Ciptakan Inovasi Beraksi, Tim Pengmas Tel-U Cegah Kekerasan Seksual pada Anak
Rabu, 30 Oktober 2024 - 14:37 WIB
loading...
A
A
A
Metode “beraksi” dinilai efektif untuk memperkenalkan konsep pendidikan seksual karena melalui pendekatan menyenangkan, salah satunya dengan permainan seperti game board yang terinspirasi dari permainan monopoli, dimana terdapat reader (orang tua atau guru) sebagai pembaca pertanyaan dan penghitung skor.
Dilengkapi dengan video edukasi singkat untuk mempermudah pemahaman materi dengan salah satu serinya berupa 'otoritas tubuh'. "Kami sangat mengharapkan dengan konsep pembelajaran yang menggabungkan unsur bermain dapat membuat anak-anak lebih cepat memahami materi," kata Alila.
Di Cimahi, lanjut Alila, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) mencatat terdapat peningkatan kekerasan seksual terhadap anak pada tahun 2021 dan 2022. Padahal, Pemerintah Kota Cimahi memiliki target menjadi kota layak anak (KLA) dengan angka nol kekerasan seksual terhadap anak.
Dari 17 peserta yang hadir meliputi guru, orang tua, dan Tim Penggerak PKK Kelurahan Baros. Ibu-ibu PKK mengkhawatirkan mudahnya mengakses situs porno pada anak. Sementara guru menggarisbawahi bahwa pendidikan seksual sebaiknya sudah ditanamkan sejak dini di rumah, sehingga pada saat di sekolah guru tidak kesulitan untuk menjelaskan konsepnya.
"Di satu sisi anak harus melek teknologi, tapi di sisi lain dengan pesatnya teknologi anak tidak dapat memilah dapat mengakses konten-konten negatif. Seperti yang diungkapkan Maria Montessori bahwa masa depan manusia terletak pada bagaimana kita mendidik dan melindungi anak-anak kita. Anak adalah sumber harapan untuk mewujudkan perubahan positif dan kemungkinan kemajuan," kata Alila.
Dilengkapi dengan video edukasi singkat untuk mempermudah pemahaman materi dengan salah satu serinya berupa 'otoritas tubuh'. "Kami sangat mengharapkan dengan konsep pembelajaran yang menggabungkan unsur bermain dapat membuat anak-anak lebih cepat memahami materi," kata Alila.
Di Cimahi, lanjut Alila, Pusat Pelayanan Terpadu Pemberdayaan Perempuan dan Anak (P2TPPA) mencatat terdapat peningkatan kekerasan seksual terhadap anak pada tahun 2021 dan 2022. Padahal, Pemerintah Kota Cimahi memiliki target menjadi kota layak anak (KLA) dengan angka nol kekerasan seksual terhadap anak.
Dari 17 peserta yang hadir meliputi guru, orang tua, dan Tim Penggerak PKK Kelurahan Baros. Ibu-ibu PKK mengkhawatirkan mudahnya mengakses situs porno pada anak. Sementara guru menggarisbawahi bahwa pendidikan seksual sebaiknya sudah ditanamkan sejak dini di rumah, sehingga pada saat di sekolah guru tidak kesulitan untuk menjelaskan konsepnya.
"Di satu sisi anak harus melek teknologi, tapi di sisi lain dengan pesatnya teknologi anak tidak dapat memilah dapat mengakses konten-konten negatif. Seperti yang diungkapkan Maria Montessori bahwa masa depan manusia terletak pada bagaimana kita mendidik dan melindungi anak-anak kita. Anak adalah sumber harapan untuk mewujudkan perubahan positif dan kemungkinan kemajuan," kata Alila.
Lihat Juga :