Kolaborasi Universitas Mercu Buana dan Budi Luhur Bawa Teknologi DTF ke Desa Wisata
Senin, 22 September 2025 - 11:47 WIB
loading...
Program Pengmas skema PBW PDB kolaborasi Universitas Mercu Buana dan Universitas Budi Luhur mengenalkan teknologi printer DTF di Ekowisata Keranggan. Foto/Istimewa.
A
A
A
JAKARTA - Program Pengabdian kepada Masyarakat (Pengmas) melalui Skema Pemberdayaan Berbasis Wilayah (PBW), Ruang Lingkup Pemberdayaan Desa Binaan (PDB) pada tahun kedua kembali dilaksanakan dengan inovasi terbaru.
Kali ini, tim pelaksana memperluas penerapan printer DTF (Direct to Film) untuk mendukung pengembangan produk kreatif lokal, melengkapi teknologi CNC, 3D printer, dan laser engraver yang telah diperkenalkan pada tahun 2024.
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan didukung oleh Universitas Mercu Buana.
Baca juga: Beri Manfaat untuk Masyarakat, Unpam Dampingi UMKM Tahu Naik Kelas
Tim pelaksana diketuai oleh Heru Suwoyo, dibantu anggota Julpri Andika dan Rizky Dinata dari Universitas Mercu Buana, serta Nazori dari Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pendamping di lapangan, memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Printer DTF memungkinkan warga untuk menuangkan desain kreatif dengan lebih variatif, memperluas kemungkinan produk olahan dan kerajinan tangan lokal. Dengan teknologi ini, desain-desain unik yang mencirikan identitas desa dapat diwujudkan dalam produk siap jual, menambah nilai ekonomi dan estetika.
“Dengan DTF, warga bisa mengekspresikan kreativitas mereka lebih bebas dan membuat produk yang unik sesuai karakter desa. Ini sangat memperkaya varian produk dan meningkatkan daya saing di pasar,” ujar Rizky Dinata, anggota tim pelaksana dari Universitas Mercu Buana, melalui siaran pers, Senin (22/9/2025).
Baca juga: MNC University Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Pasir Angin Bogor
Nazori dari Universitas Budi Luhur menambahkan, teknologi DTF melengkapi perangkat kreatif yang sudah ada, seperti CNC, 3D printer, dan laser engraver. Warga di desa binaan pun kini bisa menuangkan desain lebih variatif dan inovatif, sekaligus menjaga ciri khas produk lokal.
“Teknologi ini sangat membantu kami memperkaya varian produk kreatif. Kami bisa menyesuaikan desain dengan karakter desa, sekaligus meningkatkan daya saing usaha kami di pasar," ujar salah satu warga pelaku usaha di desa tersebut.
Program ini didanai dan didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2025.
Kali ini, tim pelaksana memperluas penerapan printer DTF (Direct to Film) untuk mendukung pengembangan produk kreatif lokal, melengkapi teknologi CNC, 3D printer, dan laser engraver yang telah diperkenalkan pada tahun 2024.
Program ini didanai oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) dan didukung oleh Universitas Mercu Buana.
Baca juga: Beri Manfaat untuk Masyarakat, Unpam Dampingi UMKM Tahu Naik Kelas
Tim pelaksana diketuai oleh Heru Suwoyo, dibantu anggota Julpri Andika dan Rizky Dinata dari Universitas Mercu Buana, serta Nazori dari Universitas Budi Luhur. Kegiatan ini juga melibatkan mahasiswa sebagai tenaga pendamping di lapangan, memastikan transfer teknologi berjalan efektif dan berkelanjutan.
Printer DTF memungkinkan warga untuk menuangkan desain kreatif dengan lebih variatif, memperluas kemungkinan produk olahan dan kerajinan tangan lokal. Dengan teknologi ini, desain-desain unik yang mencirikan identitas desa dapat diwujudkan dalam produk siap jual, menambah nilai ekonomi dan estetika.
“Dengan DTF, warga bisa mengekspresikan kreativitas mereka lebih bebas dan membuat produk yang unik sesuai karakter desa. Ini sangat memperkaya varian produk dan meningkatkan daya saing di pasar,” ujar Rizky Dinata, anggota tim pelaksana dari Universitas Mercu Buana, melalui siaran pers, Senin (22/9/2025).
Baca juga: MNC University Kolaborasi Pengabdian kepada Masyarakat di Desa Pasir Angin Bogor
Nazori dari Universitas Budi Luhur menambahkan, teknologi DTF melengkapi perangkat kreatif yang sudah ada, seperti CNC, 3D printer, dan laser engraver. Warga di desa binaan pun kini bisa menuangkan desain lebih variatif dan inovatif, sekaligus menjaga ciri khas produk lokal.
“Teknologi ini sangat membantu kami memperkaya varian produk kreatif. Kami bisa menyesuaikan desain dengan karakter desa, sekaligus meningkatkan daya saing usaha kami di pasar," ujar salah satu warga pelaku usaha di desa tersebut.
Program ini didanai dan didukung oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM), Direktorat Jenderal Riset dan Pengembangan (Ditjen Risbang), Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemendiktisaintek) Tahun Anggaran 2025.
(nnz)
Lihat Juga :