Guru Didorong Ciptakan Lingkungan Pembelajaran yang Holistik
Kamis, 05 Desember 2024 - 07:26 WIB
loading...
A
A
A
Misalnya dalam hal numerasi, tidak hanya soal angka atau matematika, tetapi tentang melatih kemampuan pemecahan masalah yang relevan dalam kehidupan nyata.
Guru perlu memastikan siswa memahami konteks di balik data dan angka, alih-alih hanya menerima informasi
mentah tanpa makna.
Sebagai pendidik, Itje mengingatkan bahwa tugas guru bukan sekadar menanyakan, “Apakah kalian mengerti pelajaran ini?” tetapi lebih kepada, “Apakah penjelasan saya mudah dipahami?” Refleksi menjadi elemen penting dalam mendidik, memberikan ruang bagi guru untuk mengevaluasi dampak dari setiap tindakan, serta merancang
langkah-langkah yang lebih baik untuk ke depannya.
Guru juga berperan dalam membentuk daya tahan mental siswa, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Pendidikan tidak bisa dilakukan dengan berpura-pura, karena anak-anak membutuhkan kehadiran guru yang otentik dan tulus.
“Pendidik tidak boleh berpura-pura, karena anak-anak itu tidak palsu,” tegas Itje.
Selain itu, Itje juga menyoroti bahwa tindakan pimpinan sekolah juga sangat memengaruhi kinerja guru, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas Pendidikan secara keseluruhan.
Guru harus menjaga etika dan integritasnya untuk menjadi teladan bagi anak-anak yang mereka didik. Itje juga menegaskan bahwa Pendidikan adalah kebaikan tanpa batas, sebuah kebutuhan fundamental yang membentuk karakter, memberikan harapan, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih
baik.
Guru perlu memastikan siswa memahami konteks di balik data dan angka, alih-alih hanya menerima informasi
mentah tanpa makna.
Sebagai pendidik, Itje mengingatkan bahwa tugas guru bukan sekadar menanyakan, “Apakah kalian mengerti pelajaran ini?” tetapi lebih kepada, “Apakah penjelasan saya mudah dipahami?” Refleksi menjadi elemen penting dalam mendidik, memberikan ruang bagi guru untuk mengevaluasi dampak dari setiap tindakan, serta merancang
langkah-langkah yang lebih baik untuk ke depannya.
Guru juga berperan dalam membentuk daya tahan mental siswa, mempersiapkan mereka menghadapi tantangan kehidupan. Pendidikan tidak bisa dilakukan dengan berpura-pura, karena anak-anak membutuhkan kehadiran guru yang otentik dan tulus.
“Pendidik tidak boleh berpura-pura, karena anak-anak itu tidak palsu,” tegas Itje.
Selain itu, Itje juga menyoroti bahwa tindakan pimpinan sekolah juga sangat memengaruhi kinerja guru, yang pada akhirnya berdampak pada kualitas Pendidikan secara keseluruhan.
Guru harus menjaga etika dan integritasnya untuk menjadi teladan bagi anak-anak yang mereka didik. Itje juga menegaskan bahwa Pendidikan adalah kebaikan tanpa batas, sebuah kebutuhan fundamental yang membentuk karakter, memberikan harapan, dan membuka jalan menuju masa depan yang lebih
baik.
Lihat Juga :