Kemendikdasmen Libatkan 21 Kampus Negeri untuk Revitalisasi 155 SLB
Minggu, 22 Juni 2025 - 21:01 WIB
loading...
A
A
A
Menurut Saryadi, dengan adanya pendampingan ahli dari universitas maupun politeknik, program revitalisasi SLB dapat dilakukan sesuai standar kualitas bangunan serta tata kelola manajemen waktu yang telah ditetapkan. Hal ini mengingat, kegiatan revitalisasi memiliki jangka waktu penyelesaian yang relatif singkat, yakni enam bulan.
Selain itu, revitalisasi SLB juga merupakan salah satu program utama Kemendikdasmen, sekaligus Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, sehingga dampak manfaat dari program ini sangat dinantikan oleh masyarakat. Dalam hal ini adalah peserta didik SLB.
“Dengan pendampingan pada ahli dari kampus ini diharapkan program ini bisa cepat selesai sehingga anak-anak kita yang berkebutuhan khusus bisa segera dapat merasakan manfaat dari program ini. Mereka bisa belajar dengan sarana dan prasarana yang nyaman dan aman sekaligus untuk mitigasi kesalahan dalam penggunaan anggaran yang bisa menyebabkan kerugian negara,” tambah Saryadi.
Nantinya setiap universitas/politeknik akan melakukan pendampingan program revitalisasi berbasis pendekatan wilayah. Misalnya, Universitas Negeri Jakarta akan melakukan pendampingan program revitalisasi SLB di wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk wilayah Lampung.
Tim ahli dari perguruan tinggi akan berperan menyusun dokumen teknis revitalisasi yang sesuai dengan kebutuhan riil sekolah dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan inklusif. Selain itu, mereka juga akan berperan dalam memberikan pendampingan teknis dan administratif di SLB penerima bantuan. Dengan demikian, program revitalisasi SLB ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tepat sasaran, dan akuntabel.
Direktur Politeknik Negeri Medan (Polmed), Idham Kamil, menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama ini. Menurutnya, dengan pendekatan berbasis data dan keahlian vokasi, kerja sama ini akan memberi dampak nyata, berkelanjutan, dan menjadi model kolaborasi antarlembaga dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia.
Selain itu, revitalisasi SLB juga merupakan salah satu program utama Kemendikdasmen, sekaligus Program Hasil Terbaik Cepat (PHTC) Presiden Prabowo Subianto, sehingga dampak manfaat dari program ini sangat dinantikan oleh masyarakat. Dalam hal ini adalah peserta didik SLB.
“Dengan pendampingan pada ahli dari kampus ini diharapkan program ini bisa cepat selesai sehingga anak-anak kita yang berkebutuhan khusus bisa segera dapat merasakan manfaat dari program ini. Mereka bisa belajar dengan sarana dan prasarana yang nyaman dan aman sekaligus untuk mitigasi kesalahan dalam penggunaan anggaran yang bisa menyebabkan kerugian negara,” tambah Saryadi.
Nantinya setiap universitas/politeknik akan melakukan pendampingan program revitalisasi berbasis pendekatan wilayah. Misalnya, Universitas Negeri Jakarta akan melakukan pendampingan program revitalisasi SLB di wilayah Jakarta dan sekitarnya, termasuk wilayah Lampung.
Tim ahli dari perguruan tinggi akan berperan menyusun dokumen teknis revitalisasi yang sesuai dengan kebutuhan riil sekolah dalam mendukung peningkatan mutu layanan pendidikan inklusif. Selain itu, mereka juga akan berperan dalam memberikan pendampingan teknis dan administratif di SLB penerima bantuan. Dengan demikian, program revitalisasi SLB ini dapat berjalan sesuai ketentuan yang berlaku, tepat sasaran, dan akuntabel.
Direktur Politeknik Negeri Medan (Polmed), Idham Kamil, menyambut baik dan mengapresiasi kerja sama ini. Menurutnya, dengan pendekatan berbasis data dan keahlian vokasi, kerja sama ini akan memberi dampak nyata, berkelanjutan, dan menjadi model kolaborasi antarlembaga dalam mendukung pendidikan yang inklusif dan berkeadilan di Indonesia.
Lihat Juga :