Belajar Tanpa Batas, Peran Platform Digital Penting dalam Pelatihan Guru
Kamis, 24 April 2025 - 17:30 WIB
loading...
A
A
A
- Pelatihan mandiri yang dilengkapi dengan satu kali sesi pendampingan lewat telekonferensi
- Pelatihan mandiri yang ditambah dengan satu kali pertemuan tatap muka dalam kelompok kerja guru di komunitas
- Dan pelatihan yang lebih terstruktur melalui platform digital, dengan pendampingan intensif dari fasilitator terlatih.
“Fokus empat pendekatan pelatihan ini adalah pada peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran aktif di ruang kelas, sesuai dengan standar kompetensi guru yang ditetapkan dalam Program PINTAR Tanoto Foundation (sebuah program yang bertujuan meningkatkan literasi dan numerasi siswa Indonesia lewat pengembangan kapasitas pendidik, sistem dan kebijakan pendidikan, serta pendidikan guru),” sebut Golda.
Untuk menghimpun berbagai bukti dan pembelajaran dari program ini, Murni sebagai Head of Monitoring, Learning, and Evaluation Tanoto Foundation menganalisis sekitar 17.000 data pelatihan yang dihimpun dari lebih dari 30 kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2021 hingga 2023. Data yang digunakan mencakup hasil kuis dalam aplikasi, analitik pengguna di LMS, survei online, serta catatan administratif pelatihan.
Melalui analisis deskriptif, tim peneliti membandingkan sejumlah aspek penting dari keempat pendekatan pelatihan tersebut, antara lain tingkat penyelesaian pelatihan, tingkat penyerapan materi, perilaku pengguna, motivasi belajar, strategi pelaksanaan di lapangan, hingga efisiensi biaya pelatihan.
“Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah pelatihan guru berbasis digital dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam menyebarkan pengetahuan secara luas, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,” sebut Murni.
“Namun, interaksi antara manusia tetap memegang peranan penting, khususnya di tahap awal pelatihan, untuk membangun komitmen belajar dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi. Dengan kata lain, kombinasi antara teknologi dan kehadiran manusia terbukti menjadi pendekatan yang paling menjanjikan dalam meningkatkan kualitas pelatihan guru secara masif,” sambung Murni.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam desain pelatihan. Platform digital memungkinkan guru belajar secara mandiri dan sesuai ritme masing-masing, tanpa harus meninggalkan tugas mengajar atau berpindah tempat.
Hal ini menjadi peluang besar bagi pengembangan profesional guru di masa depan, khususnya untuk konteks negara berkembang dengan hambatan geografis yang serupa.
- Pelatihan mandiri yang ditambah dengan satu kali pertemuan tatap muka dalam kelompok kerja guru di komunitas
- Dan pelatihan yang lebih terstruktur melalui platform digital, dengan pendampingan intensif dari fasilitator terlatih.
“Fokus empat pendekatan pelatihan ini adalah pada peningkatan kapasitas guru dalam menerapkan metode pembelajaran aktif di ruang kelas, sesuai dengan standar kompetensi guru yang ditetapkan dalam Program PINTAR Tanoto Foundation (sebuah program yang bertujuan meningkatkan literasi dan numerasi siswa Indonesia lewat pengembangan kapasitas pendidik, sistem dan kebijakan pendidikan, serta pendidikan guru),” sebut Golda.
Untuk menghimpun berbagai bukti dan pembelajaran dari program ini, Murni sebagai Head of Monitoring, Learning, and Evaluation Tanoto Foundation menganalisis sekitar 17.000 data pelatihan yang dihimpun dari lebih dari 30 kabupaten/kota di Indonesia selama periode 2021 hingga 2023. Data yang digunakan mencakup hasil kuis dalam aplikasi, analitik pengguna di LMS, survei online, serta catatan administratif pelatihan.
Melalui analisis deskriptif, tim peneliti membandingkan sejumlah aspek penting dari keempat pendekatan pelatihan tersebut, antara lain tingkat penyelesaian pelatihan, tingkat penyerapan materi, perilaku pengguna, motivasi belajar, strategi pelaksanaan di lapangan, hingga efisiensi biaya pelatihan.
“Salah satu temuan utama dari penelitian ini adalah pelatihan guru berbasis digital dapat menjadi alat yang efektif dan efisien dalam menyebarkan pengetahuan secara luas, terutama di wilayah dengan keterbatasan akses,” sebut Murni.
“Namun, interaksi antara manusia tetap memegang peranan penting, khususnya di tahap awal pelatihan, untuk membangun komitmen belajar dan meningkatkan pemahaman peserta terhadap materi. Dengan kata lain, kombinasi antara teknologi dan kehadiran manusia terbukti menjadi pendekatan yang paling menjanjikan dalam meningkatkan kualitas pelatihan guru secara masif,” sambung Murni.
Penelitian ini juga menyoroti pentingnya fleksibilitas dalam desain pelatihan. Platform digital memungkinkan guru belajar secara mandiri dan sesuai ritme masing-masing, tanpa harus meninggalkan tugas mengajar atau berpindah tempat.
Hal ini menjadi peluang besar bagi pengembangan profesional guru di masa depan, khususnya untuk konteks negara berkembang dengan hambatan geografis yang serupa.
Lihat Juga :