosialisasi main survey PISA 2025 yang berlangsung dalam dua angkatan, dengan lokasi di Jakarta, Surabaya, Yogyakarta, dan Bangka Belitung pada Agustus 2024.

Baca juga: Kemendikbudristek Jelaskan Alasan Penting Indonesia Ikut PISA 2022

Muhammad Sidik Sisdiyanto, Direktur Kurikulum, Sarana, Kelembagaan, dan Kesiswaan (KSKK) Madrasah Kemenag, menyatakan dukungannya terhadap PISA 2025.

Dia mengatakan, sebanyak 75 madrasah terpilih dari 421 sekolah dan madrasah di Indonesia akan menjadi sampel dalam studi ini.

“Kami akan mendukung 75 Madrasah yang terpilih menjadi sampel PISA 2025 dari 421 jumlah seluruh Sekolah dan Madrasah yang terpilih menjadi sasaran PISA 2025,” katanya, dikutip dari laman Kemenag, Rabu (28/8/2024).

Sidik menambahkan bahwa partisipasi dalam PISA merupakan langkah strategis untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia dan mencetak generasi emas di masa depan.

Baca juga: Dihantam Pandemi Covid-19, Peringkat Indonesia di PISA 2022 Naik

Sidik juga berharap agar persiapan dan pelaksanaan PISA 2025 berjalan dengan baik, seraya mengajak seluruh pihak untuk bekerja dengan penuh semangat dan dedikasi demi masa depan pendidikan yang lebih baik.

Kepala Pusat Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, Asrijanty, menjelaskan bahwa PISA 2025 akan menguji tiga domain utama: literasi membaca, matematika, dan sains, serta satu domain inovatif, yaitu pembelajaran dalam dunia digital. PISA 2025 akan menjadi studi ke-9 sejak pertama kali dilaksanakan pada tahun 2000.

Anindito Aditomo, Kepala Badan Standar, Kurikulum, dan Asesmen Pendidikan Kemendikbudristek, menekankan pentingnya persiapan yang matang agar pelaksanaan PISA 2025 dapat berjalan lancar tanpa kendala teknis. Persiapan tersebut mencakup penyiapan data murid, infrastruktur, dan simulasi aplikasi PISA.

Diketahui, dikutip dari laman Kemendikbudristek, hasil PISA 2022 menunjukkan peringkat hasil belajar literasi Indonesia naik 5 sampai 6 posisi dibanding PISA 2018. Literasi membaca, peringkat Indonesia di PISA 2022 naik 5 posisi dibanding sebelumnya. Untuk literasi matematika, peringkat Indonesia di PISA 2022 juga naik 5 posisi, sedangkan untuk literasi sains naik 6 posisi,
(nnz)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
Kemenag Gandeng Mitra...
Kemenag Gandeng Mitra Strategis untuk Tingkatkan Kesiapan Kerja Mahasiswa PTKI
Beasiswa Indonesia Bangkit...
Beasiswa Indonesia Bangkit 2026 Buka Program Magister Lanjut Doktor, Kuliah S2 hingga S3 Jalur Cepat
Peluang Kuliah S2 Gratis...
Peluang Kuliah S2 Gratis di Inggris, Kemenag Buka Beasiswa Double Degree 2026
Atasi Bullying dan Krisis...
Atasi Bullying dan Krisis Akhlak, Kemenag Rilis Belajar Mandiri Kurikulum Berbasis Cinta
Kemenag Salurkan BOS...
Kemenag Salurkan BOS Pesantren Rp111,9 Miliar Jelang Lebaran
Stafsus Menag Tinjau...
Stafsus Menag Tinjau GKJ Nusukan Solo, Jamin Kebebasan Beribadah
Nadiem Berharap Divonis...
Nadiem Berharap Divonis Bebas Murni di Kasus Chromebook
Respons Pleidoi Nadiem,...
Respons Pleidoi Nadiem, Jaksa: Tidak Berdasarkan Fakta Persidangan
Rekomendasi
Mitos atau Fakta Golongan...
Mitos atau Fakta Golongan Darah O Rentan Kolesterol Tinggi? Ini Penjelasan Pakar IPB
Kanada vs Bosnia Imbang...
Kanada vs Bosnia Imbang 1-1 di Laga Pembuka Grup B Piala Dunia 2026
Militer AS Bangun Pangkalan...
Militer AS Bangun Pangkalan Baru di Dekat Perbatasan Gaza untuk Dukung Rencana Pasca-Perang
Berita Terkini
Kemenag Buka Beasiswa...
Kemenag Buka Beasiswa INSIGHT Scholarship bagi Mahasiswa Internasional yang Ingin Kuliah di PTKIN
4.480 Calon Mahasiswa...
4.480 Calon Mahasiswa Diterima di UM UGM CBT 2026, Kedokteran Paling Ketat
Tegang Sejak Pagi! 32...
Tegang Sejak Pagi! 32 Tim Terbaik Liga Bintang Juara Bersaing Menuju Jakarta
Liga Bintang Juara Hari...
Liga Bintang Juara Hari Kedua: 32 Tim Bertarung Rebut 16 Tiket ke Babak Utama Jakarta
Kisah Raihan, Siswa...
Kisah Raihan, Siswa MAN 1 Yogya yang Berhasil Diterima di ITB, UGM, dan ITS
UKT dan Uang Pangkal...
UKT dan Uang Pangkal Jalur Mandiri Vokasi Undip 2026, Tes Online dari Rumah
Infografis
4 Alasan Selat Hormuz...
4 Alasan Selat Hormuz Jadi Medan Perang Mematikan Antara Iran dan AS
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved