Lulus Doktor di Usia 25 Tahun, Almas dari ITS Cetak Rekor Prestasi Internasional
Rabu, 02 Juli 2025 - 19:46 WIB
loading...
A
A
A
Baca juga: Kisah Si Kembar Risyad dan Rasyid, Lulus Bersama dari ITS Mengejar Mimpi di Dunia Teknologi
Beberapa nama besar yang terlibat dalam kolaborasinya antara lain Prof Shigemasa Takai (Osaka University), Prof Alberto Borghetti (University of Bologna), dan Prof Nien-Che Yang (NTUST Taiwan). Selain itu, melalui program PKPI, Almas melakukan riset selama empat bulan di laboratorium Dr Ryo Nishimura dari Tottori University, Jepang.
Dalam disertasinya, Almas mengangkat topik stabilitas Sistem Tenaga Listrik (STL) skala besar. Ia berhasil mengembangkan pendekatan baru berbasis Power System Stabilizer (PSS) dan Virtual Inertia Control (VIC) dengan kecerdasan buatan yang dinilai efektif, adaptif, dan sesuai dengan standar kelistrikan masa depan.
Tak hanya itu, alumnus S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini juga menciptakan modifikasi algoritma baru, yakni Harris Hawk Optimization (HHO) dengan strategi penyimpanan memori (MSS). Algoritma ini terbukti lebih unggul dalam hal akurasi, eksplorasi, dan konsistensi dibanding metode sejenis.
Baca juga: Kisah Haru Pasutri Raih Gelar Doktor Bareng di ITS, Sempat Hadapi Kebutaan
Beberapa nama besar yang terlibat dalam kolaborasinya antara lain Prof Shigemasa Takai (Osaka University), Prof Alberto Borghetti (University of Bologna), dan Prof Nien-Che Yang (NTUST Taiwan). Selain itu, melalui program PKPI, Almas melakukan riset selama empat bulan di laboratorium Dr Ryo Nishimura dari Tottori University, Jepang.
Dalam disertasinya, Almas mengangkat topik stabilitas Sistem Tenaga Listrik (STL) skala besar. Ia berhasil mengembangkan pendekatan baru berbasis Power System Stabilizer (PSS) dan Virtual Inertia Control (VIC) dengan kecerdasan buatan yang dinilai efektif, adaptif, dan sesuai dengan standar kelistrikan masa depan.
Tak hanya itu, alumnus S1 Teknik Elektro Universitas Negeri Semarang (Unnes) ini juga menciptakan modifikasi algoritma baru, yakni Harris Hawk Optimization (HHO) dengan strategi penyimpanan memori (MSS). Algoritma ini terbukti lebih unggul dalam hal akurasi, eksplorasi, dan konsistensi dibanding metode sejenis.
Baca juga: Kisah Haru Pasutri Raih Gelar Doktor Bareng di ITS, Sempat Hadapi Kebutaan
Lihat Juga :