Perpusnas Usung 3 Program Prioritas untuk Meningkatkan Budaya Literasi
Selasa, 04 Februari 2025 - 20:16 WIB
loading...
A
A
A
Dia menilai anak membutuhkan dukungan dan fondasi kuat dalam menciptakan kebiasaan membaca dan budaya literasinya. Eka menilai harus ada upaya untuk ‘mencegat’ anak-anak dengan lingkungan penuh buku dan membuat mereka tidak sengaja terpapar buku.
“Yang menciptakan kebetulan-kebetulan itu memang harus kita. Mengepung anak-anak remaja dengan buku, mencegatnya, membuat mereka terpapar. Dengan begitu bukan mereka yang dipanggil-panggil untuk datang ke perpustakaan atau toko buku. Justru kita mendatangi mereka. Kita harus tahu di mana mereka bisa melihat buku-buku itu,” imbuhnya.
Dia berpesan agar buku tidak hanya berguna bagi seorang penulis. Buku harus berguna untuk mereka yang punya rasa ingin tahu yang besar, namun tidak dapat melihat secara langsung.
“Buku menjadi salah satu cara yang paling mudah untuk membuat horizon kita semakin luas. Misalkan ketika tinggal di satu tempat yang terisolir, hanya perlu jembatan keluar lewat buku,” pungkasnya.
“Yang menciptakan kebetulan-kebetulan itu memang harus kita. Mengepung anak-anak remaja dengan buku, mencegatnya, membuat mereka terpapar. Dengan begitu bukan mereka yang dipanggil-panggil untuk datang ke perpustakaan atau toko buku. Justru kita mendatangi mereka. Kita harus tahu di mana mereka bisa melihat buku-buku itu,” imbuhnya.
Dia berpesan agar buku tidak hanya berguna bagi seorang penulis. Buku harus berguna untuk mereka yang punya rasa ingin tahu yang besar, namun tidak dapat melihat secara langsung.
“Buku menjadi salah satu cara yang paling mudah untuk membuat horizon kita semakin luas. Misalkan ketika tinggal di satu tempat yang terisolir, hanya perlu jembatan keluar lewat buku,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :