5 Tokoh Indonesia Lulusan Stovia, Salah Satunya Anggota Tiga Serangkai
Senin, 26 Mei 2025 - 18:26 WIB
loading...
A
A
A
Pada tahun 1919 sampai 1923, Soetomo mendapatkan beasiswa dan melanjutkan studi spesialis kedokteran di Universitas Amsterdam. Selama kuliah, Soetomo ikut berkegiatan di Indische Vereeniging. Soetomo juga sempat dipilih menjadi ketua Indische Vereeniging periode 1921–1922.
Pria asal Jepara yang lahir pada tahun 1886 itu merupakan salah satu tokoh dari 'Tiga Serangka' bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara. Ia juga merupakan tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politikyang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.
![5 Tokoh Indonesia Lulusan Stovia, Salah Satunya Anggota Tiga Serangkai]()
Foto/Ditjen Kebudayaan
Dalam riwayat pendidikannya, Cipto sempat bersekolah di STOVIA bersama kedua adiknya yakni Gunawan, Budiardjo, dan Syamsul Ma’arif. Terbentuknya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 disambut baik Cipto sebagai bentuk kesadaran pribumi akan dirinya.
Berbeda dengan kedua rekannya dalam "Tiga Serangkai" yang kemudian mengambil jalur pendidikan, Cipto tetap berjalan di jalur politik dengan menjadi anggota Volksraad. Karena sikap radikal-nya, pada tahun 1927 ia dibuang oleh pemerintah penjajahan ke Banda.
Wahidin Soedirohoesodo lahir pada 7 Januari 1852, di Sleman, Yogyakarta. Ia merupakan seorang dokter dan reformis pendidikan di Hindia Belanda yang ikut mendirikan organisasi pengembangan diri Jawa, Boedi Oetomo.
![5 Tokoh Indonesia Lulusan Stovia, Salah Satunya Anggota Tiga Serangkai]()
Foto/Civitas Book
Dalam riwayat pendidikannya, ia sempat menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School di Yogyakarta dan STOVIA. Dihadapan para pelajar STOVIA di Jakarta, ia melontarkan sebuah gagasan akan pentingnya sebuah organisasi untuk memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa.
Gagasan ini akhirnya disambut antusias para pelajar, sehingga pada tanggal 20 Mei 1908 lahirlah Budi Utomo. Dalam kurun waktu tersebut, Boedi Oetomo menjadi organisasi modern pertama kali lahir di Indonesia.
Achmad Mochtar lahir pada 10 November 1890, di Pasaman, Sumatera Barat. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat direktur Lembaga Eijkman, sebuah lembaga penelitian biologi di Jakarta yang didirikan pada masa pendudukan Belanda.
2. Tjipto Mangunkusumo
Pria asal Jepara yang lahir pada tahun 1886 itu merupakan salah satu tokoh dari 'Tiga Serangka' bersama dengan Ernest Douwes Dekker dan Ki Hajar Dewantara. Ia juga merupakan tokoh dalam Indische Partij, suatu organisasi politikyang pertama kali mencetuskan ide pemerintahan sendiri di tangan penduduk setempat, bukan oleh Belanda.

Foto/Ditjen Kebudayaan
Dalam riwayat pendidikannya, Cipto sempat bersekolah di STOVIA bersama kedua adiknya yakni Gunawan, Budiardjo, dan Syamsul Ma’arif. Terbentuknya Budi Utomo pada 20 Mei 1908 disambut baik Cipto sebagai bentuk kesadaran pribumi akan dirinya.
Berbeda dengan kedua rekannya dalam "Tiga Serangkai" yang kemudian mengambil jalur pendidikan, Cipto tetap berjalan di jalur politik dengan menjadi anggota Volksraad. Karena sikap radikal-nya, pada tahun 1927 ia dibuang oleh pemerintah penjajahan ke Banda.
3. Wahidin Soedirohoesodo
Wahidin Soedirohoesodo lahir pada 7 Januari 1852, di Sleman, Yogyakarta. Ia merupakan seorang dokter dan reformis pendidikan di Hindia Belanda yang ikut mendirikan organisasi pengembangan diri Jawa, Boedi Oetomo.

Foto/Civitas Book
Dalam riwayat pendidikannya, ia sempat menempuh pendidikan di Europeesche Lagere School di Yogyakarta dan STOVIA. Dihadapan para pelajar STOVIA di Jakarta, ia melontarkan sebuah gagasan akan pentingnya sebuah organisasi untuk memajukan pendidikan dan meninggikan martabat bangsa.
Gagasan ini akhirnya disambut antusias para pelajar, sehingga pada tanggal 20 Mei 1908 lahirlah Budi Utomo. Dalam kurun waktu tersebut, Boedi Oetomo menjadi organisasi modern pertama kali lahir di Indonesia.
4. Achmad Mochtar
Achmad Mochtar lahir pada 10 November 1890, di Pasaman, Sumatera Barat. Ia merupakan orang Indonesia pertama yang menjabat direktur Lembaga Eijkman, sebuah lembaga penelitian biologi di Jakarta yang didirikan pada masa pendudukan Belanda.
Lihat Juga :