9 Buku Bertema Kearifan Lokal Diluncurkan Perpusnas, Semua Bisa Diakses Gratis
Selasa, 17 Juni 2025 - 11:19 WIB
loading...
A
A
A
“Pustakawan tidak hanya bekerja dengan katalog dan sistem digital. Mereka adalah fasilitator informasi dan penjaga nalar publik,” tegas Lydia.
Sementara itu, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rusdan Kamil, mengulas buku Cerita tentang Pustakawan dan Kepustakawanan (CPTK) karya Blasius Sudarsono.
"Buku ini bisa menjadi bahan renungan bagi generasi muda, khususnya generasi Z yang sedang meniti awal karier di dunia perpustakaan," ujarnya.
Mengutip data BPS tahun 2023, generasi Z yakni mereka yang lahir antara 1997—2012, merupakan 27,94 persen dari populasi Indonesia. Namun, saat ini sekitar 9—10 juta dari mereka masih menganggur. Di tengah keterbatasan lapangan kerja pasca-pandemi dan tantangan transisi digital, banyak di antara mereka yang mempertanyakan masa depan profesinya.
“Banyak pustakawan muda bertanya: apakah profesi ini dapat menghidupi saya hingga tua? Apakah saya akan tetap di sini sepuluh tahun ke depan?” lanjutnya.
Dia menyebut, karya Blasius Sudarsono merupakan bacaan wajib bagi pustakawan muda yang ingin memahami makna profesinya secara lebih mendalam. “CPTK bukan hanya cerita. Ia adalah ajakan untuk merenung, bertanya, dan membangun komitmen pribadi terhadap profesi ini,” pungkasnya.
Sementara itu, Dosen Prodi Ilmu Perpustakaan dan Informasi Islam UIN Sunan Gunung Djati Bandung, Rusdan Kamil, mengulas buku Cerita tentang Pustakawan dan Kepustakawanan (CPTK) karya Blasius Sudarsono.
"Buku ini bisa menjadi bahan renungan bagi generasi muda, khususnya generasi Z yang sedang meniti awal karier di dunia perpustakaan," ujarnya.
Mengutip data BPS tahun 2023, generasi Z yakni mereka yang lahir antara 1997—2012, merupakan 27,94 persen dari populasi Indonesia. Namun, saat ini sekitar 9—10 juta dari mereka masih menganggur. Di tengah keterbatasan lapangan kerja pasca-pandemi dan tantangan transisi digital, banyak di antara mereka yang mempertanyakan masa depan profesinya.
“Banyak pustakawan muda bertanya: apakah profesi ini dapat menghidupi saya hingga tua? Apakah saya akan tetap di sini sepuluh tahun ke depan?” lanjutnya.
Dia menyebut, karya Blasius Sudarsono merupakan bacaan wajib bagi pustakawan muda yang ingin memahami makna profesinya secara lebih mendalam. “CPTK bukan hanya cerita. Ia adalah ajakan untuk merenung, bertanya, dan membangun komitmen pribadi terhadap profesi ini,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :