Tidak Ada Nama Merdeka Belajar, Ini 6 Program Prioritas Mendikdasmen Abdul Mu'ti
Kamis, 07 November 2024 - 09:14 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Mendikdasmen: Internasionalisasi Bahasa Indonesia Jadi Program Prioritas
Abdul Mu'ti menjelaskan, visi besar Kemendikdasmen adalah Pendidikan bermutu untuk semua. Tajuk ini diambil, katanya, sesuai denan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Adapun enam program prioritas Kemendikdasmen yang disampaikan Abdul Mu'ti pada Raker dengan Komisi X DPR sebagai berikut.
Makan siang bergizi merupakan salah satu program di Pendidikan karakter. Ini digabung dengan program pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai untuk guru kelas peningkatan kompetensi guru bimbingan konseling (BK) dan guru agama, pengangkatan guru BK, dan penanaman karakter tujuh kebiasaan anak Indonesia.
Kemendikdasmen akan memaksimalkan afirmasi Pendidikan yang dikelola public, seperti rumah belajar, pendidikan jarak jauh, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), juga memfasilitasi relawan mengajar.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Canangkan Pendidikan Matematika sejak TK
Kemendikdasmen juga akan mengurai permasalahan guru dengan menyediakan pendidikan guru minimal Diploma IV/Strata Satu (D-IV/S-1); pelatihan kompetensi guru; serta peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi.
Program renovasi sekolah yang sudah tidak memadai akan dimaksimalkan juga oleh Kemendikdasmen.
Program prioritas terakhir yang bakal diusung Abdul Mu’ti adalah pemartabatan bahasa negara; pelindungan bahasa daerah; penginternasionalan bahasa Indonesia; dan peningkatan literasi.
Dalam mengimplementasikan program dan kebijakannya, Kemendikdasmen akan mendorong partisipasi seluruh ekosistem pendidikan. "Sesuai UU Sisdiknas, pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan, dengan prinsip kebaruan, kemitraan, dan keadilan," tutur Abdul Mu'ti.
Abdul Mu'ti menjelaskan, visi besar Kemendikdasmen adalah Pendidikan bermutu untuk semua. Tajuk ini diambil, katanya, sesuai denan UU Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional (Sisdiknas).
Adapun enam program prioritas Kemendikdasmen yang disampaikan Abdul Mu'ti pada Raker dengan Komisi X DPR sebagai berikut.
6 Program Prioritas Kemendikdasmen
1. Penguatan Pendidikan Karakter
Makan siang bergizi merupakan salah satu program di Pendidikan karakter. Ini digabung dengan program pelatihan bimbingan konseling dan pendidikan nilai untuk guru kelas peningkatan kompetensi guru bimbingan konseling (BK) dan guru agama, pengangkatan guru BK, dan penanaman karakter tujuh kebiasaan anak Indonesia.
2. Wajib Belajar 13 Tahun dan Pemerataan Kesempatan Pendidikan
Kemendikdasmen akan memaksimalkan afirmasi Pendidikan yang dikelola public, seperti rumah belajar, pendidikan jarak jauh, dan Pendidikan Anak Usia Dini (PAUD), juga memfasilitasi relawan mengajar.
Baca juga: Mendikdasmen Abdul Mu'ti Canangkan Pendidikan Matematika sejak TK
3. Peningkatan Kualifikasi, Kompetensi, dan Kesejahteraan Guru
Kemendikdasmen juga akan mengurai permasalahan guru dengan menyediakan pendidikan guru minimal Diploma IV/Strata Satu (D-IV/S-1); pelatihan kompetensi guru; serta peningkatan kesejahteraan melalui sertifikasi.
4. Penguatan Pendidikan Unggul, Literasi, Numerasi, dan Sains Teknologi
Mendikdasmen memang dititipi Presiden Prabowo Subainto untuk mengenalkan matematika sejak dini. Target tersebut pun akan dirangkum di program priortas keempat yang meliputi pendidikan matematika, sains, teknologi sejak usia dini; pendirian sekolah unggul dan pengembangan sekolah unggul; dan penguatan pendidikan vokasi, kejuruan, dan pelatihan.5. Perbaikan Sarana dan Prasarana
Program renovasi sekolah yang sudah tidak memadai akan dimaksimalkan juga oleh Kemendikdasmen.
6. Pembangunan Bahasa dan Sastra
Program prioritas terakhir yang bakal diusung Abdul Mu’ti adalah pemartabatan bahasa negara; pelindungan bahasa daerah; penginternasionalan bahasa Indonesia; dan peningkatan literasi.
Dalam mengimplementasikan program dan kebijakannya, Kemendikdasmen akan mendorong partisipasi seluruh ekosistem pendidikan. "Sesuai UU Sisdiknas, pendidikan diselenggarakan dengan memberdayakan semua komponen masyarakat melalui peran serta dalam penyelenggaraan dan pengendalian mutu layanan pendidikan, dengan prinsip kebaruan, kemitraan, dan keadilan," tutur Abdul Mu'ti.
Lihat Juga :