Lebih dari 300 Pendidik Ikuti Pelatihan Human AI Collaboration, Komunitas IDEA Diresmikan
Sabtu, 30 Agustus 2025 - 15:34 WIB
loading...
A
A
A
Ia mendorong penggunaan AI yang sadar dan seimbang dengan latihan kognitif tanpa AI agar nalar tetap terpelihara, sekaligus menggeser penilaian dari produk ke proses yang mencatat iterasi, refleksi, dan batasan AI. Ajakan penutupnya sederhana namun menggelitik nurani pendidik: mulailah dengan satu langkah kecil hari ini.
Sebagai pembicara utama, Timothy Dillan, yang pada usia 19 tahun telah menempuh pendidikan doktor Ilmu Komputer dengan spesialisasi kecerdasan buatan, menawarkan lompatan praktis yang dibutuhkan sekolah. Ia menegaskan ekosistem pendidikan telah memasuki era AI first, saat standar produktivitas melesat dan cara kerja bergeser cepat.
Bukan AI yang menggantikan manusia, melainkan manusia yang memanfaatkan AI akan menggantikan yang tidak. Di ruang kelas, AI kuat dalam pengenalan pola dan kemampuan mengingat, tetapi tetap pasif sehingga manusia harus memberi konteks, niat, dan arah.
Timothy memandu guru merancang prompt yang presisi melalui kerangka enam langkah yang mencakup peran, tugas, memori konteks, instruksi, contoh, dan keluaran agar hasil AI konsisten dan siap pakai. Ia memperlihatkan generator rencana pelaksanaan pembelajaran, simulasi atau digital twin, pembuatan presentasi cepat, penilaian otomatis, serta kreasi gambar untuk menghidupkan konsep.
Semua dirajut dalam kerangka INTEGRATE yang mengalir dari Identify, Navigate, Transform, Engage, Generate, Reflect, Assess, Transfer hingga Evolve sehingga integrasi AI ke kurikulum berjalan natural. Ia juga menghadirkan sebuah bot AI kustom ala ChatGPT yang dirancang untuk kebutuhan pengajaran sehingga guru dapat menyusun materi, mengevaluasi pekerjaan, dan merancang aktivitas kelas dengan lebih efisien.
Sebagai pembicara utama, Timothy Dillan, yang pada usia 19 tahun telah menempuh pendidikan doktor Ilmu Komputer dengan spesialisasi kecerdasan buatan, menawarkan lompatan praktis yang dibutuhkan sekolah. Ia menegaskan ekosistem pendidikan telah memasuki era AI first, saat standar produktivitas melesat dan cara kerja bergeser cepat.
Bukan AI yang menggantikan manusia, melainkan manusia yang memanfaatkan AI akan menggantikan yang tidak. Di ruang kelas, AI kuat dalam pengenalan pola dan kemampuan mengingat, tetapi tetap pasif sehingga manusia harus memberi konteks, niat, dan arah.
Timothy memandu guru merancang prompt yang presisi melalui kerangka enam langkah yang mencakup peran, tugas, memori konteks, instruksi, contoh, dan keluaran agar hasil AI konsisten dan siap pakai. Ia memperlihatkan generator rencana pelaksanaan pembelajaran, simulasi atau digital twin, pembuatan presentasi cepat, penilaian otomatis, serta kreasi gambar untuk menghidupkan konsep.
Semua dirajut dalam kerangka INTEGRATE yang mengalir dari Identify, Navigate, Transform, Engage, Generate, Reflect, Assess, Transfer hingga Evolve sehingga integrasi AI ke kurikulum berjalan natural. Ia juga menghadirkan sebuah bot AI kustom ala ChatGPT yang dirancang untuk kebutuhan pengajaran sehingga guru dapat menyusun materi, mengevaluasi pekerjaan, dan merancang aktivitas kelas dengan lebih efisien.
(nnz)
Lihat Juga :