6 Fakta Arif Satria, Rektor IPB yang Jabat Wakil Ketua Panitia Seleksi KPK

Rabu, 02 Oktober 2024 - 12:11 WIB
loading...
6 Fakta Arif Satria,...
Arif Satria dipercaya menjadi Wakil Ketua Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah disetujui Presiden Joko Widodo. Foto/Istimewa.
A A A
JAKARTA - Arif Satria dipercaya menjadi Wakil Ketua Seleksi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) setelah disetujui Presiden Joko Widodo melalui Keputusan Presiden tentang Panitia Seleksi Pimpinan dan Dewan Pengawas KPK pada 30 Mei 2024.

Rektor IPB ini diketahui telah dihubungi pihak istana satu hari sebelum perilisan 11 nama yang masuk penjaringan calon anggota Pansel KPK, yaitu pada 16 Mei 2024.

Baca juga: HUT ke-78 RI di IPB University, Prof Arif Satria: Mari Kerja Keras, Majukan Bangsa

Arif sendiri merupakan akademisi yang sukses dan kaya akan pengalaman. Hal itu terbukti dengan melihat jabatannya sekarang yang sebagai Rektor.

6 Fakta Arif Satria

1. Latar Belakang Pendidikan


Arif Satria menjalani pendidikan dasar hingga menengah atas di Pekalongan. Gelar sarjana-nya didapat setelah menyelesaikan pendidikan Ilmu-Ilmu Ekonomi Pertanian di IPB pada tahun 1995.

Baca juga: Rektor IPB University Terpilih Jadi Panelis Debat ke-4 Pilpres 2024, Ini Profil Prof Arif Satria

Selanjutnya, Arif kembali lulus dari IPB untuk mendapatkan gelar Magister Sosiologi Pedesaan pada 1999. Sedangkan untuk gelar Doktor yang dimilikinya, didapat pada tahun 2006 dari Department of Marine Social Science di Kagoshima University, Jepang.

2. Pernah Jadi Dekan Termuda di IPB


Arif yang lahir pada 17 September 1971, pernah terpilih sebagai Dekan Fakultas Ekologi Manusia (Fema) untuk periode 2010 hingga 2017. Hal tersebut menjadikannya dekan termuda di lingkungan IPB.

Dari situ, ia sempat terlibat dalam penyusunan berbagai kebijakan terkait kelautan dan perikanan, termasuk penyusunan UU Perikanan Nomor 31/2004, Revisi UU Pengelolaan Wilayah Pesisir dan Pulau-Pulau Kecil, penyusunan Konsep Ekonomi Biru, dan sejumlah Peraturan Pemerintah serta Peraturan Menteri.

3. Mendapat Sejumlah Penghargaan Bergengsi


Arif Satria sempat berhasil meraih Yamamoto Award 2008, yaitu The First Winner of the JIFRS Yamamoto Prize for the Best Paper pada International Institute of Fisheries Economics and Trade (IIFET) Conference di Nha Trang, Vietnam.

Baca juga: 10 Calon Pimpinan KPK: Polisi, Jaksa, Hakim, hingga Petahana

Dirinya juga mendapat Anugerah Kekayaan Intelektual Luar Biasa tahun 2009 dalam Bidang Ilmu Pengetahuan dari Mendiknas. Lalu di tahun 203, Arif sukses meraih Penghargaan Akademisi Peduli Penyuluhan dan SDM Perikanan dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

4. Aktif Organisasi di Luar Negeri


Selama menjalani pendidikan program doktoral di Jepang, ia menjadi Ketua PPI Kagoshima Jepang pada tahun 2004 dan menjadi Ketua Dewan Redaksi Majalah Inovasi PPI Jepang tahun 2004 hingga 2005.

Ia juga tercatat pernah ikut dalam Lab. of International Marine Policy, Kagoshima University, Jepang, di tahun 2000, serta Fisheries Center, University of British Columbia, Kanada di 2004.

5. Pernah Jadi Penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan RI


Pada tahun 2019 hingga 2021, Arif sempat dipercaya menjadi penasihat Menteri Kelautan dan Perikanan. Sebelumnya, dalam lingkungan Kementerian KKP, ia juga pernah menjadi Tim Ahli Menteri Kelautan dan Perikanan dari 2001 hingga 2002.
Halaman :
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Jangan Takut Biaya Kuliah,...
Jangan Takut Biaya Kuliah, IPB University Jamin Mahasiswa Tidak DO karena Ekonomi
Alim Setiawan Slamet...
Alim Setiawan Slamet Resmi Jadi Rektor IPB Gantikan Arif Satria
Jejak Pendidikan Arif...
Jejak Pendidikan Arif Satria, dari Rektor IPB University ke Kepala BRIN
Rektor Arif Satria:...
Rektor Arif Satria: Orientasi pada Target Jadi DNA Utama Mahasiswa IPB University
Riwayat Pendidikan Arif...
Riwayat Pendidikan Arif Satria, Rektor IPB University yang Masuk Bursa Menteri Prabowo
IPB Luncurkan Kurikulum...
IPB Luncurkan Kurikulum Berbasis OBE untuk Cetak Lulusan Siap Hadapi Masa Depan
Yusril Sebut KPK Bisa...
Yusril Sebut KPK Bisa Ambil Alih Perkara Febrie Adriansyah
Bupati Lombok Barat...
Bupati Lombok Barat Terjaring OTT KPK, 7 Orang Langsung Diboyong ke Jakarta
PASTI Indonesia Minta...
PASTI Indonesia Minta KPK Soroti Pengelolaan PDRD Raja Ampat Tahun 2025
Rekomendasi
Menanti Peran Besar...
Menanti Peran Besar Pertamina dalam Proyek LNG Kelas Dunia Blok Masela
Kasus Febrie Adriansyah...
Kasus Febrie Adriansyah Diminta Diusut Tuntas, Publik Diminta Mengawal
30 Drone MQ-9 Reaper...
30 Drone MQ-9 Reaper AS Ditembak Jatuh oleh Militer Iran, Ini 4 Kelemahannya
Berita Terkini
Kemendikdasmen Siapkan...
Kemendikdasmen Siapkan Lulusan SMK Hadapi Era Robotika, Prospek Karier Menjanjikan
SPMB Sekolah Nasional...
SPMB Sekolah Nasional Terintegrasi 2026 Dimulai 21 Juli, Ini Jadwal Seleksi hingga MPLS
Perluas Akses Pendidikan,...
Perluas Akses Pendidikan, 500 Sekolah Nasional Terintegrasi akan Dibangun hingga 2029
APDOVI Perkuat Kapasitas...
APDOVI Perkuat Kapasitas Dosen Vokasi untuk Cetak Lulusan Berkualitas
Cara Mudah Cek Penerima...
Cara Mudah Cek Penerima PIP 2026 Pakai NIK dan NISN
Tahapan Penerimaan Sekolah...
Tahapan Penerimaan Sekolah Kedinasan 2026, Lulus Bisa Jadi Calon PNS
Infografis
Sejarah Panjang Persia...
Sejarah Panjang Persia Menjadi Iran yang Mengubah Timur Tengah
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved