Rakornas Perpustakaan Hasilkan Kebijakan Penting untuk Tingkatkan Budaya Baca dan Literasi
Kamis, 06 Februari 2025 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Selain itu, rencana redistribusi buku milik Perpusnas ke perpustakaan daerah lebih lanjut akan dikoordinasikan dengan kementerian dan lembaga lain supaya tidak bermasalah.
"Koordinasi akan dilakukan dengan Kemenko PMK, Kementerian Desa, Kementerian Dikdasmen terkait rencana aksi untuk program-program yang diusung bersama. Urusan anggaran yang sangat menjadi kekhawatiran kita itu, justru harus menjadi pemicu," urainya.
Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2025 dibuka pada 4 Februari 2025. Diselenggarakan pada 4-5 Februari 2025, Rakornas mengusung tema "Sinergi Membangun Budaya Baca dan Kecakapan Literasi untuk Negeri". Rakornas kali ini menghadirkan semboyan baru yakni “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”.
Melalui rapat tahunan ini, 17 rekomendasi dihasilkan dari sesi diskusi kelompok yang dibagi ke dalam empat subtema yaitu model layanan prima perpustakaan untuk mendukung budaya membaca dan peningkatan kecakapan literasi, merancang program penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, pemanfaatan warisan budaya untuk penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, serta model penguatan kerja sama kelembagaan untuk mendukung penciptaan budaya membaca dan kecakapan literasi.
Terkait efisiensi anggaran di instansi pemerintah pada 2025, Kepala Perpusnas menilai hal ini seharusnya tidak menjadi hambatan. Menurutnya, perpustakaan masih dapat mengerjakan program dan kegiatannya. "Prinsipnya kalau tidak bisa melakukan semuanya, jangan menggagalkan semua. Lakukan apa yang kita bisa," ujarnya.
Dalam Rakornas, dia memaparkan pada tahun ini, Perpusnas mengusung sejumlah program yang terangkum dalam fishbone analysis. Dia meminta peserta Rakornas agar berkoordinasi dan bersinergi dengan unit kerja terkait di Perpusnas sesuai fishbone analysis tersebut.
“Itu adalah yang paling mudah bagi Bapak dan Ibu untuk menuju unit mana guna melakukan sinergi dan koordinasi,” pungkasnya.
"Koordinasi akan dilakukan dengan Kemenko PMK, Kementerian Desa, Kementerian Dikdasmen terkait rencana aksi untuk program-program yang diusung bersama. Urusan anggaran yang sangat menjadi kekhawatiran kita itu, justru harus menjadi pemicu," urainya.
Rakornas Bidang Perpustakaan Tahun 2025 dibuka pada 4 Februari 2025. Diselenggarakan pada 4-5 Februari 2025, Rakornas mengusung tema "Sinergi Membangun Budaya Baca dan Kecakapan Literasi untuk Negeri". Rakornas kali ini menghadirkan semboyan baru yakni “Perpustakaan Hadir Demi Martabat Bangsa”.
Melalui rapat tahunan ini, 17 rekomendasi dihasilkan dari sesi diskusi kelompok yang dibagi ke dalam empat subtema yaitu model layanan prima perpustakaan untuk mendukung budaya membaca dan peningkatan kecakapan literasi, merancang program penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, pemanfaatan warisan budaya untuk penguatan budaya membaca dan kecakapan literasi, serta model penguatan kerja sama kelembagaan untuk mendukung penciptaan budaya membaca dan kecakapan literasi.
Terkait efisiensi anggaran di instansi pemerintah pada 2025, Kepala Perpusnas menilai hal ini seharusnya tidak menjadi hambatan. Menurutnya, perpustakaan masih dapat mengerjakan program dan kegiatannya. "Prinsipnya kalau tidak bisa melakukan semuanya, jangan menggagalkan semua. Lakukan apa yang kita bisa," ujarnya.
Dalam Rakornas, dia memaparkan pada tahun ini, Perpusnas mengusung sejumlah program yang terangkum dalam fishbone analysis. Dia meminta peserta Rakornas agar berkoordinasi dan bersinergi dengan unit kerja terkait di Perpusnas sesuai fishbone analysis tersebut.
“Itu adalah yang paling mudah bagi Bapak dan Ibu untuk menuju unit mana guna melakukan sinergi dan koordinasi,” pungkasnya.
Lihat Juga :