Miris, Siswa SDN di Gunungkidul Harus Naik Bukit 2 Km demi Sinyal
Senin, 31 Agustus 2020 - 11:49 WIB
loading...
4 siswa SD Gunung Gambar, Gunungkidul, ini harus berjalan menaiki bukit 2 Km agar bisa mendapatkan sinyal internet. Foto/Kismaya Wibowo
A
A
A
GUNUNGKIDUL - Tak meratanya jaringan sinyal internet di Gunungkidul, Yogyakarta, menyebabkan sejumlah anak-anak terpaksa harus berjuang ekstra untuk dapat mengenyam pendidikan. Seperti yang dialami para siswa SD N Gunung Gambar, Kecamatan Ngawen, yang berada di Desa Marah setempat, terpaksa harus berjalan kaki menaiki bukit lebih dari 2 Kilometer.
Salah seorang siswa, Nabila Aszahra Sujatmo, semenjak penerapan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), setiap kali ada tugas pihaknya harus berjalan kaki menelusuri area persawahan untuk mencari sinyal.
"Disini daerahnya pegunungan, sehingga susah kalau belajar online, saya harus mencari sinyal untuk bisa membuka aplikasi WA agar bisa mengerjakan soal," Kaya Nabila Aszahra Sujatmo, Senin (31/8/2020). (Baca juga: Soal PJJ, Mas Menteri Mendengar Keluhan Orang Tua, Guru dan Siswa )
Nabila Aszahra Sujatmo menjelaskan, dalam seminggu pihaknya bisa tiga sampai empat kali untuk mencari sinyal dalam belajar. Di tempatnya tinggal, lanjut dia, jarak aman sinyal yang ada berada di atas bukit, yakni dengan ikut menumpang disalah satu rumah warga.
"Ada tempat yang sinyalnya lebih bagus tetapi ada di kecamatan lain dan jarak nya sangat jauh, sehingga kalau jalan kaki membuat lelah. Hampir 2 jam perjalanan," jelasnya. (Baca juga: Maksimalkan PJJ, Pemerintah Disarankan Benahi Infrastruktur Internet )
Salah seorang siswa, Nabila Aszahra Sujatmo, semenjak penerapan belajar dari rumah atau pembelajaran jarak jauh (PJJ), setiap kali ada tugas pihaknya harus berjalan kaki menelusuri area persawahan untuk mencari sinyal.
"Disini daerahnya pegunungan, sehingga susah kalau belajar online, saya harus mencari sinyal untuk bisa membuka aplikasi WA agar bisa mengerjakan soal," Kaya Nabila Aszahra Sujatmo, Senin (31/8/2020). (Baca juga: Soal PJJ, Mas Menteri Mendengar Keluhan Orang Tua, Guru dan Siswa )
Nabila Aszahra Sujatmo menjelaskan, dalam seminggu pihaknya bisa tiga sampai empat kali untuk mencari sinyal dalam belajar. Di tempatnya tinggal, lanjut dia, jarak aman sinyal yang ada berada di atas bukit, yakni dengan ikut menumpang disalah satu rumah warga.
"Ada tempat yang sinyalnya lebih bagus tetapi ada di kecamatan lain dan jarak nya sangat jauh, sehingga kalau jalan kaki membuat lelah. Hampir 2 jam perjalanan," jelasnya. (Baca juga: Maksimalkan PJJ, Pemerintah Disarankan Benahi Infrastruktur Internet )
Lihat Juga :