Lulus Doktor di Usia 25 Tahun, Almas dari ITS Cetak Rekor Prestasi Internasional
Rabu, 02 Juli 2025 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
"“Algoritma ini terbukti memiliki akurasi dan konsistensi lebih tinggi dibanding algoritma lainnya,” terangnya, mengutip laman ITS, Rabu (2/7/2025).
Menurut Almas, kesuksesannya tak lepas dari lingkungan riset yang suportif, terutama dari kelompok Power System Operation and Control (PSOC) dan Power System Simulation Laboratory (PSSL) ITS. Ia juga dipercaya membimbing mahasiswa S1 dan S2, termasuk dua mahasiswa asing asal Tanzania.
Kedekatannya dengan pembimbing, Prof Dr Ir Imam Robandi, juga menjadi faktor penting. Tak hanya membimbing secara akademis, Prof Imam membangun hubungan emosional dengan mahasiswa lewat interaksi personal, seperti makan bersama atau rekreasi. “Kebersamaan seperti itu membuat proses belajar lebih nyaman dan mendalam,” ungkap Almas.
Sebagai penutup, doktor kelahiran 1 September 1999 ini mendorong generasi muda untuk tidak takut melanjutkan studi ke jenjang S3. Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan kepintaran semata, tapi strategi dan semangat belajar yang konsisten. “ITS telah memberikan saya ruang tumbuh yang luar biasa. Saya ingin terus berkarya sebagai dosen dan peneliti di sini,” pungkasnya.
Menurut Almas, kesuksesannya tak lepas dari lingkungan riset yang suportif, terutama dari kelompok Power System Operation and Control (PSOC) dan Power System Simulation Laboratory (PSSL) ITS. Ia juga dipercaya membimbing mahasiswa S1 dan S2, termasuk dua mahasiswa asing asal Tanzania.
Kedekatannya dengan pembimbing, Prof Dr Ir Imam Robandi, juga menjadi faktor penting. Tak hanya membimbing secara akademis, Prof Imam membangun hubungan emosional dengan mahasiswa lewat interaksi personal, seperti makan bersama atau rekreasi. “Kebersamaan seperti itu membuat proses belajar lebih nyaman dan mendalam,” ungkap Almas.
Sebagai penutup, doktor kelahiran 1 September 1999 ini mendorong generasi muda untuk tidak takut melanjutkan studi ke jenjang S3. Ia menekankan bahwa yang terpenting bukan kepintaran semata, tapi strategi dan semangat belajar yang konsisten. “ITS telah memberikan saya ruang tumbuh yang luar biasa. Saya ingin terus berkarya sebagai dosen dan peneliti di sini,” pungkasnya.
(nnz)
Lihat Juga :