Universitas YARSI Dorong Ekonomi Hijau Lewat Budidaya Tanaman Herbal dan Digital Marketing
Kamis, 23 Oktober 2025 - 09:35 WIB
loading...
A
A
A
“Mahasiswa berperan bukan hanya menanam, tapi juga membuat materi edukatif. Anak-anak dan masyarakat bisa belajar sambil bermain. Beginilah cara kami membumikan ilmu,” tambah Juniarti.
Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah pelatihan pembuatan Eco-Enzyme, cairan fermentasi organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Narasumber utama, Sutini Wardi, praktisi sekaligus produsen eco-enzyme, membagikan formula sederhana 1:3:10 satu bagian molase (gula merah), tiga bagian sisa buah, dan sepuluh bagian air.
Hasil fermentasi ini menghasilkan cairan serbaguna yang bisa digunakan untuk pupuk organik, pembersih rumah tangga, penjernih air, hingga pengurai limbah.
“Saya mulai dari dapur rumah. Kini eco-enzyme yang saya hasilkan ditampung oleh pembeli. Dari sampah dapur, Allah bukakan jalan rezeki,” ujar Sutini.
Selain itu, Sutini juga memproduksi mol , POC (pupuk organik cair), dan kompos padat, yang kini mulai dipasarkan secara luas. Taman Herbal Surgawi Nusantara memanfaatkan hasil olahan ini untuk pemupukan, termasuk pupuk cair berbasis enzim EC4 yang dicampur dengan limbah taman dan air sebanyak 20 liter.
Kegiatan ini terselenggara lewat bantuan dari Hibah Dikti melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Agar hasil produksi masyarakat dapat menjangkau pasar yang lebih luas, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan digital marketing bersama Muhammad Ghazali, pakar dan praktisi pemasaran digital.
Eco-Enzyme: Dari Sampah Jadi Berkah
Salah satu kegiatan unggulan dalam program ini adalah pelatihan pembuatan Eco-Enzyme, cairan fermentasi organik yang ramah lingkungan dan bernilai ekonomi tinggi.
Narasumber utama, Sutini Wardi, praktisi sekaligus produsen eco-enzyme, membagikan formula sederhana 1:3:10 satu bagian molase (gula merah), tiga bagian sisa buah, dan sepuluh bagian air.
Hasil fermentasi ini menghasilkan cairan serbaguna yang bisa digunakan untuk pupuk organik, pembersih rumah tangga, penjernih air, hingga pengurai limbah.
“Saya mulai dari dapur rumah. Kini eco-enzyme yang saya hasilkan ditampung oleh pembeli. Dari sampah dapur, Allah bukakan jalan rezeki,” ujar Sutini.
Selain itu, Sutini juga memproduksi mol , POC (pupuk organik cair), dan kompos padat, yang kini mulai dipasarkan secara luas. Taman Herbal Surgawi Nusantara memanfaatkan hasil olahan ini untuk pemupukan, termasuk pupuk cair berbasis enzim EC4 yang dicampur dengan limbah taman dan air sebanyak 20 liter.
Kegiatan ini terselenggara lewat bantuan dari Hibah Dikti melalui Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi.
Digital Marketing: Dari Lokal ke Global
Agar hasil produksi masyarakat dapat menjangkau pasar yang lebih luas, kegiatan ini juga menghadirkan pelatihan digital marketing bersama Muhammad Ghazali, pakar dan praktisi pemasaran digital.
Lihat Juga :