Dikukuhkan Jadi Guru Besar, Abdul Mu’ti Dorong PAI Inklusif-Pluralis
Kamis, 03 September 2020 - 06:15 WIB
loading...
Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, Prof. Dr. Abdul Mu’ti dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu PAI. Foto/Ist
A
A
A
JAKARTA - Dosen Fakultas Ilmu Tarbiyah dan Keguruan (FITK) UIN Jakarta, Prof. Dr. Abdul Mu’ti M.Ed, dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Pendidikan Agama Islam (PAI) dalam Sidang Senat Universitas di Gedung Auditorium Utama, Rabu (2/9/2020).
Dalam pidato pengukuhannya, Mu’ti mendorong penerapan model pembelajaran PAI bervisi inklusif-pluralis dalam menopang kehidupan kebangsaan Indonesia yang memiliki keragaman keyakinan agama, suku, budaya dan lainnya.
Pengukuhan pendidik kelahiran Kudus 2 September 1968 ini dipimpin langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis didampingi Ketua Senat Prof. Dr. Abuddin Nata bersama para Wakil Rektor dan Majelis Senat UIN Jakarta. Pengukuhan dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas kesehatan menyusul masih berlangsungnya situasi pandemi COVID-19. (Baca juga: Lagi, Dosen UIN Jakarta Raih Gelar Profesor Ilmu Pemikiran Islam )
Pengukuhan juga dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya seperti HM Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI 2014-2019), Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Prof. Muhajir Effendy (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), KH Zainut Tauhid Sa’adi M.Si (Wakil Menteri Agama RI), Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama 2014-2019), Helmy Faishal Zaini (PBNU), KH Marsudi Syuhud (PBNU), Prof Din Syamsuddin (MUI), dan Anwar Abbas (MUI).
Sementara itu, dalam pengukuhannya, Profesor Mu’ti mendorong penerapan model pembelajaran PAI bervisi inklusif-pluralis. Model pembelajaran demikian diharap memperkokoh fondasi toleransi, kerukunan, dan harmoni masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman keyakinan keagamaan, suku, budaya, dan adat istiadat. Lainnya, model pembelajaran ini diharap meminimalisir kecenderungan intoleransi yang menguat belakangan ini. (Baca juga: Selamat, Dosen Hubungan Antar Agama UIN Jakarta Raih Gelar Profesor )
Dalam pidato pengukuhannya, Mu’ti mendorong penerapan model pembelajaran PAI bervisi inklusif-pluralis dalam menopang kehidupan kebangsaan Indonesia yang memiliki keragaman keyakinan agama, suku, budaya dan lainnya.
Pengukuhan pendidik kelahiran Kudus 2 September 1968 ini dipimpin langsung Rektor UIN Jakarta Prof. Dr. Amany Lubis didampingi Ketua Senat Prof. Dr. Abuddin Nata bersama para Wakil Rektor dan Majelis Senat UIN Jakarta. Pengukuhan dilaksanakan dengan tetap mengikuti protokol kesehatan yang ditetapkan otoritas kesehatan menyusul masih berlangsungnya situasi pandemi COVID-19. (Baca juga: Lagi, Dosen UIN Jakarta Raih Gelar Profesor Ilmu Pemikiran Islam )
Pengukuhan juga dihadiri sejumlah tokoh nasional. Di antaranya seperti HM Jusuf Kalla (Wakil Presiden RI 2014-2019), Nadiem Makarim (Menteri Pendidikan dan Kebudayaan), Prof. Muhajir Effendy (Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan), KH Zainut Tauhid Sa’adi M.Si (Wakil Menteri Agama RI), Lukman Hakim Saifuddin (Menteri Agama 2014-2019), Helmy Faishal Zaini (PBNU), KH Marsudi Syuhud (PBNU), Prof Din Syamsuddin (MUI), dan Anwar Abbas (MUI).
Sementara itu, dalam pengukuhannya, Profesor Mu’ti mendorong penerapan model pembelajaran PAI bervisi inklusif-pluralis. Model pembelajaran demikian diharap memperkokoh fondasi toleransi, kerukunan, dan harmoni masyarakat Indonesia yang memiliki keragaman keyakinan keagamaan, suku, budaya, dan adat istiadat. Lainnya, model pembelajaran ini diharap meminimalisir kecenderungan intoleransi yang menguat belakangan ini. (Baca juga: Selamat, Dosen Hubungan Antar Agama UIN Jakarta Raih Gelar Profesor )
Lihat Juga :