Guru SD di OKI Ikuti Pelatihan Penggunaan Pendamping Buku Ajar Gajah Sumatra
Jum'at, 25 April 2025 - 21:29 WIB
loading...
A
A
A
Setiap sekolah mendapatkan masing-masing 30-45 eksemplar buku . Buku-buku ini akan digunakan dalam pembelajaran di setiap sekolah, kemudian akan disimpan di ruang perpustakaan masing-masing sekolah setiap selesai kegiatan belajar mengajar.
Buku tersebut juga diberikan kepada Camat Air Sugihan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Kapolsek Air Sugihan, Ketua Forum Desa Kecamatan Air Sugihan, serta para perwakilan perusahaan pemegang konsesi kehutanan di Lanskap Padang Sugihan.
Dolly Priatna saat memberikan sambutan pada acara penyerahan buku, Selasa (22/4/2025), mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu fokus utama dari program Living in Harmony (Kita Bisa Hidup Berdampingan), yaitu memberikan penguatan penyadartahuan dan edukasi kepada anak-anak usia dini mengenai pelestarian gajah beserta habitatnya.
"Dengan memberikan pengetahuan yang mendalam kepada anak-anak sejak duduk di bangku sekolah dasar, harapannya kita akan memiliki generasi masa depan yang lebih ramah konservasi, tangguh dalam menghadapi tantangan yang jauh lebih besar, serta dapat mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan sesuai dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (25/4/2025).
Plh Kepala Seksi KSDAE dan Perubahan Iklim, Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Silvan A. Rahmana mengatakan, pendidikan terkait satwa, tumbuhan, dan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dan nilai-nilai lokal.
Buku tersebut juga diberikan kepada Camat Air Sugihan, Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Sumatera Selatan, Perwakilan Dinas Kehutanan Provinsi Sumatera Selatan, Kapolsek Air Sugihan, Ketua Forum Desa Kecamatan Air Sugihan, serta para perwakilan perusahaan pemegang konsesi kehutanan di Lanskap Padang Sugihan.
Dolly Priatna saat memberikan sambutan pada acara penyerahan buku, Selasa (22/4/2025), mengatakan, kegiatan ini merupakan salah satu fokus utama dari program Living in Harmony (Kita Bisa Hidup Berdampingan), yaitu memberikan penguatan penyadartahuan dan edukasi kepada anak-anak usia dini mengenai pelestarian gajah beserta habitatnya.
"Dengan memberikan pengetahuan yang mendalam kepada anak-anak sejak duduk di bangku sekolah dasar, harapannya kita akan memiliki generasi masa depan yang lebih ramah konservasi, tangguh dalam menghadapi tantangan yang jauh lebih besar, serta dapat mengedepankan prinsip-prinsip berkelanjutan sesuai dengan target Tujuan Pembangunan Berkelanjutan atau SDGs," ujarnya dalam siaran pers, Jumat (25/4/2025).
Plh Kepala Seksi KSDAE dan Perubahan Iklim, Dinas Kehutanan Sumatera Selatan Silvan A. Rahmana mengatakan, pendidikan terkait satwa, tumbuhan, dan lingkungan tidak dapat dipisahkan dari masyarakat dan nilai-nilai lokal.
Lihat Juga :