Riwayat Pendidikan WR Supratman, Pencipta Lagu Indonesia Raya di Kongres Pemuda 1928
Senin, 27 Oktober 2025 - 15:36 WIB
loading...
A
A
A
Dalam peristiwa bersejarah Kongres Pemuda Kedua pada 27–28 Oktober 1928, WR Supratman turut ambil bagian dengan memperdengarkan lagu Indonesia Raya untuk pertama kalinya menggunakan gesekan biolanya. Lagu tersebut menggema di hadapan seluruh peserta kongres sesaat sebelum dibacakannya putusan yang dikenal sebagai Sumpah Pemuda. Momen tersebut menandai kelahiran simbol persatuan bangsa Indonesia melalui musik.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Soegondo Djojopoespito, Ketua Kongres Lahirnya Sumpah Pemuda
Namun, ketenaran lagu Indonesia Raya membuat Supratman diawasi ketat oleh Pemerintah Hindia Belanda. Lirik yang mengandung kata “Merdeka, Merdeka” dianggap mengancam kekuasaan kolonial, sehingga pada tahun 1930, lagu tersebut dilarang dinyanyikan di ruang publik. Meski demikian, semangat nasionalismenya tidak pernah padam.
Pada masa-masa sulit di akhir hidupnya, WR Supratman sempat berpindah tempat dari Jakarta ke Cimahi dan Pemalang sebelum akhirnya menetap di Surabaya karena sakit. Ia wafat pada 17 Agustus 1938 di Jalan Mangga No. 21 Tambak Sari, Surabaya, dalam usia 35 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan, Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya.
Baca juga: Riwayat Pendidikan Soegondo Djojopoespito, Ketua Kongres Lahirnya Sumpah Pemuda
Namun, ketenaran lagu Indonesia Raya membuat Supratman diawasi ketat oleh Pemerintah Hindia Belanda. Lirik yang mengandung kata “Merdeka, Merdeka” dianggap mengancam kekuasaan kolonial, sehingga pada tahun 1930, lagu tersebut dilarang dinyanyikan di ruang publik. Meski demikian, semangat nasionalismenya tidak pernah padam.
Pada masa-masa sulit di akhir hidupnya, WR Supratman sempat berpindah tempat dari Jakarta ke Cimahi dan Pemalang sebelum akhirnya menetap di Surabaya karena sakit. Ia wafat pada 17 Agustus 1938 di Jalan Mangga No. 21 Tambak Sari, Surabaya, dalam usia 35 tahun. Jenazahnya dimakamkan di Pemakaman Umum Kapasan, Jalan Tambak Segaran Wetan, Surabaya.
(nnz)
Lihat Juga :