Prodi Teknik Mesin President University Banyak Cetak SDM Berkualitas, Ini Kunci Suksesnya
Sabtu, 05 Oktober 2024 - 19:01 WIB
loading...
Prodi Teknik Mesin President University muncul sebagai salah satu pelopor kampus swasta dalam hal mencetak tenaga profesional di bidang mechanical enggineering. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Di tengah pesatnya perkembangan industri manufaktur dewasa ini, Prodi Teknik Mesin President University muncul sebagai salah satu pelopor kampus swasta dalam hal mencetak tenaga profesional di bidang mechanical enggineering.
Dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Lydia Anggraini, S.T., M.Eng sebagai Kaprodi, program pendidikan yang terakreditasi "Unggul" ini berhasil turut andil dalam men-suply ketersediaan SDM industri berkualitas.
"Pembelajaran di Mechanical Engineering President University ini konsepnya terintegrasi dengan industri. Salah satu inovasi yang kita jalankan adalah Practical dan Experimental Research Learning. Jadi ditahun pertama kuliah dikelas mereka sudah mendapat pelatihan teori tentang manufacturing process dari para tenaga ahli dari perusahaan, dengan demikian mahasiswa kita punya kompetensi yang lebih dari yang lain," jelas Lydia melalui keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/10/2024).
Selain itu, menurut pemilik gelar M.Eng dan Ph.D dari Ritsumeikan University, Jepang ini, para mahasiswa juga dibekali dengan kompetensi yang tersertfikasi.
"Kita berikan pelatihan welding dan mendapat Certified Welding, lalu pelatihan design seperti menggunakan Solid Work. Jadi di akhir (setelah lulus) tentunya mereka tidak hanya memiliki skill yang bagus, tapi punya kompetensi sebagai engineer yang mumpuni," jelas Lydia.
Dipimpin oleh Dr. Eng. Ir. Lydia Anggraini, S.T., M.Eng sebagai Kaprodi, program pendidikan yang terakreditasi "Unggul" ini berhasil turut andil dalam men-suply ketersediaan SDM industri berkualitas.
"Pembelajaran di Mechanical Engineering President University ini konsepnya terintegrasi dengan industri. Salah satu inovasi yang kita jalankan adalah Practical dan Experimental Research Learning. Jadi ditahun pertama kuliah dikelas mereka sudah mendapat pelatihan teori tentang manufacturing process dari para tenaga ahli dari perusahaan, dengan demikian mahasiswa kita punya kompetensi yang lebih dari yang lain," jelas Lydia melalui keterangan resminya di Jakarta, Sabtu (5/10/2024).
Selain itu, menurut pemilik gelar M.Eng dan Ph.D dari Ritsumeikan University, Jepang ini, para mahasiswa juga dibekali dengan kompetensi yang tersertfikasi.
"Kita berikan pelatihan welding dan mendapat Certified Welding, lalu pelatihan design seperti menggunakan Solid Work. Jadi di akhir (setelah lulus) tentunya mereka tidak hanya memiliki skill yang bagus, tapi punya kompetensi sebagai engineer yang mumpuni," jelas Lydia.
Lihat Juga :