Rakornas Perpustakaan Hasilkan Kebijakan Penting untuk Tingkatkan Budaya Baca dan Literasi
Kamis, 06 Februari 2025 - 10:23 WIB
loading...
A
A
A
Rakornas menghadirkan Menteri Dikdasmen Abdul Mu'ti sebagai pembicara kunci. Selain itu, ada sesi kebijakan serta sesi panel dan diskusi yang diisi oleh para narasumber di antaranya pegiat literasi Maman Suherman, Ketua Umum Masyarakat Pernaskahan Nusantara (Manassa) Munawar Holil, Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Kabupaten Gunung Kidul Kisworo, dan Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Daerah Provinsi Jawa Barat I Gusti Agung Kim Fajar Wiyati Oka.
Pada Rakornas, Kepala UPT Jasa Kearsipan Yulianto mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerahkan hibah sebanyak 96 rol mikrofilm naskah kuno kepada Kepala Preservasi dan Ahli Media Bahan Perpustakaan Perpusnas Tri Luki Cahya Dini.
Sulsel disebut merupakan rumah bagi tradisi tulis masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar. Di provinsi ini, tersimpan warisan budaya yang tak ternilai, yang ada di dalam naskah kuno Lontara’. Sebagian fisik asli naskah kuno tersebut terancam keberadaannya, sehingga upaya mendigitisasi mikrofilm yang berisi informasi dari naskah tersebut menjadi sangat mendesak dan penting.
Dengan teknologi di Pusat Preservasi dan Ahli Media Perpusnas, naskah-naskah kuno yang terancam rusak diselamatkan. Mikrofilm dipindai dan dikonversi dengan format digital berkualitas tinggi memastikan akses mudah dan pelestarian nilai sejarahnya. Hingga kini, sebanyak 2.883 judul naskah kuno Lontara’ telah berhasil digitisasi dari total 3.030 judul. Naskah Lontara’ menyimpan pengetahuan tentang bercocok tanam, tata niaga, hingga taktik perang.
Sebagai identitas budaya Sulsel, naskah Lontara’ adalah saksi bisu peradaban bangsa yang harus dijaga. Digitalisasi mikrofilm dengan teknologi canggih ini memberikan akses lebih luas untuk masyarakat, peneliti, dan generasi mendatang.
Pada Rakornas, Kepala UPT Jasa Kearsipan Yulianto mewakili Kepala Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Provinsi Sulawesi Selatan (Sulsel) menyerahkan hibah sebanyak 96 rol mikrofilm naskah kuno kepada Kepala Preservasi dan Ahli Media Bahan Perpustakaan Perpusnas Tri Luki Cahya Dini.
Sulsel disebut merupakan rumah bagi tradisi tulis masyarakat Bugis, Makassar, dan Mandar. Di provinsi ini, tersimpan warisan budaya yang tak ternilai, yang ada di dalam naskah kuno Lontara’. Sebagian fisik asli naskah kuno tersebut terancam keberadaannya, sehingga upaya mendigitisasi mikrofilm yang berisi informasi dari naskah tersebut menjadi sangat mendesak dan penting.
Dengan teknologi di Pusat Preservasi dan Ahli Media Perpusnas, naskah-naskah kuno yang terancam rusak diselamatkan. Mikrofilm dipindai dan dikonversi dengan format digital berkualitas tinggi memastikan akses mudah dan pelestarian nilai sejarahnya. Hingga kini, sebanyak 2.883 judul naskah kuno Lontara’ telah berhasil digitisasi dari total 3.030 judul. Naskah Lontara’ menyimpan pengetahuan tentang bercocok tanam, tata niaga, hingga taktik perang.
Sebagai identitas budaya Sulsel, naskah Lontara’ adalah saksi bisu peradaban bangsa yang harus dijaga. Digitalisasi mikrofilm dengan teknologi canggih ini memberikan akses lebih luas untuk masyarakat, peneliti, dan generasi mendatang.
(nnz)
Lihat Juga :