Kemendikbud Harap 11 September Validasi Nomor Ponsel Tuntas

Jum'at, 04 September 2020 - 20:20 WIB
loading...
Kemendikbud Harap 11...
Penandatanganan nota kesepahaman Ditjen Dikti dan PT. Hutchison 3 Indonesia melalui siaran pers, Jumat (4/9). Foto/Neneng Zubaidah
A A A
JAKARTA - Kemendikbud akan memberikan bantuan kuota kepada mahasiswa dan dosen. Namun, sebelum bantuan ini diberikan maka harus ada validasi nomor ponsel agar kuota ini bisa diterima oleh pihak yang membutuhkan.

Sekretaris Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi (Sesditjen Dikti) Kemendikbud Paristiyanti Nurwardani menyampaikan, sampai saat ini sudah terdapat 25,64 % mahasiswa dari jumlah total mahasiswa 7,9 juta yang sudah melakukan validasi nomor telepon selulernya kepada Pangkalan Data Pendidikan Tinggi (PDDikti). (Baca juga: Subsidi Kuota, Tenggat Input Nomor HP Siswa dan Mahasiswa 11 September )

Selain itu, jelasnya, dosen-dosen yang sudah melakukan validasi nomor telepon selulernya sebanyak 33,28 % dari jumlah 287.000 orang juga sudah melakukan validasi nomor telepon.

Dia menerangkan tentang mekanisme untuk kuota mahasiswa dan dosen sebanyak 50 GB per bulan yang akan diberikan setelah verifikasi dan validasi dilakukan oleh perguruan tinggi dan PDDikti. (Baca juga: Kemendikbud Anggarkan Rp4,4 T untuk Kampus Merdeka Tahun Depan )

"Kami sudah melakukan kerja sama implementasi dengan semua provider yang telah melakukan MoU, maka kepada nomor telepon mahasiswa dan dosen, setelah diverifikasi akan diisikan paket data atau kuota internet sebanyak 50 GB selama satu bulan,” katanya pada penandatanganan nota kesepahaman Ditjen Dikti dan PT. Hutchison 3 Indonesia melalui siaran pers, (4/9).

Paristiyanti menambahkan, dalam waktu dekat dilakukan sosialisasi, terutama juga bisa dilakukan dengan webinar yang intensif terkait dengan mekanisme untuk bantuan kuota dari Kemendikbud.

"Semoga pada tanggal 11 September 2020 kami sudah menyelesaikan seluruh validasi nomornya. Jika masih kurang dari 95%, maka kami akan melakukan berbagai tindak lanjut untuk menjangkau 5% yang tersisa,” tutur Paristiyanti. (Baca juga: Tingkatkan Mutu Pendidikan, Sekolah dan Guru Penggerak akan Diperkuat )

Sementara itu, Ditjen Dikti menjalin nota kesepahaman dengan PT. Hutchison 3 Indonesia. Kerja sama ini merupakan bentuk penyediaan paket telekomunikasi terjangkau bagi perguruan tinggi di Indonesia.

Penandatanganan kerja sama ini diselenggarakan secara daring melalui telekonferensi, dimana tandatangan dilakukan oleh Sesditjen Dikti Paristiyanti Nurwardani dengan Presiden Direktur PT. Hutchison 3 Indonesia M. Danny Buldansyah. Disaksikan oleh Dirjen Dikti Nizam; Chief Commercial Officer 3 Indonesia, Dolly Susanto, dan para Direktur di lingkungan Ditjen Dikti.

Dalam sambutannya, Nizam mengapresiasi PT Hutchison 3 Indonesia yang berpartisipasi dalam penyediaan kuota layanan internet terjangkau bagi dosen dan mahasiswa. Nizam berharap melalui kerja sama ini mampu menjadi solusi keluhan mahasiswa dan dosen terkait permasalahan konektivitas dan biaya koneksi.

Di kesempatan yang sama Presiden Direktur PT. Hutchison 3 Indonesia Muhamad Dani Buldansyah berterima kasih atas kesempatan yang diberikan kepada 3 (red: three) Indonesia untuk berkontribusi dalam penyediaan paket telekomunikasi yang terjangkau untuk perguruan tinggi.

Ia menjelaskan 3 Indonesia memiliki upaya berkelanjutan yang digerakkan oleh satu misi yaitu berkontribusi memberikan layanan akses internet secara merata dan terjangkau dengan kualitas terbaik bagi pemuda Indonesia. Menurutnya, misi ini sejalan dengan Kemendikbud dalam mendukung pembelajaran jarak jauh, dalam pengadaan kuota internet gratis kepada mahasiswa, dan dosen.
(mpw)
Dapatkan berita terkini dan kejutan menarik dari SINDOnews.com, Klik Disini untuk mendaftarkan diri anda sekarang juga!
Lanjut Baca Berita Terkait Lainnya
Berita Terkait
Dana KJP Bulan Juni...
Dana KJP Bulan Juni 2026 Sudah Cair, Cek Rekeningmu!
Pemerintah Targetkan...
Pemerintah Targetkan Perbaikan Sekolah Rusak Tuntas pada 2028
SNI Bukan Sekadar Regulasi,...
SNI Bukan Sekadar Regulasi, Mahasiswa IPB Diajak Memahami Budaya Mutu di Industri Pangan
Perpres ATS 2026 Diresmikan,...
Perpres ATS 2026 Diresmikan, Pemerintah dan Daerah Bersinergi Cegah Anak Putus Sekolah
Kemendikdasmen Gandeng...
Kemendikdasmen Gandeng Australia Ciptakan Sekolah Aman dan Nyaman
Presiden Prabowo Instruksikan...
Presiden Prabowo Instruksikan Sekolah Ajarkan Bahasa Prancis, DPR: Ada Tidak Sumber Dayanya?
Istana Terima Tuntutan...
Istana Terima Tuntutan BEM SI Jateng Soal Kuatkan Rupiah, tapi...
12,9 Juta Siswa Ikuti...
12,9 Juta Siswa Ikuti Ujian Gaokao untuk Masuk Universitas di China
Mahasiswa hingga Dosen...
Mahasiswa hingga Dosen STIA Madinatul Ilmi Depok Ikuti Kegiatan Literasi Keuangan
Rekomendasi
Bank Mantap Serahkan...
Bank Mantap Serahkan Santunan kepada Ahli Waris Jenderal Purn Ryamizard Ryacudu
OTT di Muara Enim dan...
OTT di Muara Enim dan Jakarta, KPK Sita Uang Ratusan Juta
Iran Hentikan Serangan...
Iran Hentikan Serangan Balasan yang Menyakitkan ke Israel
Berita Terkini
UM-PTKIN 2026 Digelar...
UM-PTKIN 2026 Digelar Hari Ini, Jabar Jadi Provinsi dengan Pendaftar Terbanyak
MNC University dan Universitas...
MNC University dan Universitas Bina Darma Berkolaborasi Gelar Seminar Hybrid Komunikasi Antarbudaya Internasional
Perkuat Literasi Anak...
Perkuat Literasi Anak Indonesia, Cerita Rakyat dan Kisah Teladan Hadir dalam Format Digital
Cek Hasil Seleksi Sekolah...
Cek Hasil Seleksi Sekolah Maung 2026 Hari Ini, Simak Jadwal SPMB Jabar Selanjutnya
Segera Dibuka, Begini...
Segera Dibuka, Begini Ketentuan dan Jadwal Jalur Domisili di SPMB Jakarta 2026
UI Tembus 15 Besar Dunia...
UI Tembus 15 Besar Dunia di Ajang Emerald Excellence Awards 2026
Infografis
Ini Kecanggihan Drone...
Ini Kecanggihan Drone MQ-9 Reaper AS, 11 Unit Telah Ditembak Jatuh Iran
Copyright ©2026 SINDOnews.com All Rights Reserved