Tim Dosen PENS Kembangkan Motor Penggerak Kendaraan Listrik, Siap Produksi!
Sabtu, 24 Mei 2025 - 15:07 WIB
loading...
A
A
A
“Kita bisa menciptakan, tapi tidak bisa memproduksi massal sendirian. Kita butuh investor dan industri yang siap ambil bagian dalam rantai produksi ini. Harapan kami, motor listrik buatan dalam negeri bisa digunakan untuk motor-motor listrik produksi nasional,” tambahnya.
Ia tidak menampik kehadiran Cina yang melakukan penetrasi pasar di negara-negara lain, termasuk Indonesia. “Pengusaha Cina ini sungguh-sungguh dalam berbagai hal, etos kerja sekaligus semangatnya dalam melayani. Lingkungan dan pemerintahnya sangat mendukung. Apa yang kami buat dalam Berdikari ini, merupakan langkah lanjutan yang ke depannya masih perlu dukungan investasi, dari industri dan pemerintah untuk ke fase industrialisasi,” lanjut Dadet yang optimistis dengan perkembangan teknologi otomotif Indonesia.
Untuk memproduksi motor BLDC misalnya, dibutuhkan berbagai komponen, dan sebagaian bisa diproduksi di skala lokal Indonesia. Sementara beberapa part masih perlu diimpor atau diproduksi dengan mesin khusus, seperti magnet.
“Stator motor juga memiliki kontruksi khusus, sehingga membutuhkan mesin dengan spesifikasi tertentu. Termasuk mesin coil winding yang tidak ada di pasaran. Namun pada akhirnya, kami dapat menyiapkan sendiri di kampus,” tukasnya.
PENS menjadi satu dari sedikit kampus di Indonesia yang secara aktif ikut serta dalam pameran komunitas EV internasional, menunjukkan bahwa inovasi dari dunia pendidikan tinggi bisa bersaing secara global.
Yogi Herdani, PMO Program Berdikari Kemendiktisaintek, menyatakan bahwa keikutsertaan PENS merupakan bentuk nyata dari Gerakan Kampus Berdampak.
“Sudah saatnya kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga mencetak dampak. PENS sudah di jalur yang tepat, menyumbang teknologi bagi masa depan otomotif Indonesia,” ujarnya.
Ia tidak menampik kehadiran Cina yang melakukan penetrasi pasar di negara-negara lain, termasuk Indonesia. “Pengusaha Cina ini sungguh-sungguh dalam berbagai hal, etos kerja sekaligus semangatnya dalam melayani. Lingkungan dan pemerintahnya sangat mendukung. Apa yang kami buat dalam Berdikari ini, merupakan langkah lanjutan yang ke depannya masih perlu dukungan investasi, dari industri dan pemerintah untuk ke fase industrialisasi,” lanjut Dadet yang optimistis dengan perkembangan teknologi otomotif Indonesia.
Untuk memproduksi motor BLDC misalnya, dibutuhkan berbagai komponen, dan sebagaian bisa diproduksi di skala lokal Indonesia. Sementara beberapa part masih perlu diimpor atau diproduksi dengan mesin khusus, seperti magnet.
“Stator motor juga memiliki kontruksi khusus, sehingga membutuhkan mesin dengan spesifikasi tertentu. Termasuk mesin coil winding yang tidak ada di pasaran. Namun pada akhirnya, kami dapat menyiapkan sendiri di kampus,” tukasnya.
PENS Tunjukkan Daya Saing Indonesia di Kancah Global
PENS menjadi satu dari sedikit kampus di Indonesia yang secara aktif ikut serta dalam pameran komunitas EV internasional, menunjukkan bahwa inovasi dari dunia pendidikan tinggi bisa bersaing secara global.
Yogi Herdani, PMO Program Berdikari Kemendiktisaintek, menyatakan bahwa keikutsertaan PENS merupakan bentuk nyata dari Gerakan Kampus Berdampak.
“Sudah saatnya kampus tidak hanya mencetak lulusan, tetapi juga mencetak dampak. PENS sudah di jalur yang tepat, menyumbang teknologi bagi masa depan otomotif Indonesia,” ujarnya.
(nnz)
Lihat Juga :